[Cek Fakta] Asal Usul Kata “Kutang” Yang Melegenda


Perempuan masa kini yang bertelanjang dada dianggap perbuatan asusila terkait dengan pornografi. Payudara adalah bagian tubuh wanita yang sangat berharga, harus ditutup untuk menjaga kesuciannya.

Tetapi bertelanjang dada bagi perempuan Indonesia di masa lalu tidak dianggap porno. Saat itu mereka belum mengenal penutup dada seperti sekarang ini. Mereka belum mengenal kutang atau bra.

Di masa pendudukan Belanda, kaum pria pribumi sudah terbiasa melihat perempuan yang berjalan di tempat umum tanpa mengenakan penutup dada, tidak memancing birahi pria. Masalahnya, hal itu tidak berlaku bagi kaum pria Belanda.

Wanita Bali tempo dulu.

Pria-pria Belanda merasa risih melihat para wanita Indonesia bertelanjang dada dalam aktivitas kesehariannya. Seorang bangsawan berdarah Spanyol-Perancis, bernama Don Lopez Comte de Paris, melihat perempuan Jawa, yang ikut membangun jalan raya pos Anyer-Panarukan.

Atas perintah Deandels yang berkuasa dari 1808 hingga 1811, para perempuan itu hanya memakai pakaian yang menutup bagian bawah tubuh mereka saja. Saat itu, dalam proyek pembangunan jalan raya pos Anyer-Panarukan, Belanda mempekerjakan budak perempuan dan laki-laki.

Don Lopez, seorang pejabat Belanda, melihat budak perempuan bertelanjang dada. Dia kemudian memotong secarik kain putih dan memberikannya kepada salah seorang di antara mereka sembari berkata dalam bahasa Prancis: “tutup bagian yang berharga (coutant) itu.”

Berkali-kali dia mengatakan “coutant.. coutant” yang kemudian terdengar sebagai kutang oleh para pekerja. Kebetulan dalam bahasa Perancis, coutant artinya berharga. Itulah asal mula kata “kutang” yang artinya pakaian dalam wanita untuk menutupi payudara (KBBI).

Baju tanpa lengan seperti kaos oblong, yang berfungsi sebagai pakaian dalam laki-laki, sering sebut sebagai kaos kutang juga. Kata koetang, dalam ejaan lawasnya, sering dipakai setidaknya di zaman kolonial. Seringkali ditemukan dalam bacaan-bacaan dalam bahasa Melayu.

Lantas benarkah?

Cerita Don Lopes menyerukan kata “coutant” kepada wanita Indonesia yang bertelanjang dada dan akhirnya menjadi asal-usul “kutang”, merujuk pada sumber utama Novel Pangeran Diponegoro: Menggagas Ratu Adil (2007), karya Remy Sylado.

Yapi Panda Abdiel Tambayong atau lebih dikenal dengan nama pena Remy Sylado atau Remy Silado, adalah penulis novel kawakan. Novel Pangeran Diponegoro: Menggagas Ratu Adil, merupakah fiksi sejarah.

Remy Sylado. Bismo Agung/Beritagar.id

Itu artinya asal-usul kutang yang bersumber dari tulisan Remy berdasarkan fiksi sejarah. Namun, tidak semua data yang tertuang di novel itu tidak benar. Isi novel itu campuran data ilmiah dan asumsi.

“Tidak semua data yang ada di novel itu tidak benar (kalau data itu merujuk kepada hasil penelitian yang ilmiah, itu ok). Tapi di novel itu kan antara data ilmiah dengan asumsi (tanpa data) selalu tercampur. Ini yang harus dihindari jika kita merujuk ke novel,” kata sejarawan pasca kemerdekaan Indonesia dan penulis Historia.id, Hendi Jo, kepada Sekoci Hoaxes (26/05).

“Remy Silado itu bukan sejarawan tapi budayawan kalau saya melihatnya, ada beberapa yang saya percaya dari tulisan dia (jika itu ditulis dalam sebuah buku karya dia yang non fiksi ya)…Tapi kalau diceritakan di novel (tanpa merunut ke sebuah karya ilmiah) saya agak ragu,” tambahnya.

Karya Remy Sylado bukan hanya novel fiksi, banyak buku non fiksi karyanya dijadikan rujukan sejarah. “Saya pernah merujuk tulisan dia judulnya Disumpahi Pemuda: Satu Nusa Satu Bangsa Dua Languanges, yang pernah dia presentasikan di sebuah universitas di Melbourne pada 2001,” jelas Hendi Jo.

Kesimpulan

Asal-usul kata “kutang” yang berasal dari ucapan Don Lopez Comte de Paris, “coutant“, yang bersumber dari fiksi sejarah karya Remy Sylado, Pangeran Diponegoro: Menggagas Ratu Adil, keakuratannya belum terverifikasi. Untuk memastikan kebenarannya dibutuhkan data ilmiah.

Sekoci Hoaxes. Filter Ekosistem Informasi!

What's Your Reaction?

hate hate
0
hate
Angry Angry
0
Angry
confused confused
0
confused
fail fail
0
fail
fun fun
0
fun
geeky geeky
0
geeky
love love
0
love
lol lol
0
lol
omg omg
0
omg
win win
0
win

0 Comments

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Lainnya

Kategori: Indonesia

Artikel Terbaru

[Cek Fakta] Asal Usul Kata "Kutang" Yang Melegenda