Quaden Bayles: Anak Korban Bully Dituduh Penipu?


Aksi bullying kembali memicu emosi warga dunia, media ramai mengabarkan seorang anak dari Australia dikabarkan berniat bunuh diri karena kerap menjadi korban bully. “Give me a rope, I want to kill my self,” ungkap Quaden Bayles dalam sebuah video yang diunggah sang ibu di Facebook.

Dia berkali-kali meminta kepada sang ibu untuk memberikan tali agar dia bunuh diri, pisau agar dia bisa menusuknya tepat di jantungnya dan dia juga menangis ketika mengatakan, “aku ingin seseorang membunuhku…” Videonya menjadi viral dan mengundang banyak simpati. Ia dikabarkan mendapat banyak donasi dari orang-orang yang peduli dengan penderitaannya.

Banyak yang tersentuh hatinya dengan penderitaan bocah laki-laki asal Brisbane ini. Beberapa selebritas berinisiatif melakukan penggalangan dana atas namanya, dana yang terkumpul hingga hari ini (22/02) lebih dari 392.000 dollar AS (Rp 5,3 milyar).

Kasus viral itu tidak serta merta mendapat kepercayaan publik. Banyak warganet mempertanyakan kebenaran usia Quaden, bahkan beberapa orang tidak segan menuduh ia adalah penipu. Sebuah teori muncul secara online mengklaim Quaden sebenarnya orang dewasa berusia 18 tahun dan keseluruhan ceritanya adalah penipuan, The NY Post melaporkan.

Hal ini akhirnya menimbulkan perdebatan hangat, tuduhan itu menyebar luas hingga membalikkan keadaan yang awalnya Quaden mendapat banyak dukungan berbalik menjadi banjir cercaan. Ibu dari bocah itu, Yarraka Bayles akhirnya bereaksi dengan membantah keras semua tuduhan itu.

Yarraka mengatakan bahwa dirinya tidak pernah meminta uang, seorang pelawak terkenal yang kebetulan sesama bertubuh kecil (Brad Williams) yang melakukannya. Dia berinisitif menggunakan wajah Quaden dan membuat akun GoFund untuk membawa bocah Australia itu ke Disneyland. Itu perbuatannya, datang dari hatinya, Australia News melaporkan.

Siapa sebenarnya Quaden Bayles?

Bayles adalah seorang aktor dan model Australia yang sudah banyak disorot media sejak ia masih balita.

Sumber: Starnow

Bahkan ketika Quaden masih berusia beberapa bulan ibunya sudah menjadikannya model.

Sumber: Starnow

Saat berusia 5 tahun (2016), media Australia sudah mengabarkan tentang dirinya.

Sumber: Starnow

Lima tahun lalu dalam sebuah acara televisi yang didedikasikan untuk dirinya.

Quaden adalah selebritis di negaranya, bahkan jauh sebelum videonya viral beberapa hari ini, ia adalah teman bagi banyak selebritis Australia.

Sumber: Starnow

Singkatnya, tuduhan bahwa usia Quaden 18 tahun adalah tidak benar. Faktanya saat ini ia berusia 9 tahun. Tuduhan itu hanya berdasarkan sebuah foto ulang tahun ke-18 yang beredar di Twitter.

Foto-foto itu jelas dari pesta ulang tahun ke-18 dari salah satu teman Quaden.  Gambar: Disediakan

Dalam foto itu sangat jelas ada tulisan “Garlen”, bukan Quaden. Foto itu diambil saat perayaan ulang tahun Garlen ke-18, Garlen adalah nama salah satu teman Quaden. Tuduhan bahwa Quaden berusia 18 tahun telah dibantah dan tidak terbukti.

Apakah benar Quaden korban bully?

Apakah orangtuanya mendapatkan banyak uang atau tidak, video viral itu secara tidak langsung telah menaikkan popularitas anaknya, walaupun sebelumnya ia adalah aktor dan model, ke depannya pasti lebih menguntungkan.

Selain itu, banyak selebritis dunia bergerak memberikan dukungan, ini adalah promosi menguntungkan dengan biaya murah. Klaim bahwa Quaden menjadi korban bully hanya berdasarkan video tangisannya yang tidak tahan dengan penderitaannya hingga ingin bunuh diri. Tidak ada media mencoba menginvestigasi ke sekolahnya untuk mencari tahu kebenarannya.

Kita anggap saja dirinya benar korban bully hingga menderita dan ingin bunuh diri. Video itu direkam oleh ibunya untuk memberitahu bahwa anaknya sangat menderita karena bullying. Itu artinya Quaden adalah korban bully berasal dari klaim ibunya.

Yang harus dicatat, Yarraka Bayles bisa dikatakan terindikasi melakukan perbuatan eksploitasi anak, bahkan telah menggunakan anaknya yang belum genap berusia setahun untuk dijadikan model. Anaknya yang sekarang berusia 9 tahun menjalani profesi sebagai aktor dan model sejak masih bayi.

Dalam hal ini kecurigaan muncul, bisa saja Quaden menjadi depresi karena tekanan orangtuanya yang terus mendorongnya mencari nafkah sebagai aktor dan model. Dunia anak-anak adalah bermain, bukan mencari nafkah. Menjadi bintang saat masih anak-anak cukup rentan terjadi depresi atau bahkan lebih buruk, contohnya pernah dialami aktor bertubuh kecil Gary Coleman.

Gary Coleman masa kecil.

Coleman kecil yang menderita penyakit ginjal bawaan hingga menghentikan pertumbuhannya. Dengan tubuhnya yang kecil dan wajahnya yang menggemaskan, ia berperan sebagai Arnold Jackson dalam serial komedi Diff’rent Strokes (1978-1986). Ia meninggal pada usia 42 tahun (2010)

Sebuah pertanyaan besar, bagaimana ibunya memperlakukan Quaden? Memang tidak ada larangan anak-anak untuk menjadi selebritis, tetapi kasus eksploitasi anak sangat rentan terjadi pada profesi ini. Akhirnya si anak menjadi korban ambisi ibunya, dipaksa mencari nafkah dan kehilangan kehidupan masa kecilnya.

Hingga saat ini belum ada bukti otentik bahwa video itu karena korban bully, kecuali hanya berdasarkan pengakuan orangtuanya. Dengan alasan apapun masyarakat berhak tahu cerita sebenarnya, kecurigaan Quaden depresi karena tekanan profesinya juga tidak boleh dikesampingkan.

Kesimpulan

Tuduhan bahwa Quaden Bayles sebenarnya berusia 18 tahun tidak terbukti, ia benar seorang anak berusia 9 tahun. Klaim bahwa bocah itu depresi karena kerap dibully teman-teman sekolahnya hanya berdasarkan keterangan dari ibunya (informasi searah). Jika benar anaknya menjadi korban bully, lantas apa penyebab sebenarnya belum jelas.

Bahkan ada informasi yang beredar mengatakan bahwa Quaden dibully karena penampilannya yang tidak pantas, seperti menggunakan anting sebelah dan berpakaian branded layaknya orang dewasa. Anak lelaki usia 9 tahun tidak layak didandani seperti itu oleh orangtuanya.

Selain itu, pihak berwenang juga harus mengusut tindakan orangtuanya yang telah mempekerjakan anaknya sejak masih dini, ada indikasi terjadi tindakan eksploitasi anak. Yarraka Bayles adalah orangtua tunggal, dalam status di akun Facebook ia mencantumkan status “single”. Cukup berat bagi seorang ibu menjadi orangtua tunggal untuk memenuhi kebutuhan anaknya beserta dirinya sendiri.

Sekoci Hoaxes. Filter Ekosistem Informasi!

What's Your Reaction?

hate hate
0
hate
Angry Angry
0
Angry
confused confused
0
confused
fail fail
0
fail
fun fun
0
fun
geeky geeky
0
geeky
love love
0
love
lol lol
0
lol
omg omg
0
omg
win win
0
win

0 Comments

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kategori: HOAX

Artikel Terbaru

Quaden Bayles: Anak Korban Bully Dituduh Penipu?