Kontroversi Avigan: Obat Covid-19 Yang Dipesan Pemerintah Indonesia


Dalam mengatasi wabah Coronavirus di Indonesia, Presiden Joko Widodo berencana mendatangkan obat Coronavirus yang diberinama Avigan. Presiden Joko Widodo dalam keterangan pers di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Jumat (20/3/2020), mengungkapkan pemerintah telah mendatangkan Avigan sebanyak 5.000. Sekarang, pemerintah dalam proses pemesanan 2 juta.

Avigan adalah obat flu (favipiravir) yang diproduksi oleh perusahaan Jepang, Fujifilm Toyama Chemical, pada tahun 2014. Obat ini menjadi perbincangan dunia setelah otoritas medis di China mengklaim obat ini efektif menyembuhkan Covid-19 yang melanda China.

Zhang Xinmin, seorang pejabat di kementerian ilmu pengetahuan dan teknologi China, mengatakan bahwa favipiravir, yang dikembangkan oleh anak perusahaan Fujifilm, telah memberikan hasil yang menggembirakan dalam uji klinis di Wuhan dan Shenzhen yang melibatkan 240 pasien.

Zhang mengatakan bahwa obat ini (Avigan) memiliki tingkat keamanan yang tinggi dan sangat efektif dalam perawatan. Dalam tes di Shenzhen, Zhang mengatakan mereka yang diberi obat setelah tes positif untuk virus berubah menjadi negatif setelah rata-rata empat hari, sementara itu butuh rata-rata 11 hari untuk mereka yang tidak menggunakan obat.

Menurut laporan media Jepang, NHK, hasil percobaan juga menemukan bahwa foto sinar-X mengkonfirmasi peningkatan kondisi paru-paru pada sekitar 91 persen pasien yang diberi obat. Sedangkan mereka yang tidak diberi obat, peningkatan kondisi paru-paru hanya 62 persen.

Dalam uji coba di Wuhan, obat itu juga nampaknya memperpendek durasi demam pasien dari rata-rata 4,2 hari menjadi 2,5 hari, menurut Teknologi Farmasi. Obat ini secara khusus dibuat untuk mengobati virus RNA seperti SARS-CoV-2, virus yang materi genetik utamanya adalah RNA, bukan DNA.

Hal ini menjadi kontroversi ketika klaim dari otoritas medis China ini bertentangan dengan hasil uji klinis medis Jepang, menurut laporan The Guardian. Dokter di Jepang menggunakan obat yang sama dalam studi klinis pada pasien coronavirus dengan gejala ringan hingga sedang.

Sumber Kementerian Kesehatan Jepang menyatakan obat itu tidak efektif pada orang dengan gejala yang lebih parah. “Kami telah memberi Avigan kepada 70 hingga 80 orang, tetapi tampaknya tidak berfungsi dengan baik ketika virus sudah berlipat ganda,” kata sumber itu kepada Mainichi Shimbun.

Jepang sudah mengembangkan obat Covid-19 dengan menggunakan obat yang sudah ada, seperti Alvesco (inhaler untuk mengobati asma), Remdesivir (obat untuk penyakit virus Ebola), Hydroxychloroquine (obat malaria), Avigan (obat influenza baru), Kaletra (untuk pengobatan HIV).

Hingga saat ini belum ada obat khusus untuk menyembuhkan Covid-19, tetapi para ahli di dunia masih berusaha melakukan penelitian dengan merujuk obat-obat sejenis yang sudah ada sebelumnya.

Kontroversi Avigan apakah efektif sebagai obat Covid-19 sebenarnya hanya sebatas efektivitas pada pasien yang lebih parah. Rencana pemerintah Indonesia memesan Avigan untuk mengobati pasien Covid-19 adalah langkah yang tepat, setidaknya sudah dibuktikan oleh medis China yang berhasil menyembuhkan banyak pasien di negara itu.

Sekoci Hoaxes. Filter Ekosistem Informasi!

Update: Antivirus berbeda dengan antibiotik dalam cara bekerjanya. Antibiotik bekerja membunuh bakteri. Sedangkan antivirus tidak membunuh virus, tetapi memblokir virus agar tidak berkembang biak, selanjutnya sistem imun kita yang menghajar virus yang jumlahnya terbatas.

Itulah mengapa otoritas medis Jepang mengatakan Avigan tidak efektif untuk pasien yang parah, walaupun obat ini mampu memblokir perkembangan virus, tetapi sistem imun akan kesulitan menghajar virus yang jumlahnya banyak dan sudah ada yang menempel dan menyuntikan RNA untuk diproses di sel inang. Hal ini juga menjadi alasan kenapa para ahli membutuhkan waktu cukup lama menemukan antivirus Covid-19, obat harus efektif untuk pasien yang parah.

What's Your Reaction?

hate hate
0
hate
Angry Angry
0
Angry
confused confused
0
confused
fail fail
0
fail
fun fun
0
fun
geeky geeky
0
geeky
love love
0
love
lol lol
0
lol
omg omg
0
omg
win win
0
win

0 Comments

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Lainnya

Kategori: Kesehatan

Artikel Terbaru

Kontroversi Avigan: Obat Covid-19 Yang Dipesan Pemerintah Indonesia