Waspada Informasi Palsu Tentang Coronavirus


Ilustrasi wanita menggunakan masker

Klaim: BERAPA LAMA VIRUS CORONA BERTAHAN HIDUP DI UDARA???


HOAX


Analisis

Dalam setiap pesan berantai biasanya diakhiri dengan pesan: “Sebarkan informasi ini.” Kalimat itu merupakan ajakan agar banyak orang yang membagikan, informasi resmi tidak perlu mengemis seperti itu.

Agar Anda mendapat jawaban pasti, kita akan menjawab setiap klaimnya:

1. Corona merupakan virus berukuran besar. Diameter virus ini 400-500 micro, sehingga masker jenis apa pun dapat mencegah masuknya ke tubuh kita dan tidak perlu menggunakan masker yang mahal.

Jawaban: Hingga saat ini belum ada keterangan resmi dari otoritas kesehatan manapun berapa ukuran Covid-19. Sebagai perbandingan, virus serupa yaitu Sars Corona yang pernah menjangkiti Timur Tengah berukuran sekitar “100 nm”, yang merupakan ukuran normal untuk sebagian besar virus. Ukuran ini sekitar 0,1 mikro. Dalam klaim ukurannya 400-500 mikro, Covid-19 sekitar 5.000 kali lebih besar. Tidak masuk akal.

Tentang penggunaan masker, para ahli telah menjelaskan bahwa penggunaan masker wajah jenis apapun tidak akan efektif tangkal Coronavirus, bahkan berpotensi tertular virus. Orang sehat tidak perlu menggunakan masker, kecuali petugas medis dan orang sakit.

2. Virus corona tidak melayang di udara, tapi menempel pada benda, sehingga penularannya tidak melalui udara.

Jawaban: Klaim ini benar. WHO menjelaskan penyakit ini dapat menyebar dari orang ke orang melalui tetesan kecil dari hidung atau mulut yang menyebar ketika seseorang dengan Covid-19 batuk atau menghembuskan napas.

3. Apabila menempel di permukaan logam, virus corona dapat hidup selama 12 jam. Mencuci tangan dengan sabun dan air sudah cukup.

Jawaban: WHO menjelaskan bahwa tidak pasti berapa lama Covid-19 mampu hidup di luar inangnya. Tetapi informasi awal dari hasil studi mengungkapkan virus ini dapat bertahan di permukaan benda selama beberapa jam atau hingga beberapa hari. Ini dapat bervariasi di bawah kondisi yang berbeda (misalnya jenis permukaan, suhu atau kelembaban lingkungan).

4. Apabila menempel di kain, virus corona dapat hidup selama 9 jam, sehingg mencuci pakaian atau menjemurnya di bawah sinar matahari selama 2 jam sudah cukup untuk membunuhnya.

Jawaban: Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, tidak pasti berapa lama virus ini mampu bertahan hidup di luar inangnya. WHO menjelaskan jika Anda berpikir suatu benda terpapar virus ini, bersihkan dengan desinfektan sederhana untuk membunuh virus dan lindungi diri Anda dan orang lain. Bersihkan tangan Anda dengan antiseptik berbasis alkohol atau cuci dengan sabun dan air.

5. Apabila menempel di tangan, virus corona dapat hidup selama 10 menit, sehingga menyediakan _sterilizer_ berbahan dasar alkohol cukup untuk berjaga-jaga.

Jawaban: Berapa lama virus bertahan hidup di tangan tidak pasti. Yang harus diketahui, Covid-19 adalah virus yang diselimuti protein memiliki pembungkus luar berbentuk paku-paku mahkota. Selimut dari virus ini cukup mudah dihancurkan menggunkan desinfektan.

Wujud asli virus corona COVID-19 yang terlihat melalui mikroskop. Foto: National Institute of Allergy and Infectious Diseases via flickr (CC BY 2.0)

6. Apabila berada di udara bersuhu 26-27 °C, virus corona akan mati sehinga tidak hidup di daerah panas . Di samping itu, minum air panas dan berjemur di bawah sinar matahari sudah cukup sebagai pencegahan. Menghindari makanan dan minuman dingin termasuk ice cream sangat penting.

Jawaban: Tidak ada satupun otoritas kesehatan dunia yang mengklaim suhu 26-27 derajat akan membunuh virus corona. Seandainya klaim itu benar, tidak akan ada manusia yang terpapar Coronavirus karena rata-rata suhu tubuh manusia adalah 36,5-37,5°C.

7. Berkumur sampai dalam dengan air hangat dan garam akan membunuh virus corona di sekitar anak tekak (telak – Jw.) dan mencegahnya masuk kedalam paru-paru.

Jawaban: Ini adalah pesan kesehatan umum berkumur dengan air garam. Secara khusus tidak ada ahli yang menyarankan cara ini untuk Covid-19

8. Dan jangan lupa selalu berdo’a agar dijauhkan dr penyakit2 yg berbahaya lainya

Jawaban: Ajakan ini benar

Kesimpulan:

Ciri utama pesan berantai yang menyesatkan selalu mencatut nama tokoh terkenal atau otoritas terkemuka, dalam kasus ini mencatut nama UNICEF agar lebih meyakinkan. Jika Anda jeli sangat jelas nama yang dicatut tidak nyambung alias ngawur, UNICEF adalah badan PBB untuk urusan anak-anak dan ibunya, sedangkan badan kesehatan PBB yaitu WHO.

Pesan berantai yang menyesatkan ini juga beredar di luar negeri, awalnya berasal dari seseorang yang bekerja di Rumah Sakit Shenzhen (Provinsi Guangdong, Cina)

Sekoci Hoaxes. Filter Ekosistem Informasi!

What's Your Reaction?

hate hate
0
hate
Angry Angry
0
Angry
confused confused
0
confused
fail fail
0
fail
fun fun
0
fun
geeky geeky
0
geeky
love love
0
love
lol lol
0
lol
omg omg
0
omg
win win
0
win

0 Comments

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Lainnya

Kategori: HOAX

Artikel Terbaru

Waspada Informasi Palsu Tentang Coronavirus