Mengkudu: Buah Menjijikan Yang Mampu Mengobati Berbagai Penyakit


Morinda citrifolia atau noni fruit atau orang Indonesia lebih mengenal mengkudu, tumbuh subur di Indonesia. Buah ini kerap mendapat stigma negatif karena baunya yang sangat menjijikan hingga banyak orang enggan untuk menyentuhnya.

Tetapi buah ini banyak dipromosikan sebagai obat mujarab pelbagai penyakit dan kesehatan, seperti diabetes, menurunkun hipertensi (darah tinggi), kesehatan jantung, menjaga kolesterol dalam darah, hingga membantu pengobatan kanker. Mari kita cari tahu kebenarannya dengan merujuk pada hasil penelitian ilmiah.

Diabetes

Diabetes adalah penyakit kronis atau yang berlangsung jangka panjang yang ditandai dengan meningkatnya kadar gula darah (glukosa) hingga di atas nilai normal. Ada dua jenis utama diabetes, yaitu diabetes tipe 1 dan tipe 2.

Pada diabetes tipe 1, gangguan ini disebabkan sistem kekebalan tubuh yang biasanya menyerang virus atau bakteri berbahaya lainnya, malah menyerang dan menghancurkan sel penghasil insulin. Akibatnya, tubuh kekurangan atau bahkan tidak dapat memproduksi insulin sehingga gula yang seharusnya diubah menjadi energi oleh insulin menyebabkan terjadinya penumpukan gula dalam darah.

Sedangkan pada diabetes tipe 2, tubuh bisa menghasilkan insulin secara normal, tetapi insulin tidak digunakan secara normal. Kondisi ini dikenal juga sebagai resistensi insulin.

Berdasarkan hasil penelitian yang diterbitkan di Jurnal Hindawi, menguji manfaat jus mengkudu untuk mengatasi diabetes pada hewan tikus, mengungkapkan bahwa jus mengkudu secara signifikan mampu mengurangi hiperglikemia. Gula darah pada tikus diabetes merupakan indikator penting dari status diabetes.

Konstituen jus mengkudu mampu menurunkan kadar glukosa baik dengan mempromosikan sekresi insulin seperti sulphonylurias atau gliptines atau dengan meningkatkan sensitivitas reseptor insulin seperti biguanides dan glitazones. Meskipun demikian, studi klinis diperlukan untuk menilai potensi manfaat dari jus mengkudu pada manusia.

Penelitian juga dilakukan untuk kasus diabetes tipe 2 (DT2). Dalam studi klinis, 20 pasien mengonsumsi 2 ml/kgBB jus mengkudu sekali sehari. Hasilnya, 20 pasien yang menerima pengobatan tiga kali lipat dengan metformin, insulin, dan antagonis reseptor GLP1, mengalami penurunan tambahan kadar gula darah sekitar 50 mg/dl selama asupan jus mengkudu.

Menurunkan hipertensi

Hipertensi adalah istilah medis dari penyakit tekanan darah tinggi. Kondisi ini dapat mengakibatkan berbagai komplikasi kesehatan yang membahayakan nyawa sekaligus meningkatkan risiko terjadinya penyakit jantung, stroke, bahkan kematian.

Berdasarkan hasil penelitian secara in vitro dan in silico yang dilakukan oleh Universitas Hasanuddin Makassar (Unhas), buah mengkudu terbukti memiliki efek antihipertensi. Buah ini mengandung senyawa scopoletin dan xeronin yang berperan dalam antihipertensi.

Dalam penelitian lainnya yang diterbitkan di Wiley Online Library, menguji jus mengkudu untuk mencegah dan mengobati hipertensi. Hasilnya menunjukkan jus mengkudu secara signifikan mampu menurunkan tekanan darah dan metabolit NO urin 24 jam tanpa perubahan BB atau volume urin.

Jantung

Penyakit kardiovaskuler terjadi karena adanya gangguan pada jantung dan pembuluh darah. Pola hidup tidak sehat, seperti terlalu banyak mengonsumsi makanan berlemak, tidak rutin berolahraga, kebiasaan merokok, dan konsumsi alkohol secara berlebihan merupakan faktor- faktor penyebab penyakit kardiovaskuler.

Sebuah studi untuk memberikan dasar farmakologis dengan menguji efek antidislipidemik ekstrak buah, daun dan akar mengkudu. Dikarenakan tanaman ini mengandung antioksidan, penelitian ini merasionalisasi penggunaan tanaman mengkudu pada dislipidemia.

Dislipidemia adalah faktor risiko independen dan dapat dimodifikasi untuk penyakit kardiovaskular. Pengujian menggunakan hewan percobaan tikus. Ekstrak daun, akar dan buah mengkudu secara signifikan mampu mencegah kenaikan berat badan rata-rata dan meningkatkan konsumsi makanan harian.

Hasil penelitian mengungkapkan bahwa mengkudu bermanfaat dalam penyakit kardiovaskular terutama hipertensi, aterosklerosis dan dislipidemia. Mengkudu dilaporkan kaya akan flavon, yang diketahui dapat menghambat biosintesis lipid.

Penggunaaan buah mengkudu dapat digunakan pada dislipidemia dan bisa sebagai obat potensial penyakit kardiovaskuler. Namun, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk membuktikan keamanan dan kemanjuran mengkudu dan konstituennya dalam pengaturan klinis yang sebenarnya.

Kolesterol

Kolesterol tinggi atau dislipidemia adalah ketidakseimbangan kolesterol akibat tingginya kadar kolesterol. Kolesterol merupakan senyawa yang ditemukan pada lemak/ lipid dalam darah Anda.

Jus mengkudu kaya akan fitokimia dan polisakarida. Sebuah penelitian menguji efek penurun lemak dan antioksidan dari jus mengkudu. Menggunakan lima puluh hamster jantan yang ditempatkan secara acak menjadi lima kelompok, hasilnya menunjukkan bahwa jus mengkudu mempromosikan perlindungan jantung dalam diet tinggi lemak / kolesterol.

Penelitian lainnya dilakukan untuk mengevaluasi efek jus buah mengkudu pada profil lipid serum dalam model dislipidemia tikus yang diinduksi diet tinggi lemak. Penelitian ini memberikan bukti aktivitas hipolipidemik jus buah mengkudu dalam diet tinggi lemak yang diinduksi hiperlipidemia pada tikus.

Kanker

Kanker adalah penyakit yang 90-95% kasusnya disebabkan faktor lingkungan dan 5-10% karena faktor genetik. Faktor lingkungan yang biasanya mengarahkan kepada kematian akibat kanker adalah tembakau (25-30%), diet dan obesitas (30-35 %), infeksi (15-20%), radiasi, stres, kurangnya aktivitas fisik, polutan lingkungan.

Jus mengkudu telah dilaporkan memiliki efek terapeutik yang luas, termasuk aktivitas antikanker, baik dalam praktik klinis maupun model hewan laboratorium. Tetapi mekanisme efek ini masih belum diketahui sepenuhnya. Untuk mengetahui mekanisme efek pencegahan ini, aktivitas antioksidan mengkudu diuji secara in vitro dengan uji lipid hydroperoxide (LPO) dan tetrazolium nitroblue (TNB).

Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa mengkudu mampu mencegah pembentukan karsinogen-DNA dan aktivitas antioksidan mengkudu yang dapat berkontribusi terhadap efek pencegahan kanker. Penelitian lainnya yang terfokus menguji mengkudu mengurangi risiko kanker pada perokok aktif, hasilnya juga positif.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa minum 1 hingga 4 ons jus mengkudu setiap hari dapat mengurangi risiko kanker pada perokok berat dengan memblokir pengikatan DNA karsinogen atau mengeluarkan DNA adduct dari DNA genom.

Sebuah penelitian yang terfokus menguji zat polisakarida imunomodulator pada buah mengkudu sebagai aktivitas antitumor. Jus mengkudu diketahui kaya akan zat polisakarida yang bermanfaat sebagai antitumor.

Dengan menggunakan hewan percobaan tikus, penelitian mengungkapkan bahwa pemberian jus mengkudu secara signifikan mampu meningkatkan durasi kelangsungan hidup tikus pembawa tumor. Ini menunjukkan adanya kemungkinan bahwa jus mengkudu dapat menekan pertumbuhan tumor melalui aktivasi sistem kekebalan tubuh.

Meskipun sejumlah besar studi in vitro, dan sampai batas tertentu, studi in vivo menunjukkan berbagai efek yang berpotensi menguntungkan, data klinis pada dasarnya masih dianggap kurang. Sejauh mana temuan dari studi farmakologi eksperimental memiliki relevansi klinis yang potensial masih perlu dieksplorasi secara rinci sebelum rekomendasi dapat dibuat.

Manfaat lainnya

Mengkudu bermanfaat dalam kondisi seperti gastritis, penyakit kulit, infeksi saluran pernafasan, gangguan menstruasi dan saluran kemih, demam, diabetes dan penyakit kelamin. Klaim ini tentunya harus dikaji secara ilmiah untuk mendapatkan manfaat nyata.

Sebuah kajian pernah dilakukan dengan menekankan pada profil fitokimia dan mineral dari berbagai bagian tanaman mengkudu, juga menguatkan dasar farmakologis untuk berbagai manfaat kesehatan, aplikasi tradisional dan obat dari mengkudu.

Metode kajian dengan mengumpulkan semua informasi tentang mengkudu yang tersedia dari database elektronik seperti Jurnal Akademik, Etnobotani, Etnofarmakologi, Springer, PubMed, Google Cendekia, Science Direct, serta sumber primer dan sekunder lainnya.

Hasil kajian menemukan bahwa mengkudu digunakan untuk lebih dari 40 jenis penyakit di seluruh dunia. Ekstrak kasar dari berbagai bagian tanaman dan jus buah dilaporkan mengandung asam amino, antrakuinon, asam lemak, flavonoid, iridoid, lignan, polisakarida, sterol, gula, terpenoid, dll.

Pantangan

Setelah Anda mengetahui manfaat dari mengkudu, Anda juga harus mengetahui informasi efek buruk dari mengkudu. Beberapa laporan kasus menunjukkan bahwa mengkudu dapat menyebabkan beberapa kasus cedera hati akut idiosinkratik, meskipun hubungannya lemah dalam banyak kasus.

Namun demikian, cedera hati akan sembuh dengan cepat setelah berhenti konsumsi mengkudu dan fitur autoimunitas lainnya tidak ada. Mekanisme hepatotoksisitas (kerusakan hati yang disebabkan oleh zat kimia) mengkudu tidak diketahui. Ekstrak buah mengkudu memiliki banyak komponen, termasuk antrakuinon tingkat rendah yang sering disebut sebagai hepatotoksik.

Namun, kasus cedera hati terkait mengkudu memiliki semua karakteristik cedera hati idiosinkratik daripada toksisitas langsung, dan penelitian in vitro dan in vivo mengkudu belum menunjukkan bukti hepatotoksisitas intrinsik.

Berdasarkan hasil penelitian, konsumsi jus mengkudu tidak menyebabkan gangguan histologis di hati atau mempengaruhi aktivitas enzim hati, yang menunjukkan bahwa konsumsi jus buah mengkudu dalam jangka pendek tidak mempengaruhi fungsi hati.

Namun, ekskresi menjadi komponen pertimbangan terakhir untuk analisis farmakokinetik. Oleh karena itu, perlu dilakukan penilaian terhadap fungsi ginjal saat mengevaluasi keamanan konsumsi jus mengkudu. Meskipun tidak secara langsung beracun, pasien dengan penyakit ginjal kronis harus menghindari 100% konsumsi jus mengkudu karena kandungan kaliumnya yang tinggi.

Kandungan kalium dalam jus buah mengkudu mirip dengan jus jeruk dan tomat, dua jus yang juga harus dihindari oleh pasien ginjal. Bagi Anda dengan ginjal tidak bermasalah, konsumsi jus mengkudu dalam jangka pendek tidak memiliki efek merusak pada fungsi ginjal, untuk konsumsi jangka panjang tidak diketahui karena belum ada penelitiannya.

Kesimpulan

Nilai obat dari mengkudu telah dieksplorasi dalam pengobatan tradisional kuno selama ratusan tahun. Hal ini memancing komunitas ilmiah untuk melakukan penelitian terkait manfaat mengkudu. Berdasarkan hasil penelitian yang telah banyak dilakukan, mengkudu terbukti kaya akan manfaat kesehatan dan pengobatan berbagai penyakit.

Catatan: Artikel ini tidak sepenuhnya bisa dijadikan rekomendasi pengobatan, hanya pembuktian manfaat mengkudu dari sisi ilmiah. Walau bagaimana pun, setiap pengobatan harus dikonsultasikan kepada dokter Anda agar proses pengobatan dapat dilakukan dengan benar.

Sekoci Hoaxes. Filter Ekosistem Informasi!

What's Your Reaction?

hate hate
0
hate
Angry Angry
0
Angry
confused confused
0
confused
fail fail
0
fail
fun fun
0
fun
geeky geeky
0
geeky
love love
0
love
lol lol
0
lol
omg omg
0
omg
win win
0
win

0 Comments

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ARTIKEL MENARIK LAINNYA

Kategori: Informasi

ARTIKEL TERBARU

Mengkudu: Buah Menjijikan Yang Mampu Mengobati Berbagai Penyakit