[Hoax vs Fakta] Ada Darah Babi Dalam Kandungan Filter Rokok


Sebuah kabar viral mengatakan bahwa ada kandungan darah babi dalam filter rokok. Temuan ini berdasarkan temuan hasil penelitian Belanda yang menemukan bahwa hemoglobin babi digunakan untuk membuat filter rokok lebih efektif dalam memblokir bahan kimia berbahaya sebelum masuk ke paru-paru perokok.

Simon Chapman, seorang profesor di Universitas Sydney mengatakan bahwa ini adalah salah satu dari 185 penggunaan babi untuk industri yang telah diidentifikasi oleh penelitian Belanda. Chapman mengatakan kepada kantor berita AAP Australia, ” Saya pikir akan ada beberapa kelompok agama yang sangat taat yang akan menemukan gagasan bahwa ada produk babi dalam rokok sangat menyinggung.”

“Komunitas Yahudi tentu saja menanggapi masalah ini dengan sangat serius dan komunitas Islam tentu akan melakukannya juga, seperti yang akan dilakukan oleh banyak vegetarian. Ini hanya melegakan masalah bahwa industri tembakau tidak diwajibkan untuk mengumumkan bahan-bahan rokok .. . mereka mengatakan ‘itu urusan kami’ dan rahasia dagang,” kata Chapman.

Siapa Simon Chapman?

Simon Fenton Chapman adalah akademisi Australia dan aktivis pengawasan tembakau. Ia adalah Profesor Emeritus dalam Kesehatan Masyarakat di Universitas Sydney. Minat penelitian utamanya adalah pengendalian tembakau, wacana media tentang kesehatan dan penyakit, dan komunikasi risiko.

Dia mengajar kursus tahunan dalam Advokasi Kesehatan Masyarakat dan Pengendalian Tembakau di program MPH Universitas Sydney. Pada tahun 1997 Chapman mendapatkan penghargaan Organisasi Kesehatan Dunia saat momen Hari Tanpa Tembakau Sedunia. Ia juga mendapat banyak penghargaan dalam bidang kesehatan masyarakat dan pengendalian tembakau.

Bagaimana dengan rokok di Indonesia?

Badan POM Indonesia memberikan penjelasan mengenai dugaan adanya kandungan darah babi pada filter rokok. Berikut klarifikasi resmi Badan POM RI melalui laman pom.go.id:

– Isu ini pernah muncul pada tahun 2010 dan 2013. Berdasarkan hasil uji filter rokok yang dilakukan di laboratorium Pusat Pengujian Obat dan Makanan Nasional (PPOMN) Badan POM RI pada tahun 2010 menggunakan Metode DNA, dari 5 (lima) merek rokok berfilter yang diuji, TIDAK TERDETEKSI adanya kandungan DNA babi.

– Sesuai Peraturan Pemerintah 109 Tahun 2012 tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif berupa Produk Tembakau bagi Kesehatan, Badan POM RI diamanahkan untuk menyebarkan produk dan iklan rokok yang ditayangkan Nomor. Pengawasan yang dimaksud hanya terkait dengan beberapa hal yang kebenaran kandungan nikotin dan tar, pencantuman peringatan kesehatan pada label, dan ketaatan dalam pelaksanaan iklan dan promosi rokok.

Kesimpulan

Penggunaan darah babi dalam filter rokok tidak menutup kemungkinan, tetapi tidak di semua negara. Untuk rokok di Indonesia tidak ditemukan kandungan darah babi dalam filter rokok, berdasarkan hasil pengujian BPOM RI. Agar lebih aman lebih baik Anda jangan pernah merokok karena rokok dapat merugikan kesehatan Anda.

Sekoci Hoaxes. Filter Ekosistem Informasi!

What's Your Reaction?

hate hate
0
hate
Angry Angry
0
Angry
confused confused
0
confused
fail fail
0
fail
fun fun
0
fun
geeky geeky
0
geeky
love love
0
love
lol lol
0
lol
omg omg
0
omg
win win
0
win

0 Comments

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ARTIKEL MENARIK LAINNYA

Kategori: Fakta

ARTIKEL TERBARU

[Hoax vs Fakta] Ada Darah Babi Dalam Kandungan Filter Rokok