Stop Membeli Masker Wajah! Itu Tidak Efektif Tangkal Coronavirus


Pasca pemerintah mengumumkan 2 orang WNI positif Coronavirus, pastinya ada efek besar bagi masyarakat Indonesia yang selama ini seolah tidak peduli dengan virus mematikan tersebut. Banyak masyarakat mulai panik karena minimnya pengetahuan tentang Covid-2019. Barang tentu masyarakat akan memburu masker, banyak penjual masker nakal membandrol harga selangit.

Anda jangan membeli masker dengan harga tidak wajar, jangan biarkan manusia biadab memanfaatkan kondisi ini, bukannya membantu malah mencekik masyarakat!

Yang harus diketahui, Anda tidak perlu menggunakan masker wajah jika dalam kondisi sehat (tidak terinfeksi Covid-2019), menggunakan masker wajah dalam kondisi sehat malah bisa meningkatkan risiko. Berikut penjelasan dari beberapa ahli dilansir dari Forbes.

“Sekalipun ada yang terifeksi di sebelah Anda, jawabannya adalah tidak, Anda TIDAK perlu memakai masker wajah, masker N95, masker respirator, atau apa pun pelindung wajah lainnya. Anda tidak hanya tidak membutuhkannya, Anda juga tidak boleh memakainya,” kata spesialis pencegahan infeksi Eli Perencevich, MD, seorang profesor kedokteran dan epidemiologi di Fakultas Kedokteran Universitas Iowa.

“Rata-rata orang yang sehat tidak perlu menggunakan masker, dan mereka seharusnya tidak menggunakannya,” kata Dr. Perencevich. “Tidak ada bukti bahwa memakai masker pada orang sehat akan melindungi mereka. Mereka memakainya secara salah, dan mereka dapat meningkatkan risiko infeksi karena mereka lebih sering menyentuh wajah mereka,” tambahnya.

“Kondisi saat Anda benar-benar membutukan masker adalah jika Anda sakit dan Anda harus meninggalkan rumah,” kata Dr. Perencevich. “Jika Anda terserang flu atau mengira Anda menderita COVID, saat itulah Anda mengenakan masker untuk melindungi orang lain. Di rumah Anda, jika Anda merasa sakit, Anda harus mengenakan masker untuk melindungi anggota keluarga Anda.”

Ada beberapa pertanyaan tentang apakah coronavirus ini “menyebar melalui udara” dan apa artinya itu. Virus tidak mengudara secara definisi ilmiah seperti yang digunakan untuk patogen seperti TBC atau campak. Tetesan mungkin menjadi aerosol untuk beberapa virus, tetapi belum ada bukti yang menunjukkan bahwa coronavirus ini dapat dihirup ketika individu yang terinfeksi di dekatnya menghembuskan napas.

Sebagian besar penelitian tentang pertanyaan ini berfokus pada influenza, seperti studi 2018 yang menyarankan virus flu dapat menjadi aerosol dalam pernafasan tanpa batuk atau bersin. Bukti ini masih awal, dan masih menjadi pertanyaan ilmiah terbuka apakah virus pernapasan berbasis tetesan ditularkan dengan cara ini. Sejauh ini, semua transmisi yang terdokumentasi untuk kasus COVID telah melibatkan tetesan, bukan udara.

Masker wajah hanya wajib digunakan untuk tenaga medis, jenis masker bedah atau N95. “Mengenakan masker itu rumit karena bisa menciptakan rasa aman yang salah,” kata Dr. Perencevich. “Jika kamu tidak mencuci tangan sebelum melepas masker dan setelah melepas masker, kamu bisa meningkatkan risiko.”

Jika Anda masih tetap ingin menggunakan masker, Anda harus berhati-hati cara menggunakannya, melepasnya, dan membuangnya. Selain itu, membeli masker dalam jumlah banyak dalam kondisi stok masker yang sedang kekurangan malah akan mempersulit rumah sakit dan petugas kesehatan yang benar-benar membutuhkannya.

US Surgeon General Jerome Adams, MD, bahkan telah memperingatkan di Twitter, “Ini serius, setiap orang harus berhenti membeli (masker)!” Selain dari ketidakefektifan dalam melindungi masyarakat umum, ia berkata, “jika penyedia layanan kesehatan tidak bisa membuat mereka merawat pasien yang sakit, itu akan membuat mereka dan masyarakat kita dalam bahaya!”

Mulai sekarang stop membeli masker wajah dengan dalih mencegah tertular coronavirus, itu tidak efektif. Kita harus melindungi petugas kesehatan yang seharusnya menggunakan masker wajah, karena merekalah yang akan merawat kita saat kita sakit.

Cara terbaik mencegah penularan coronavirus yang benar adalah seringlah mencuci tangan menggunakan sabun dan air. “Coronavirus adalah virus yang ‘diselimuti’, yang berarti ia memiliki lapisan membran lipid luar,” lapisan luar dengan lapisan lemak.

“Mencuci tangan dengan sabun dan air memiliki kemampuan untuk ‘melarutkan’ lapisan lemak berminyak ini dan membunuh virusnya,” kata Karen Fleming, PhD, seorang profesor biofisika di Universitas Johns Hopkins, menjelaskan di Twitter.

“Hanya karena itu virus pernapasan, bukan berarti virus itu masuk ke tubuh Anda melalui pernapasan,” katanya. “Itu bisa masuk ketika tangan Anda yang terkontaminasi menyentuh mulut atau wajah Anda. Jadi, cuci tangan Anda, dan jangan menyentuh mulut atau wajah Anda tanpa mencuci tangan terlebih dahulu,” kata Dr. Perencevich

Anda bisa membawa cairan pembersih tangan untuk berjaga-jaga jika Anda keluar rumah dan kesulitan menemukan sabun dan air setelah menyentuh wajah Anda atau permukaan lain yang mengandung kuman (seperti gagang pintu).

Anda juga dapat melindungi diri Anda sendiri melalui jarak sosial: Jika Anda melihat seseorang batuk atau bersin atau terlihat sakit, menjauhlah setidaknya minimal tiga langkah darinya karena sejauh itulah sebagian besar tetesan akan bergerak.

Jika Anda memiliki kekebalan tubuh yang buruk atau berisiko tinggi terinfeksi coronavirus, Anda perlu berbicara dengan dokter Anda tentang perlunya memakai respirator medis di tempat umum.

Singkatnya, Anda tidak perlu membeli masker wajah untuk mencegah penularan coronavirus, kecuali Anda petugas medis. Rajinlah mencuci tangan setelah beraktivitas, itulah cara yang paling tepat untuk mencegah penularan coronavirus.

Sekoci Hoaxes. Filter Ekosistem Informasi!

What's Your Reaction?

hate hate
0
hate
Angry Angry
0
Angry
confused confused
0
confused
fail fail
0
fail
fun fun
0
fun
geeky geeky
0
geeky
love love
0
love
lol lol
0
lol
omg omg
0
omg
win win
0
win

0 Comments

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Lainnya

Kategori: Indonesia

Artikel Terbaru

Stop Membeli Masker Wajah! Itu Tidak Efektif Tangkal Coronavirus