[Mitos Vs Fakta] Benarkah Kopi Mampu Usir Kantuk?


Apakah saat ini Anda sedang berjuang melawan rasa kantuk agar tetap terjaga selama bekerja atau kegiatan lainnya? Lantas benarkah secangkir kopi bisa menjadi senjata Anda untuk mengusir rasa kantuk? Mari kita ungkap jawabannya dengan merujuk pada fakta ilmiah.

Rasa kantuk adalah alarm dari tubuh untuk segera tidur. Kantuk disebabkan oleh kuantitas tidur yang tidak normal atau kualitas tidur. Selain itu, beberapa gangguan neurologis, psikologis, jantung dan paru dapat berkontribusi. Untuk memahami apa sebenarnya yang dimaksud dengan kantuk, berikut contohnya:

Bayangkan ketika Anda tidak cukup tidur selama beberapa malam dan sialnya malam ini Anda mendapat jatah tugas ronda. Sekarang jam 11 malam dan Anda sedang duduk santai di pos kamling dengan kondisi perut kenyang sehabis makan sepiring nasi goreng. Malam semakin larut dan kelopak mata Anda kian berat dan tak tertahankan. Itulah saat Anda mengantuk.

Rasa kantuk terkorelasi dengan akumulasi neurotransmitter dalam otak yang disebut adenosin. Semua orang akan merasa mengantuk setiap hari, terutama sebelum tidur. Anda akan merasa lebih mengantuk pada saat Anda seharusnya tertidur, seperti pada malam hari. Ini berkaitan dengan peran ritme sirkadian.

Beberapa orang mengalami kantuk tanpa sebab yang jelas sebagai akibat dari kondisi yang disebut hipersomnia idiopatik. Selain itu, kantuk dapat terjadi akibat mengonsumsi makanan yang kaya akan triptofan (seperti telur), minum alkohol, atau efek samping obat-obatan (termasuk obat tidur). Setelah makan, perasaan mengantuk disebut kantuk postprandial.

Sangat penting untuk membedakan antara kantuk dan perasaan kantuk akibat terlalu kenyang makan atau kondisi sedang bosan. Rasa kantuk umumnya terjadi pada malam hari di mana tubuh Anda harus beristirahat (tidur) setelah seharian beraktivitas. Kantuk merupakan peringatan bahwa tubuh Anda tidak boleh dipaksakan untuk selalu beraktivitas.

Perasaan kantuk bisa datang kapan saja dan di mana saja. Ketika Anda sedang merasa bosan biasanya akan muncul perasaan kantuk, dengan beraktivitas menghilangkan rasa bosan maka kantuk akan hilang. Setelah makan Anda juga bisa merasa mengantuk (postprandial), karena perut kenyang akan membuat Anda malas bergerak (diam) dan akhirnya menyebabkan merasa kantuk.

Kopi dan kantuk

Di dalam otak, ada reseptor adenosin yang mengaktifkan rasa kantuk. Menariknya, kafein mampu menghalangi aksi adenosin di dalam otak. Kafein adalah zat alami yang dapat diekstrak dari tanaman. Sumber alami kafein termasuk biji kopi, daun teh dan biji kakao. Ini juga dapat diproduksi secara sintetis.

Kopi menyumbang 54% dari konsumsi kafein di dunia. Kafein mulai mempengaruhi tubuh Anda dengan cepat, mencapai puncaknya di dalam darah dalam waktu 30 hingga 60 menit. Efek kafein memiliki paruh waktu 3 hingga 5 jam. Walaupun zat kafein dalam kopi mampu mengusir rasa kantuk tetapi kafein juga memiliki efek negatif.

Kafein dapat berefek negatif bagi kualitas tidur Anda. Efek stimulan yang paling jelas adalah dapat membuat Anda sulit untuk tertidur. Satu studi menemukan bahwa kafein dapat mengurangi total waktu tidur Anda. Kafein juga dapat memangkas tidur nyenyak yang seharusnya Anda nikmati.

Efek buruk dari kafein dapat terjadi bahkan ketika Anda mengkonsumsinya lebih awal (6 jam sebelum tidur), mengurangi total waktu tidur sebanyak 1 jam. Mengkonsumsi kafein dosis tinggi secara teratur dapat menyebabkan komplikasi selama kehamilan, diare, mual, detak jantung meningkat, insomnia, dan gangguan kecemasan.

Cara aman konsumsi kafein

Semua yang berlebihan tentunya tidak baik. Anda harus membatasi konsumsi kafein tidak lebih dari 400 mg per hari. Ini sama dengan sekitar tiga hingga empat cangkir (8 ons) kopi. Wanita yang sedang hamil atau menyusui harus mengkonsumsi lebih sedikit kafein atau menghindarinya sama sekali.

Orang tua harus membatasi jumlah kafein yang dikonsumsi oleh anak-anaknya. Orang dengan tekanan darah tinggi atau masalah jantung lainnya harus menghindari kafein dalam kadar tinggi. Lebih baik jika Anda menghindari kafein di sore hari dan di malam hari.

Jika Anda terbiasa konsumsi minuman yang mengandung kafein setiap hari, dan ingin mengurangi, yang terbaik adalah melakukannya secara bertahap. Berhenti tiba-tiba dapat menyebabkan gejala penarikan seperti sakit kepala, gelisah, dan gugup.

Tidak seperti opioid (obat penghilang rasa sakit yang masuk golongan narkotika) atau alkohol, efek penarikan kafein tidak dianggap berbahaya, tetapi dapat menjadi tidak menyenangkan. Alangkah baiknya Anda berkonsultasi dengan penyedia layanan kesehatan tentang cara mengurangi konsumsi kafein yang tepat.

Kesimpulan

Kopi terbukti bisa mengusir rasa kantuk karena kandungan kafein mampu menghadang aksi adenosin mengaktifkan alarm kantuk dalam otak. Kafein memiliki efek positif dan negatif. Ini bisa sangat efektif untuk meningkatkan konsentrasi, kewaspadaan, dan energi Anda.

Tetapi efek ini bisa singkat jika Anda mengonsumsi kafein dosis tinggi setiap hari. Kafein juga dapat memiliki efek negatif pada tidur Anda. Ini dapat mengurangi kuantitas dan kualitas tidur Anda. Semua efek negatifnya dapat terjadi bahkan ketika Anda tidak menyadarinya.

Sekoci Hoaxes. Filter Ekosistem Informasi!

What's Your Reaction?

hate hate
0
hate
Angry Angry
0
Angry
confused confused
0
confused
fail fail
0
fail
fun fun
0
fun
geeky geeky
0
geeky
love love
0
love
lol lol
0
lol
omg omg
0
omg
win win
0
win

0 Comments

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kategori: Fakta

ARTIKEL TERBARU

[Mitos Vs Fakta] Benarkah Kopi Mampu Usir Kantuk?