Mitos Hacker: Benarkah Mereka Jahat?


Kejahatan pencurian data kian meningkat dengan cepat, terutama website publik yang mengumpulkan data pengguna sangat rentan dan menjadi target empuk untuk dieksploitasi. Aksi kejahatan peretasan biasanya menyebut tersangka utama adalah “hacker”, menciptakan teror pelanggaran data dan penjahat cyber.

Lantas benarkah hacker adalah peretas jahat? Menurut media, hacker selalu dijadikan tersangka utama atas kejahatan peretasan. Kita hidup di masa ketika media menggunakan istilah “hacker” untuk merendahkan, sebagai gambaran penjahat cyber yang harus kita lawan, orang jahat yang dapat mencuri informasi pribadi kita yang sangat berharga.

Jadi siapa sebenarnya hacker itu? Bahkan, apakah istilah itu sudah benar? Definisi seorang hacker dapat bervariasi tergantung pada siapa Anda bertanya, tetapi sebagian besar kasus yang melibatkan liputan media, mereka sebenarnya adalah “cracker”.

Hacker dan cracker adalah saudara kembar yang memiliki sifat berbeda. Hacker biasanya memiliki istilah “Topi Putih”, sedangkan cracker dengan istilah “Topi Hitam”. Penggemar internet telah memperdebatkan perbedaan antara hacker dan cracker selama bertahun-tahun. Untuk memahami metodologi hacker atau cracker, seseorang harus memahami apa itu hacker dan cracker.

Apa itu hacker?

Jika kita mengacu pada definisi formal dalam Daftar Istilah Pengguna Internet di bawah RFC 1392, seorang hacker adalah “Seseorang yang memiliki minat dan pemahaman yang mendalam tentang cara kerja internal suatu sistem, khususnya pada jaringan komputer.

Dalam istilah yang lebih jelas, seorang hacker adalah seseorang yang menggunakan keahlian dan pengetahuannya untuk menemukan kerentanan dalam sebuah sistem pemrograman dan membantu meningkatkan dan menambal kerentanan yang mereka temukan. Hacker paling sering adalah programmer.

Dengan demikian, seorang hacker meretas dengan tujuan baik untuk mencari celah kerentanan yang nantinya akan dilaporkan. Mereka biasanya profesional keamanan yang dapat disewa oleh perusahaan untuk mencoba dan masuk ke sistem mereka, untuk mengaudit DNS dan jaringan mereka sehingga dapat mengidentifikasi celah yang bisa saja bocor.

Ketika hacker menemukan kerentanan atau ancaman, mereka mendokumentasikan proses dan memberitahu pihak perusahaan yang mempekerjakannya, atau vendor perangkat lunak yang membangun sistem, sehingga kerentanan segera dapat diperbaiki sebelum dieksploitasi orang jahat.

Motivasi hacker

Hacker adalah mereka yang membangun dan menciptakan. Jadi, Anda selama ini bisa menggunakan internet, bermain game, dan bermedia sosial adalah berkat jasa hacker. Mereka belajar dan menemukan berbagai sistem pemrograman komputer. Hacker berperan melindungi dan meningkatkan keamanan, bukan merusak atau mencuri.

Apa itu cracker?

Seorang cracker adalah orang yang menerobos masuk ke dalam atau melanggar integritas sistem dari jarak jauh dengan niat jahat. Setelah mendapatkan akses tidak sah, cracker menghancurkan data penting, mencuri data, atau menyebabkan masalah bagi target mereka. Cracker dapat dengan mudah diidentifikasi karena tindakan mereka berbahaya.

Mereka mencari pintu belakang dalam program dan sistem, mengeksploitasi pintu belakang itu, dan mencuri informasi pribadi untuk digunakan demi kepentingan pribadi, biasanya demi uang. Cracker berwatak jahat, dan memiliki banyak cara untuk membobol sistem.

Sementara hacker bekerja untuk membantu perusahaan dan individu mengamankan sistem dan jaringan mereka, cracker dalam pikirannya memiliki tujuan berbeda. Ketika mereka (cracker) merusak keamanan jaringan, mereka melakukannya secara ilegal untuk keuntungan pribadi.

Keterampilan dan pengetahuan yang mereka miliki disalahgunakan dengan niat jahat. Tujuan mereka membobol jaringan biasanya untuk mencuri informasi kartu kredit, mendapatkan data pribadi yang nantinya digunakan untuk aktivitas ilegal, mendapatkan data pribadi untuk dijual, atau hanya sekedar untuk merusak sistem jaringan.

Cracker adalah aktor utama di balik kejahatan dunia maya, menyebarkan phishing melalui internat, email, atau jejaring sosial. Mereka juga bisa merusak perangkat mulai dari router, laptop, komputer, hingga printer dan mesin faks untuk masuk ke jaringan perusahaan. Cracker juga menyebarkan virus komputer (malware) untuk menyandera program perangkat komputer, mereka biasanya akan meminta tebusan uang.

Motivasi cracker

Semua vektor serangan yang dilancarkan cracker dengan hasil akhir yang sama, umumnya memperoleh data secara ilegal dan tentu saja tujuan utamanya adalah uang. Secara pribadi, tentunya cracker memiliki motivasi yang berbeda-beda di balik kegiatan ilegal mereka.

Motivasi cracker selain uang adalah ingin menunjukkan jati diri. Banyak kasus di mana cracker menerobos jaringan hanya untuk pamer dan mendapatkan publisitas. Dengan begitu mereka dapat memanfaatkan liputan media agar mereka terkenal.

Tidak sedikit mereka menerobos masuk jaringan secara ilegal berharap bisa direkrut oleh perusahaan pemilik jaringan yang mereka retas, yang nantinya akan menjadi hacker membantu perusahaan menemukan kerentanan. Ada juga cracker yang melakukan aktivitas ilegal hanya untuk bersenang-senang.

Itu artinya, setiap ada kasus kejahatan peretasan dan pencurian data pelakunya bukan hacker, melainkan cracker. Stigma negatif tentang hacker diciptakan oleh film-film Hollywood di mana mereka menggambarkan kejahatan seorang hacker yang mampu meretas sistem komputer dengan sangat mudah.

Sekoci Hoaxes. Filter Ekosistem Informasi!

What's Your Reaction?

hate hate
0
hate
Angry Angry
0
Angry
confused confused
0
confused
fail fail
0
fail
fun fun
0
fun
geeky geeky
0
geeky
love love
0
love
lol lol
0
lol
omg omg
0
omg
win win
0
win

0 Comments

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Lainnya

Kategori: Mitos

Artikel Terbaru

Mitos Hacker: Benarkah Mereka Jahat?