Benarkah Google dan Apple Hapus Wilayah Palestina Dari Maps?


Jagad internet digemparkan dengan kabar tuduhan bahwa Google dan Apple telah menghapus Palestina dari peta online mereka, meskipun tidak pernah diberi label. Pencarian untuk Palestina di Google Maps dan Apple Maps menunjukkan garis besar untuk wilayah Tepi Barat dan Jalur Gaza, tetapi tidak ada label untuk Palestina.

Pencarian untuk wilayah Palestina di Google Maps mengarahkan pengguna ke Israel. Hal serupa juga berlaku di peta online milik Apple seakan menandai aneksasi Israel atas Palestina dengan menghapusnya dari peta dunia mereka. Hal ini memicu kemarahan netizens dan meluapkannya di jejaring sosial.

Seorang netizen menulis: “Peta Google dan Apple telah secara resmi menghapus Palestina dari Peta Dunia. Hari ini Palestina dihapus dari peta, besok Palestina akan dihapus dari dunia. KEMBALIKAN PALESTINA PADA PETA.” Cuitan lainnya menyindir, “Saya suka bagaimana Twitter Barat diam tentang Palestina yang dihapus dari peta Google dan Apple dan diganti dengan“ Israel ”. Berikut adalah utas tentang apa yang Anda lewatkan tentang Palestina. RT tolong, dunia mengabaikan ini.”

Hal ini menjadi heboh karena bulan lalu, perdana menteri Israel Benjamin Netanyahu berjanji akan mencaplok bagian-bagian Tepi Barat yang diduduki, mendorong lebih dari 1000 anggota parlemen dari seluruh Eropa untuk bersama menandatangani surat protes. Bahkan Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres meminta Israel untuk tidak mengabaikan kecaman atas rencananya mencaplok Tepi Barat.

Israel merebut dan menduduki Tepi Barat, Jalur Gaza dan Dataran tinggi Golan selama perang 1967. Israel menegaskan bahwa mereka tidak lagi menduduki Gaza setelah membongkar pemukiman pada tahun 2005. Namun, karena kontrol pertahanan yang signifikan atas wilayah udara dan perbatasan wilayah pesisir, Gaza masih diklasifikasikan sebagai tanah yang ditempati oleh PBB.

Netizens ramai membagikan hasil tangkapan layar peta online Google dan Apple dengan klaim bahwa label Palestina telah dihapus. Klaim itu tampaknya berawal dari posting Instagram yang viral oleh seorang pengguna bernama “Astagfirollah” pada hari Rabu (15/07/2020).

Pembaruan telah ditambahkan ke postingan, menyatakan bahwa itu adalah “informasi palsu”. Namun post itu terlanjur viral dibagikan di artikel berita dunia dan platform media sosial lainnya dengan menyebarkan klaim bahwa kedua perusahaan teknologi itu mendukung pendudukan Israel atas Palestina.

Untuk memperjelas benarkah Palestina dihapus dari peta online, kami mencoba mencari wilayah Palestina menggunakan Google Maps. Hasilnya Palestina masih ada di peta online Google.

Ini bukan kali pertama Google dituduh menghapus nama Palestine di peta online mereka. Pada tahun 2016, sebuah petisi Change.org mengklaim “Google Maps telah menghapus Palestina atas desakan pemerintah Israel”, menambahkan bahwa “dua pendiri Google yang merupakan Yahudi memiliki kedekatan dengan Israel dan para pemimpinnya.”

Saat itu pihak Google merespon dengan mengatakan bahwa nama Palestina memang tidak pernah ada di petanya. Seorang juru bicara Google mengatakan pada saat itu: “Tidak pernah ada label ‘Palestina’ di Google Maps.” Itu artinya bagaimana mungkin label Palestina dihapus sedangkan label tidak pernah ada.

Google Maps tidak mencantumkan label Palestina bukan berarti Google tidak mengakuinya. Secara wilayah, Palestina masuk dalam peta online Google, bahkan ada informasi tentang Palestina. Google sengaja tidak mencantumkan label ‘Palestina’ bagian dari kebijakan karena masuk dalam wilayah yang disengketakan.

Palestina bukan satu-satunya, pada tahun 2014, Google juga masuk ke dalam suhu panas di atas wilayah yang disengketakan. Sebuah proyek yang disebut Disputed Territories (Wilayah Sengketa) mendokumentasikan bagaimana Google Maps berupaya untuk tidak terlibat dalam perselisihan geografis dan masalah identitas nasional.

Seperti wilayah Pegunungan Kashmir yang masuk sengketa India dan Pakistan. Kedua belah pihak saling mengklaim pos terdepan Himalaya sebagai wilayah mereka. Perbatasan peta online Google di sana menampilkan Kashmir sebagai sepenuhnya di bawah kendali India. Di tempat lain, pengguna melihat garis besar wilayah tersebut sebagai garis putus-putus, tanda wilayah yang disengketakan.

Contoh lainnya terjadi di garis batas sekitar Rusia dan Krimea. Pengguna di Rusia melihat garis batas yang solid di sekitar Rusia dan Krimea. Di luar Rusia, Krimea dikelilingi oleh garis putus-putus, menunjukkan sebagai wilayah yang diduduki. Begitupula dengan sengketa Jepang dan Semenanjung Korea.

Untuk hampir semua, itu dikenal sebagai Laut Jepang, tetapi untuk pengguna Google Maps di Korea Selatan, itu terdaftar sebagai Laut Timur. Lebih dari 4.000 mil jauhnya, jalur air yang memisahkan Iran dari Arab Saudi dapat berupa Teluk Persia atau Teluk Arab, tergantung pada siapa yang mencari online. Dan garis di Sahara Barat yang menandai perbatasan utara dengan Maroko menghilang jika orang Maroko mencarinya di Web. Wilayah barat laut Afrika yang jarang penduduknya diperdebatkan oleh Maroko, yang merebutnya pada tahun 1975, dan penduduk asli Sahrawi.

Ketika melihat peta online ke perbatasan atau wilayah yang diperebutkan, orang-orang di berbagai negara sering melihatnya berbeda. Pada dasarnya Google membuat peta wilayah perbatasan tidak pernah sama alias tergantung pada siapa yang melihatnya.

“Kami tetap netral pada masalah daerah dan perbatasan yang disengketakan, dan melakukan segala upaya untuk menampilkan secara objektif perselisihan di peta kami menggunakan garis batas abu-abu putus-putus. Di negara-negara di mana kami memiliki Google Maps versi lokal, kami mengikuti undang-undang setempat saat menampilkan nama dan perbatasan,” kata Ethan Russell, direktur manajemen produk untuk Google Maps, dalam pernyataan yang dikirim melalui juru bicara Winnie King.

Kesimpulan

Klaim bahwa Palestina dihapus dari peta online Google dan Apple adalah isu lama yang diangkat kembali. Label ‘Palestina’ di peta online tidak pernah ada, tetapi wilayahnya terpampang jelas di Google Maps. Logikanya, bagaimana mungkin sesuatu yang tidak pernah ada tiba-tiba dihapus!?

Sekoci Hoaxes. Filter Ekosistem Informasi!

What's Your Reaction?

hate hate
0
hate
Angry Angry
0
Angry
confused confused
0
confused
fail fail
0
fail
fun fun
0
fun
geeky geeky
0
geeky
love love
0
love
lol lol
0
lol
omg omg
0
omg
win win
0
win

0 Comments

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ARTIKEL MENARIK LAINNYA

Kategori: Disinformasi

ARTIKEL TERBARU

Benarkah Google dan Apple Hapus Wilayah Palestina Dari Maps?