Benarkah Dunia Dalam Bahaya Karena Potensi Pandemi Flu Babi Jenis Baru?


Klaim: Dunia dalam bahaya, virus baru ditemukan di China ditularkan babi.

Dunia dalam bahaya, ilmuwan China telah menemukan sebuah virus flu baru yang berpotensi menjadi wabah bahkan pandemi seperti Virus Corona atau COVID-19.

Para ilmuwan itu menyebutkan dikutip dari BBC, Selasa 30 Juni 2020, virus flu ini muncul dan dibawa oleh babi. Namun bisa menular ke manusia.

Sumber: Viva.co.id


CLICKBAIT


Analisis

Para peneliti China menemukan flu babi strain baru yang berpotensi memicu pandemi, menurut sebuah penelitian yang diterbitkan di jurnal sains PNAS, 29 Juni 2020. Hasil temuan itu menjadi santapan lezat outlet berita online dunia.

Dinamai G4, secara genetik diturunkan dari strain H1N1 yang menyebabkan pandemi pada 2009. Virus ini memiliki semua ciri utama yang mampu beradaptasi untuk menginfeksi manusia, kata para penulis studi.

Banyak outlet berita online dunia melaporkan hasil temuan itu, tidak terkecuali media Indonesia. Viva.co.id bahkan menggunakan judul bombastis seolah dunia dalam bahaya karena virus baru dari babi, meneror masyarakat dan menciptakan kepanikan.

Lantas benarkah itu virus baru dan dunia dalam bahaya?

Ketika Anda membaca berita sains dan kesehatan jangan mudah terhasut oleh warta media. Selalu pastikan kebenarannya dengan mencari jurnal aslinya. Mari kita cari tahu hasil penelitiannya dan mempelajari secara cermat dari sumber utama, Proceedings of the National Academy of Sciences of the United States of America (PNAS).

Secara garis besar, berita itu menjadi heboh karena flu babi strain baru ini berpotensi menjadi pandemi. Apa itu pandemi? Pandemi adalah fenomena wabah yang menyebar ke banyak negara (berskala internasional). Salah satu syarat pandemi jika penularannnya dari manusia ke manusia.

Para peneliti secara gamblang mengungkapkan bahwa virus G4 dapat berpindah dari hewan ke manusia. Namun, belum ada bukti virus ini dapat menularkan dari manusia ke manusia. Contoh pandemi yang sekarang terjadi adalah Covid-19, yang menyebar secara global karena penyebaran virus ini sangat mudah yaitu dari manusia ke manusia.

Para peneliti mengingatkan bahwa virus G4 merupakan patogen zoonosis baru pada hewan ternak (babi) yang sangat berisiko pada manusia yang memiliki kontak langsung (para peternak). Sebuah infeksi zoonosis disebabkan oleh patogen yang telah berpindah dari hewan ke manusia.

Apa itu  Flu Babi?

Flu babi adalah penyakit pernapasan babi yang disebabkan oleh virus influenza tipe A yang secara teratur menyebabkan wabah influenza pada babi. Virus ini disebut flu babi karena sumber inangnya berasal dari hewan babi.

Seperti virus influenza manusia, ada berbagai subtipe dan jenis virus flu babi. Virus influenza babi utama yang pernah beredar pada babi dalam beberapa tahun terakhir adalah, virus triple reassortant (tr) H1N1 influenza, virus trH3N2, dan virus trH1N2.

Virus flu babi biasanya tidak menginfeksi manusia. Namun, infeksi manusia biasanya bersirkulasi pada babi dan tidak terjadi pada manusia. Ketika ini terjadi, virus-virus ini disebut “virus varian”. Dengan begitu maka diberi kode dengan menambahkan huruf “v” pada akhir subtipe virus. Contoh infeksi manusia dari virus ini dengan kode H1N1v, H3N2v dan H1N2v.

Paling umum, infeksi manusia dengan virus varian terjadi pada orang-orang yang kontak langsung dengan babi yang terinfeksi (misalnya, orang yang bekerja dekat babi di peternakan atau pekerja di industri babi). Ketika babi yang terinfeksi batuk atau bersin maka tetesannya akan menyebar ke udara.

Jika tetesan ini mendarat di hidung atau mulut Anda, atau terhirup, Anda dapat terinfeksi. Ada juga beberapa bukti bahwa Anda mungkin terinfeksi dengan menyentuh sesuatu atau benda yang terkontaminasi virus dan kemudian menyentuh mulut atau hidung Anda sendiri. Cara ketiga untuk kemungkinan terinfeksi adalah dengan menghirup partikel yang mengandung virus influenza. Para ilmuwan tidak benar-benar yakin cara penyebaran mana yang paling umum.

Seperti virus influenza pada manusia dan hewan lain, flu babi juga mengalami mutasi. Tanda-tanda flu babi pada babi dapat meliputi demam, depresi, batuk, bersin, kesulitan bernafas, mata merah atau peradangan, dan muntah-muntah. Namun, beberapa babi yang terinfeksi influenza mungkin tidak menunjukkan tanda-tanda sakit sama sekali.

Apa itu virus G4 strain baru dari flu babi?

Secara umum, virus RNA seperti influenza dapat bermutasi dengan cepat dibandingkan dengan virus DNA. Virus, dengan struktur utama terdiri dari potongan pendek materi genetik, terkadang dapat bergabung dengan virus lain dan bercampur bahan genetik di antara mereka.

Seiring waktu, mutasi virus yang lebih diuntungkan akan menjadi lebih dominan, terkadang memberikan sifat baru yang dapat membuatnya mampu bertahan dalam organisme inang lain seperti manusia. Dari 2011 hingga 2018, para peneliti PNAS telah melakukan pengawasan flu babi di China, dan mengidentifikasi genotipe 4 (G4) yang muncul baru-baru ini yang menyerupai virus H1N1.

G4 menjadi strain baru dari keluarga virus flu babi yang berisiko mampu mengikat ke reseptor tipe manusia, dapat mereplikasi dengan mudah dalam sel-sel saluran nafas manusia, dan dapat ditransfer melalui udara. Para peneliti menemukan bahwa 10 persen individu (dari 338 sampel) yang bekerja dekat babi diuji dan hasilnya positif G4 EA H1N1.

Hasil temuan itu menjadi bukti bahwa flu babi telah bermutasi dan lebih meningkat dalam menginfeksi manusia. Namun, bukti ini hanya mutasi infeksi dari babi ke manusia, bukan dari manusia ke manusia. Para peneliti belum menemukan bukti G4 dapat menularkan dari manusia ke manusia.

Singkatnya, para peneliti menemukan bahwa G4 merupakan mutasi peningkatan dari H1N1 dengan sifat utama sangat mudah berpindah dari hewan babi ke manusia. Yang dikhawatirkan dari temuan ini adalah ketika virus ini berada pada inang manusia apakah mampu beradaptasi untuk menginfeksi ke manusia, baik melalui kontak langsung atau transmisi udara.

Jika itu benar-benar terjadi, risiko pandemi kian besar mengingat fakta bahwa populasi dunia memiliki kekebalan alami yang sangat rendah terhadap virus flu babi strain G4. Ancaman flu babi G4 adalah nyata, tetapi itu belum terjadi dan masih dalam tahap pemeriksaan dan bukan ancaman langsung, kata Dr Anthony Fauci, dalam sidang senat AS tentang pandemi Covid-19.

Dalam pernyataan kepada outlet berita BBC, juru bicara Organisasi Kesehatan Dunia mengatakan: Virus influenza babi mirip unggas Eurasia diketahui beredar pada populasi babi di Asia dan dapat menginfeksi manusia secara sporadis. Dua kali setahun selama pertemuan komposisi vaksin influenza, semua informasi tentang virus ditinjau dan kebutuhan akan kandidat vaksin virus baru terus dibahas. Kami akan dengan cermat membaca makalah (PNAS) untuk memahami apa yang baru.

Apa yang harus dilakukan selanjutnya? Menurut tim PNAS, ada langkah-langkah yang dapat mengurangi secara signifikan kemungkinan pandemi. “Mengontrol virus G4 EA H1N1 pada babi dan memonitor populasi manusia, terutama para pekerja di industri babi,” tulis mereka, “harus segera diimplementasikan.”

Kesimpulan

Kabar bahwa “dunia dalam bahaya” adalah bumbu media untuk umpan klik agar beritanya lebih sensasional. Faktanya hingga saat ini tidak ada peringatan itu dari otoritas kesehatan dunia seperti WHO dan CDC. G4 bukan virus baru, melainkan strain baru dari flu babi (H1N1).

Hasil penelitian para ahli China menemukan bahwa virus tipe G4 ini ada peningkatan dalam proses menginfeksi dari babi ke manusia. Belum ada bukti bahwa virus ini mampu menginfeksi dari manusia ke manusia, tidak seperti Covid-19.

Sekoci Hoaxes. Filter Ekosistem Informasi!

What's Your Reaction?

hate hate
0
hate
Angry Angry
0
Angry
confused confused
0
confused
fail fail
0
fail
fun fun
0
fun
geeky geeky
0
geeky
love love
0
love
lol lol
0
lol
omg omg
0
omg
win win
0
win

0 Comments

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ARTIKEL MENARIK LAINNYA

Kategori: Kesehatan

ARTIKEL TERBARU

Benarkah Dunia Dalam Bahaya Karena Potensi Pandemi Flu Babi Jenis Baru?