[Mitos vs Fakta] Kelapa Tua Sebabkan Kremian?


Sakit
Ilustrasi

Sebuah kepercayaan yang telah lama bergentayangan di dalam paradigma masyarakat bahwa makan kelapa tua bisa menyebabkan kremian. Masyarakat mendefinisikan kremian sebagai kondisi di mana cacing kecil berwarna putih keluar di anus, bentuknya mirip parutan kelapa.

Makan kelapa tua atau parutan kelapa telah lama dipercaya dapat menyebabkan kremian. Larangan ini sampai sekarang masih berlaku, khususnya beberapa orang tua. Lantas benarkah kepercayaan itu?

Apa itu cacing kremi?

Cacing kremi adalah cacing gelang berukuran kecil, tipis, putih (nematoda) yang disebut Enterobius vermicularis yang terkadang hidup di usus besar dan rektum manusia. Cacing kremi memiliki panjang stapel. Saat seseorang terinfeksi, cacing kremi betina meninggalkan usus melalui anus dan menyimpan telurnya di kulit sekitarnya.

Apa saja gejala infeksi cacing kremi?

Infeksi cacing kremi (disebut enterobiasis atau oxyuriasis) menyebabkan gatal di sekitar anus dan vagina yang dapat menyebabkan kesulitan tidur dan gelisah. Gejalanya disebabkan cacing kremi betina bertelur. Gejala infeksi cacing kremi biasanya ringan dan beberapa orang yang terinfeksi tidak memiliki gejala.

Siapa saja yang berisiko?

Infeksi cacing kremi terjadi di seluruh dunia dan menyerang orang-orang dari segala usia dan tingkat sosial ekonomi. Ini adalah infeksi cacing yang paling umum di seluruh dunia. Infeksi cacing kremi sering terjadi pada lebih dari satu orang di lingkungan rumah tangga dan institusi. Infeksi cacing kremi mudah menular pada siapa saja dan di mana saja.

Bagaimana infeksi cacing kremi menyebar?

Infeksi cacing kremi disebarkan melalui jalur fecal-oral, yaitu melalui perpindahan telur cacing kremi infektif dari anus ke mulut seseorang, baik secara langsung dengan tangan maupun tidak langsung melalui pakaian, tempat tidur, makanan, atau barang lain yang terkontaminasi.

Telur cacing kremi menjadi infektif dalam beberapa jam setelah disimpan pada kulit di sekitar anus dan dapat bertahan selama 2 hingga 3 minggu pada pakaian, alas tidur, atau benda lain.

Orang menjadi terinfeksi, biasanya tanpa disadari, dengan menelan (tertelan) telur cacing kremi infektif yang ada di jari, di bawah kuku, atau di pakaian, tempat tidur, dan benda serta permukaan lain yang terkontaminasi. Karena ukurannya yang sangat kecil, telur cacing kremi terkadang bisa terbawa udara dan tertelan saat bernafas.

Apakah hewan peliharaan bisa menularkan cacing kremi?

Tidak. Manusia dianggap satu-satunya inang E. vermicularis yang juga dikenal sebagai cacing kremi manusia. Kecuali telur cacing kremi bersarang di kulit atau bulu hewan peliharan Anda dan tanpa sengaja Anda menelannya.

Bagaimana cara mengobati infeksi cacing kremi?

Cacing kremi dapat diobati dengan resep atau obat dari dokter. Konsultasikan dengan penyedia layanan kesehatan sebelum menangani kasus dugaan infeksi cacing kremi.

Semua kontak rumah dan pengasuh dari orang yang terinfeksi harus dirawat pada waktu yang sama. Infeksi ulang dapat terjadi dengan mudah sehingga perhatian yang ketat terhadap kebersihan tangan yang baik sangat penting (misalnya mencuci tangan dengan benar, menjaga kebersihan kuku, menghindari menggigit kuku, menghindari menggaruk area perianal).

Mandi pagi setiap hari dan mengganti pakaian dalam setiap hari membantu menghilangkan sebagian besar telur. Mandi mungkin lebih disukai untuk menghindari kemungkinan kontaminasi air mandi.

Penanganan yang hati-hati dan sering mengganti pakaian dalam, pakaian tidur, handuk, dan seprai dapat membantu mengurangi infeksi, infeksi ulang, dan kontaminasi lingkungan dengan telur cacing kremi. Barang-barang ini harus dicuci dengan air panas, terutama setelah setiap perawatan orang yang terinfeksi dan setelah setiap penggunaan sampai infeksi sembuh.

Apakah infeksi cacing kremi bakteri atau virus?

Cacing kremi bukan bakteri ataupun virus, melainkan parasit. Parasit adalah organisme yang hidup pada atau di dalam organisme inang dan mendapatkan makanannya dari inangnya. Ada tiga kelas utama parasit yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia: protozoa, cacing, dan ektoparasit.

Apakah ada hubungannya kelapa tua dan cacing kremi?

Tidak. Kelapa tua tidak akan menyebabkan infeksi cacing kremi. Mitos itu bersumber dari kesalahan mendeteksi bentuk cacing kremi yang disangka parutan kelapa (tipis dan putih) yang keluar dari anus.

“Hehehe cacing kremi, Oxyuris vermicularis atau enterobiasis. Disamakan dengan kelapa cuma mirip saja bentuknya. Intinya seperti biasa, apa yang tidak ada penelitian klinis berdasarkan RCT tidak bisa dipercaya,” jawab dr. Ronny saat dihubungi Sekoci Hoaxes (04/04).

Benarkah informasi bahwa kelapa, terutama minyaknya bisa mengatasi infeksi cacing kremi?

Minyak kelapa telah lama diketahui mengandung sifat antibakteri dan antivirus. Sifat ini diklaim mampu mengatasi cacing kremi. Caranya dengan mengonsumsi satu sendok teh minyak kelapa murni setiap pagi atau mengosokkan sedikit minyak kelapa ke bagian yang sakit (terdapat cacing). Pengobatan ini sifatnya anekdot atau tanpa dukungan data ilmiah.

“Itulah saya tidak pernah mau membahas klaim seperti ini, pertama sudah pasti tidak bisa di pertanggungjawabkan, kedua susah mengubah orang yang kadung percaya sama home remedies (pengobatan rumahan), ketiga penyakitnya pun tidak mematikan hanya saja kasihan membuat anak-anak menjadi berkurang kognitifnya karena gangguan tidur,” tegas dr. Ronny.

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, cacing kremi adalah parasit. Minyak kelapa “bisa saja” meredakan sakit di kulit anus atau vagina, tetapi tidak bisa mengobati infeksi cacing kremi. Infeksi cacing kremi harus diobati dengan obat cacing untuk menghilangkan parasit di dalam tubuh manusia.

Kesimpulan

Makan kelapa tua atau parutan kelapa bisa menyebabkan kremian adalah mitos tanpa data ilmiah. Makan kelapa tua tidak akan menyebabkan Anda terinfeksi cacing kremi, kecuali kelapa yang Anda makan telah terkontaminasi telur cacing kremi (tertelan).

Sekoci Hoaxes. Filter Ekosistem Informasi!

What's Your Reaction?

hate hate
0
hate
Angry Angry
0
Angry
confused confused
0
confused
fail fail
0
fail
fun fun
0
fun
geeky geeky
0
geeky
love love
0
love
lol lol
0
lol
omg omg
0
omg
win win
0
win

0 Comments

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kategori: Indonesia

ARTIKEL TERBARU

[Mitos vs Fakta] Kelapa Tua Sebabkan Kremian?