Waspada Nomor Telepon +92!


+92
Ilustrasi

Kejahatan internet semakin merajalela dan tak pandang bulu. Jika Anda mendapat pesan WhatsApp (WA) atau telepon dari nomor +92, jangan pernah ditanggapi, langsung diblokir saja. Nomor ini awalnya mengirim pesan di WA, lalu menghubungi melalui video call berharap target menerima.

Jika merespon atau membalasnya, biasanya nomor tersebut akan mengirim gambar atau video tidak senonoh. Yang harus diketahui, kode +92 berasal dari negara Pakistan. Jangan pernah menerima telepon ataupun menelepon balik dari kode telepon tak dikenal.

Jika Anda sedang menunggu telepon internasional atau ada saudara yang berada di luar negeri, pastikan melihat kode negara di pesan atau panggilan yang masuk. Kode tersebut bisa dicek di pencarian internet (Google).

Peringatan ini bukan sekedar omong kosong, banyak netizen sudah mengalaminya. Banyak komentar di Halaman Facebook Sekoci Hoaxes, mereka mengalami hal yang sama.

“Siang tadi juga ada yg video call berulang ulang tapi tidak saya angkat.
Ini nomer nya +92 345 6849769 dan dia mengaku bernama bilal dari pakistan. karna ngga jelas dan ngga penting langsung aja saya blokir. Ternyata emg udah banyak yaa korban nya,” tulis Devi Julia.

“Aku tadi bgt. VC nya di riject, malah ngirim chat n porn pict. Najjjooooong!!” tulis EvieYuningsih.

“Ya Allah kok saya ngalamin juga. saya baru dapat pesan dari no dg kode +92.. untung blm sempat di vc saya segera check di google dan dapatkan informasi dari stats ini. Langsung saya laporkan dan blok no nya. Alhamdulillah… Trimakasih infonya,” tulis Cllusetia Tya.

Bukan hanya itu, kami juga mendapat pesan dari seorang wanita yang menceritakan kisah kakaknya yang menjadi korban pria Pakistan. CU (31) menceritakan bahwa kakaknya, SM (38), menjadi korban pria Pakistan yang tinggal di Irak.

“Miris! Hari ini memang hari yang sangat sial bagi aku dan saudara perempuanku. Seorang pria dari pakistan yang tinggal di Irak telah mengancam, memeras, dan melecahkan saudara perempuan saya. Karena wajah yang sangat polos saudara perempuan saya, dia selalu mengikuti keinginannya (pelaku) karena rasa takut. Dan hari ini dia menangis dan bercerita tentang apa yang di alaminya,” kata CU kepada Sekoci Hoaxes (28/03).

“Ternyata selama keinginan nafsu laki laki tersebut telah discreenshot dan dibuatkan video dengan ancaman mau diviralkan di Facebook. Bahkan pelaku minta dikirim uang agar foto-foto tersebut tidak disebarkan. Sangat tersayat mendengarkan cerita saudara perempuanku seolah dia tidak punya cara lain untuk menghadapinya,” lanjutnya.

Wanita berusia 31 tahun yang bekerja di Uni Emirat Arab ini sangat terpukul memikirkan apa yang dialami kakaknya. CU juga telah melaporkan apa yang dialami kakaknya kepada pihak kepolisian Irak dan Pakistan, melalui pesan di Halaman Facebook.

“Dia telah memeras, melecehkan, dan mengancam. Saya sudah berusaha melaporkannya ke pihak polisi di Irak dan Pakistan tetapi tidak ada respon,” keluh CU.

CU mencoba mengirim pesan di Halaman Facebook Police Iraq
CU mencoba mengirim pesan di Halaman Facebook Punjab Police Pakistan

CU menceritakan kronologi awal bahwa kakaknya yang sangat polos tidak pernah mengetahui media sosial. Hingga suatu hari ia mencoba membuat akun Facebook dan tidak mengetahui seluk beluk dunia maya.

“Kakak saya yang begitu polos tidak pernah mengenal dunia luar apa lagi dunia maya. Suatu ketika seseorang menawarkan padanya ponsel android dan berniat untuk mempelajari arti dunia maya. Dan pada saat itu ia membuatnya account FB dan secara perlahan diapun memahami nya,” CU bercerita.

“Aku sebagai adik selalu ingin mengetahui apa yang diperbuatnya di FB, terkadang aku sering menegur karena dia terlalu asik dengan FB-nya. Tak lama kemudian dia berani berteman dengan orang-orang luar, salah satunya adalah orang pakistan,” tambahnya

“Dan akupun selalu memantau mereka ketika berkomentar di status atau postingan-postingan lainnya. Kakak yang tak pernah tahu siapa dan bagaimana orang pakistan itu, dia malah semakin keasyikan dan seakan merasa bangga telah berpacaran dengan orang tersebut.”

CU juga pernah menegur pria Pakistan tersebut untuk menjauhi kakaknya tetapi pelaku semakin menjadi-jadi. Selanjutnya SM memberanikan diri melakukan video call dengan pelaku. Setelah video call, SM selalu murung dan banyak berkeluh di statusnya.

“Dan pernah aku memarahi si pria tersebut agar menjauhi kakakku, tetapi entah apa yang terjadi setelah itu dan pria itu memblokirku,” kata CU. “Mungkin kakakku beranikan diri untuk video call dengan pria tersebut. Entah apa yang mereka perbuat. Tetapi setelah itu kakakku selalu murung dan banyak berkeluh di statusnya. Seakan sesuatu menekannya.”

“Suatu ketika mungkin terjadi pertengkaran hebat antara mereka berdua dan pria tersebut ternyata selalu memaksa kakakku untuk melakukan semacam phonese*. Dia dipaksa untuk melakukannya dengan ancaman jika tidak dia akan menyebarkan video dan photo sccrenshotanny di medsos. Kakakku yang sangat polos dan penakut, dia selalu memenuhi keinginan pelaku karena merasa takut.”

Tidak hanya sampai di situ, pelaku juga mencoba menghubungi CU melalui pesan WhatsApp. Pelaku meminta CU menggantikan kakaknya (SM) dengan anacaman yang sama.

“Suatu hari pria itu tiba-tiba masuk di WA saya. Meminta saya untuk menggantikan posisi kakak saya karena kakak saya waktu itu sempat memblokirnya karena marah. Si pelaku mengirimkan kepada saya beberapa video yang dia buat selagi vc dan beberapa foto screenshot dengan penuh ancaman,” curhat CU.

“Tapi pada saat itu saya langsung memblokirnya, kemudian saya sempat marah dan menasehati kakak saya sendiri. Namun kakak saya mungkin masih dalam keadaan ketakutan dan terus meladeni apa yang si pelaku inginkan.”

Pelaku menggunakan dua nomor pakistan, +92 335 8401791 dan +923361555384. Pelaku juga menggunakan nomor Irak di mana ia tinggal sekarang, +964 771 073 7398.

Apa yang dialami CU dan SM dapat diambil pelajaran bahwasannya dunia maya penuh dengan tipu daya. Jangan mudah terpesona dengan status seseorang di media sosial. Dan yang harus diingat, jangan pernah menampilkan nomor telepon di akun medsos Anda karena penjahat online mencari korban dengan menggunakan nomor telepon.

Sekoci Hoaxes. Filter Ekosistem Informasi!

What's Your Reaction?

hate hate
0
hate
Angry Angry
0
Angry
confused confused
0
confused
fail fail
0
fail
fun fun
0
fun
geeky geeky
0
geeky
love love
0
love
lol lol
0
lol
omg omg
0
omg
win win
0
win

0 Comments

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ARTIKEL MENARIK LAINNYA

Kategori: Indonesia

ARTIKEL TERBARU

Waspada Nomor Telepon +92!