Benarkah Menikah Dengan Saudara Berisiko Lahir Anak Cacat?


Pernikahan adalah impian semua manusia yang nantinya akan hadir generasi baru (anak). Pernikahan bukan hanya tentang cinta, tetapi juga harus diperhitungkan calon anak kelak. Sebuah pertanyaan muncul bagaimana jika menikah dengan saudara kandung, apakah berisiko anak lahir cacat? Mari kita cari tahu jawabannya menurut pandangan sains.

DNA kita memiliki instruksi untuk menjadikan kita siapa kita sebenarnya. Banyak dari instruksi ini datang dalam bentuk gen. Setiap gen memiliki instruksi untuk satu bagian kecil dari kita. DNA adalah panduan instruksional yang memberitahu tubuh kita bagaimana tumbuh, berkembang, dan bekerja dengan baik. Gen adalah unit individu yang membentuk DNA kita. Kita semua memiliki dua salinan dari setiap gen: satu dari ibu dan satu dari ayah.

Gen kita dapat memberi tahu kita warna mata, warna rambut apa yang harus dimiliki atau bahkan seberapa tinggi ukuran badan. Gen merupakan bagian besar dari apa yang membuat kita masing-masing berbeda dengan yang lain!

Kita memiliki dua salinan gen yang berasal dari ibu dan ayah. Faktanya, kita sebenarnya mendapatkan satu salinan dari sebagian besar gen kita dari ibu dan satu salinan dari ayah. Inilah sebabnya mengapa kita cenderung terlihat seperti kedua orang tua kita.

Yang harus dicatat, kita diwarisi gen ibu dan ayah yang berbeda. Jika gen warisan sama maka berisiko cacat fisik dan mental. Pengaruh gen saudara kandung terlihat sama karena mereka berbagi beberapa gen yang sama dari ayah dan ibu.

Ini berarti bahwa ayah dan ibu Anda masing-masing perlu mewariskan gen yang berubah. Perbedaan gen perlu diturunkan kepada Anda dari orang tua agar berpengaruh, para ilmuwan menyebutnya “warisan resesif”.

Sebagian besar dari kita membawa beberapa atau lebih gen resesif yang salah sehingga menikah dengan keluarga. Saudara kandung yang menikah atau incest sangat berisiko melahirkan anak cacat dengan risiko 50%, mengalami kelainan bawaan, kematian, serta cacat perkembangan dan fisik.

Para ahli mengungkapkan resiko pernikahan sedarah akan melahirkan anak cacat karena orangtua memiliki gen dengan karakteristik yang sama. Pasangan yang sehat, keduanya membawa gen normal dan gen yang berubah, mereka pembawa gen yang sehat. Karena seorang anak mewarisi satu gen dari setiap orang tua, anak yang lahir dapat mewarisi gen normal dari kedua orang tuanya.

Bagaimana menikah dengan sepupu, apakah berisiko?

Banyak kasus di mana pernikahan antar keluarga memang benar terjadi. Di seluruh dunia, lebih dari 10% pernikahan terjadi antara sepupu pertama atau kedua. Pernikahan sepupu adalah topik penting dalam teori antropologi dan aliansi. Dalam beberapa budaya dan komunitas, pernikahan sepupu dianggap ideal dan secara aktif didorong dan diharapkan.

Anak-anak dari perkawinan sepupu pertama memiliki peningkatan risiko kelainan genetik resesif autosomal. Sebuah studi yang dilakukan di Bradford Royal Infirmary, dengan 13.500 bayi yang lahir menyimpulkan bahwa perkawinan dengan kerabat sedarah menyumbang hampir sepertiga (31%) dari semua cacat lahir pada bayi asal Pakistan. Pernikahan antara sepupu menjadi tradisi kuat di Pakistan.

Apa itu sepupu?

Ada banyak derajat dan jenis sepupu:

  • Sepupu pertama: Anak dari bibi atau paman Anda (Anak dari saudara kandung salah satu orang tua Anda)
  • Sepupu kedua: Anak dari sepupu orang tua Anda
  • Sepupu jauh: Sepupu pertama orang tua Anda atau anak sepupu pertama Anda (keponakan)

Pernikahan antara sepupu pertama lebih berisiko dibanding sepupu kedua. Sedangkan pernikahan saudara kandung (adik dan kakak) jauh berisiko dibanding sepupu pertama dan kedua.

Lantas bagaimana dengan saudara tiri?

Anggota keluarga yang lebih dekat satu sama lain berbagi lebih banyak DNA. Misalnya, saudara kandung Anda berbagi 50% DNA Anda, sementara saudara tiri Anda hanya berbagi 25%. Demikian pula, sepupu pertama Anda berbagi 12,5% DNA Anda, sementara sepupu kedua Anda berbagi hanya sekitar 3%.

Artinya, pernikahan antara saudara tiri (sedarah) lebih berisiko dibanding dengan pernikahan sepupu pertama. Pernikahan antara saudara berisiko anak cacat karena varian gen resesif yang sama. Pembawa gen sehat merupakan gabungan dua salinan dari setiap gen.

Kesimpulan

Pernikahan antara kerabat dekat meningkatkan kemungkinan masalah genetik tertentu. Secara khusus, ini meningkatkan kemungkinan memiliki anak dengan kondisi resesif (gen yang lemah yang tidak dapat menunjukkan sifat yang di bawahnya jika berpasangan dengan alel yang bersifat dominan ataupun normal), berisiko lahir dengan kondisi cacat fisik ataupun mental.

Sekoci Hoaxes. Filter Ekosistem Informasi!

What's Your Reaction?

hate hate
0
hate
Angry Angry
0
Angry
confused confused
0
confused
fail fail
0
fail
fun fun
0
fun
geeky geeky
0
geeky
love love
0
love
lol lol
0
lol
omg omg
0
omg
win win
0
win

0 Comments

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ARTIKEL MENARIK LAINNYA

Kategori: Informasi

ARTIKEL TERBARU

Benarkah Menikah Dengan Saudara Berisiko Lahir Anak Cacat?