[Cek Fakta] Keakraban Leopard dan Sapi, Sang Predator Yang Bertingkah Abnormal Dengan Mangsanya


Klaim: Seekor leopard diam-diam menghampiri seekor sapi betina karena mengingat saat masa kecil sering menyusuinya setelah induknya mati.


SALAH


Analisis

Seekor leopard dan seekor sapi terlihat akrab, momen tersebut berhasil diabadikan dalam jepretan foto. Yang menarik dari adegan itu adalah leopard seharusnya memangsa sapi, bukan malah akrab seperti sahabat.

Cerita yang beredar mengatakan bahwa leopard  atau macan tutul itu secara diam-diam menghampiri sapi betina yang diketahui pernah menyusuinya saat masih kecil, ingatannya sangat tajam. Lantas benarkah demikian?

Gambar itu asli tanpa manipulasi olah digital, tetapi cerita yang disampaikan salah. Kisah berawal pada tahun 2002, di desa Antoli, Gujarat, India. 18 tahun lalu! Berikut kisah sebenarnya keakraban macan tutul berusia 1 tahun dan sapi berusia 3 tahun.

Sumber Gambar: Manoj Thakar

Kisah dimulai pada musim panas 2002, ketika penampakan macan tutul dilaporkan sering terlihat di Antoli, sebuah desa yang jaraknya 20 km dari Suaka Margasatwa Jambughoda. Seekor macan tutul betina memilih ladang tebu sebagai tempat membesarkan anaknya.

Karena sebagian besar hutan telah hancur, ladang tebu menjadi tempat yang sempurna bagi macan tutul untuk bersembunyi dan bertahan hidup. Pada September 2002, penduduk setempat melaporkan bahwa seekor macan tutul betina dan anaknya sering terlihat memasuki perkampungan, terutama malam hari. Keluhan seperti itu biasa terjadi, karena manusia dan hewan liar kerap bersaing untuk mendapatkan tempat yang sama.

Akhirnya masyarakat dan pemerintah setempat berdiskusi dan memutuskan untuk menangkap hewan-hewan itu. Penangkapan dilakukan pada 20 September 2002 dini hari. Keesokan paginya, macan tutul beserta anaknya dilepaskan ke hutan terdekat. Penduduk akhirnya bisa bernafas lega.

Namun, tiadanya macan tutul malah menimbulkan masalah lain. Jika sebelumnya kehadiran macan tutul di perkampungan menyebabkan serigala dan babi hutan tidak berani mendekati perkebunan, kini hewan-hewan itu mulai merusak perkebunan hingga penduduk jadi rugi karena tanaman mereka menjadi rusak.

Sebulan kemudian, keluhan itu muncul kembali di mana macan tutul kembali mendatangi perkampungan. Suatu malam, seorang lelaki tua berusia enam puluh tahun yang memelihara sapi menyaksikan pemandangan aneh di luar rumahnya. Seekor macan tutul terlihat berinteraksi dengan sapi peliharaannya layaknya sepasang sahabat. Perilaku itu kembali terulang selama beberapa malam.

Sumber Gambar: Manoj Thakar

Kedua hewan itu saling mendekati, tidak seperti layaknya predator dan mangsanya. Macan tutul tidak agresif dan sapi pun terlihat tidak ada rasa takut. Bahkan mereka berdua terlihat saling bercengkrama. Padahal ada beberapa binatang peliharaan lain di sana, tetapi macan tutul lebih memilih mendekati sapi itu.

Dengan demikian cerita persahabatan predator dan mangsanya tersebut menyebar dengan sangat cepat. Karena penasaran, seorang fotografer dan pecinta satwa liar mencoba mengamati perilaku kedua hewan tersebut dari atap rumah. Hasil jepretan foto dan kisahnya dilaporkan oleh saluran televisi Zee News.

Berikut videonya dari pihak ketiga, diunggah di Youtube.

Namun, tidak semua orang senang dengan situasi itu. Meskipun macan tutul tidak menyerang sapi, yang ditakutkan di sana ada seorang anak yang bisa saja terluka atau terbunuh diserang macan tutul itu pada malam hari. Bagaimanapun, masalahnya semakin rumit karena bisa mengancam manusia.

Akhirnya petugas hutan memutuskan untuk menangkapnya. Tetapi hal itu tidak bisa dilakukan karena macan tutul betina itu menghilang selama sekitar seminggu. Akhirnya macan tutul kembali setiap malam untuk mendekati sapi, biasanya antara jam 21.30 dan jam 23.00. Biasanya sapi itu mengangkat telinganya ketika mengetahui keberadaan macan tutul dari kejauhan.

Anjing-anjing di desa juga menggonggong keras seperti memberitahu kehadiran macan tutul. Ketika macan tutul tiba, pertama yang dilakukan mengamati sekeliling dari kejauhan, kemudian menghampiri sapi itu, bercengkrama, dan duduk berdekatan. Kedua hewan itu sering bercanda saling memukul dengan kepala. Sapi itu terkadang menjilati kepala dan leher macan tutul.

Sumber gambar: Manoj Thakar

Perilaku kedua hewan itu sangat unik, bahkan sekilas cukup aneh. Sapi itu memperlakukan macan tutul layaknya anaknya sendiri. Dalam sebuah pengamatan yang dilakukan oleh Rohit Vyas dan Manoj Thakar, bersama dengan yang lainnya, macan tutul itu menggosokan tubuhnya ke sapi dan berbaring di sebelahnya, layaknya anak sapi yang biasanya berbaring di sebelah induknya.

Selama periode pengamatan, antara November 2002 dan Januari 2003, dua kandang dibangun untuk menjebak macan tutul. Seekor kambing, anjing, ayam, dan bahkan daging segar digunakan sebagai umpan. Tetapi anehnya macan tutul tidak menghiraukan makanan lezat itu.

Pada pengamatan yang dilakukan pada 20 Desember 2002, dilaporkan bahwa macan tutul itu melukai seekor kambing yang di tempatkan di salah satu kandang, tetapi ia melakukannya di luar kandang dan tidak masuk ke dalam kandang untuk memangsa kambing.

Singkat cerita, misi untuk menangkap macan tutul gagal total. Akhirnya mereka memiliki ide untuk menggunakan obat bius, tetapi lagi-lagi gagal karena macan tutul tidak pernah terlihat lagi. Beberapa laporan mengatakan bahwa hewan itu kembali muncul selama dua hari pada minggu pertama di bulan Maret 2003.

Laporan dari penduduk setempat juga mengatakan macan tutul terlihat di desa-desa tetangga untuk mencari makanan, terutama anjing. Tetapi setelah itu tidak diketahui lagi keberadaan hewan itu, macan tutul betina tidak pernah kembali lagi.

Apa yang sebenarnya terjadi dengan perilaku aneh kedua hewan itu?

Keakraban predator liar dan mangsanya sungguh di luar nalar kita. Ada banyak interpretasi untuk perilaku aneh ini. Beberapa teori menyatakan bahwa macan tutul muda yang tidak memiliki ibu menemukan karakteristik ibunya pada sapi untuk beberapa alasan.

PM Lad, mantan kepala Penjaga Hutan Madhya Pradesh, yang menghabiskan seluruh hidupnya dengan harimau dan macan tutul, mengaku terkejut mengetahui kisah itu. Istrinya memelihara seekor anak harimau di rumahnya sampai dewasa. Lad menjelaskan bahwa, menurut sang istri, macan tutul betina muda itu telah melakukan kontak dengan sapi sebelum naluri berburunya muncul dan menjadi dewasa.

Ini mungkin yang menyebabkan hubungan yang tidak biasa, karena sapi juga tidak merasakan ancaman. Sangat mungkin bahwa sapi itu belum pernah melihat macan tutul sebelumnya, dan karena itu dia tidak tahu bahwa mereka berdua adalah predator dan mangsa. Bisa jadi sapi menganggap macan tutul yang bersamanya adalah kucing berbadan besar.

Kesimpulan

Cerita bahwa macan tutul itu menghampiri sapi karena ingatannya pernah disusui saat masa kecil adalah salah. Di sisi lain, semua foto itu benar alias asli tanpa manipulasi digital, diambil dari konteks aslinya. Faktanya, “persahabatan” aneh antara macan tutul liar dan seekor sapi ini mulai terjadi pada tahun 2002, di desa Antoli, distrik Vadodara, Negara Bagian Gujarat, India.

Sekoci Hoaxes. Filter Ekosistem Informasi!

What's Your Reaction?

hate hate
0
hate
Angry Angry
0
Angry
confused confused
0
confused
fail fail
0
fail
fun fun
0
fun
geeky geeky
0
geeky
love love
0
love
lol lol
0
lol
omg omg
0
omg
win win
0
win

0 Comments

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Lainnya

Kategori: Disinformasi

Artikel Terbaru

[Cek Fakta] Keakraban Leopard dan Sapi, Sang Predator Yang Bertingkah Abnormal Dengan Mangsanya