Bagaimana Cara Manipulasi Foto di Masa Lalu Sebelum Ada Photoshop?


Hampir sebagian besar foto yang kita lihat di internet dan jejaring sosial tidak original alias telah diedit atau dimanipulasi secara digital menggunakan aplikasi. Manipulasi foto akan negatif atau positif tergantung niat si pembuatnya

Manipulasi foto dianggap sebagai karya seni yang disukai, sementara di sisi lain digunakan sebagai praktik yang tidak etis, terutama ketika digunakan untuk menipu publik. Praktik negatif salah satunya digunakan untuk propaganda politik, atau tipuan dengan maksud memfitnah.

Teknik manipulasi foto layaknya sebuah belati, jika digunakan sesuai fungsinya maka akan menjadi positif, tetapi jika disalahgunakan akan menimbulkan bencana. Sebuah hal unik adalah manipulasi foto sudah ada sebelum lahirnya aplikasi Adobe Photoshop, bagaimana caranya?

Baca juga: Gambar-gambar viral hasil manipulasi

Aplikasi edit gambar yang saat ini menjamur diawali oleh Adobe Photoshop pada tahun 1988, dibuat oleh Thomas Knoll dan John Knoll. Sejarah manipulasi foto tercatat sudah ada selama abad ke-19. Praktik ini dimulai tidak lama setelah penciptaan foto pertama (1825) oleh Joseph Nicéphore Niépce yang mengembangkan heliografi dan membuat cetakan foto pertama dari pelat cetak yang difoto.

Sebuah pameran di Metropolitan Museum of Art di New York menunjukkan bagaimana fotografer jauh sebelum era digital secara teratur menggunakan teknik manipulasi dalam pekerjaan mereka. Beberapa hanya mengimbangi keterbatasan media, sementara yang lain menggunakan manipulasi untuk membuat adegan yang dibuat-buat.

Sebagian besar foto yang dimanipulasi paling awal adalah upaya untuk mengkompensasi keterbatasan teknis media, keterbatasan untuk menggambarkan sebuah fenomena yang tidak terlihat, seperti kondisi perang dan foto keluarga yang tidak utuh.

Jenderal Grant di City Point adalah gabungan dari tiga foto berbeda (1902). Sumber gambar: Wikimedia Commons
Foto yang dimanipulasi secara vintage dari aksi pertempuran Perang Dunia I, gabungan dari beberapa foto (1918). Sumber gambar: Wikimedia Commons
Foto keluarga Joseph Goebbels di mana sosok Harald berseragam sebenarnya berada di tempat lain, sengaja ditambahkan untuk melengkapi foto keluarga (1944). Sumber gambar: Wikimedia Commons

Manipulasi foto di masa lalu juga digunakan sebagai alat propaganda untuk memanipulasi sejarah. Jauh sebelum Photoshop, Uni Soviet telah menguasai teknik manipulasi foto menghapus orang dalam foto. Mereka yang sebelumnya ada di dalam foto mulai dihapus (sensor visual) karena telah dieksekusi mati, mengganggu, lawan politik, atau tidak boleh dikenal dalam sejarah.

Pembersihan politik Joseph Stalin di mana pemerintah Soviet berusaha untuk menghapus beberapa tokoh dari sejarah Soviet, dan mengambil langkah-langkah yang termasuk mengubah foto dan menghapus rekaman video.

Foto Vladimir Lenin saat pidato menghapus Trotsky yang merupakan lawan politiknya.
Sosok pria paling kanan dalam foto dihilangkan karena telah dieksekusi mati,
Satu persatu orang-orang dalam foto dihilangkan di era Stalin.

Mungkin Anda bertanya-tanya bagaimana caranya mereka bisa mengubah gambar tanpa bantuan aplikasi digital. Para pekerja seni di masa lalu bekerja mengubah foto dengan menggunakan alat-alat seperti cat, penghapus, airbrush, dan perlengkapan lainnya yang diperlukan.

Peralatan yang digunakan memanipulasi foto sebelum era Photoshop

Para fotografer memanipulasi klise foto menggunakan metode paparan ganda atau dengan mengumpulkan beberapa foto atau klise untuk digabungkan. Mereka menerapkan pemutihan untuk meringankan bagian-bagian dari foto tersebut. Mereka juga menggunakan pewarnaan tangan untuk seni lukis.

Para fotografer menggunakan banyak alat untuk manipulasi foto seperti kaca pembesar, pasta, tinta, kapas, cahaya, alat pemotong, palet, cat buram, kuas, penghapus, arang, skala, dan lainnya. Semua alat itu hadir di Photoshop dengan fungsi yang sama.

Berikut cara menghapus objek pada foto yang dilakukan di masa lalu:

  1. Tahap awal, mengambil foto dan meletakan di atas meja.
  2. Foto direkat erat di atas meja agar tidak ada gerakan yang dapat mengganggu selama proses retouching.
  3. Sikat tipis digunakan untuk membersihkan foto
  4. Bahan-bahan digunakan seperti tinta, air, bahan kimia, dan lainnya.
  5. Menghapus objek dalam foto secara manual menggunakan kuas.
  6. Menutup objek yang dihapus dengan mencocokkan warna agar hasilnya terlihat natural.
  7. Setelah selesai, foto dibiarkan hingga menunggu cat mengering sempurna.

Berikut cara retouching pada klise foto menambah efek pencahayaan yang dilakukan di masa lalu:

  1. Klise foto hitam putih di tempatkan di atas meja dan menempelkannya dengan erat.
  2. Gunakan pena tajam dan kaca pembesar
  3. Selanjutnya, mencoba membuat banyak titik putih di area yang diinginkan dengan menggunakan pena tajam.
  4. Setelah klise negatif dicuci dan keluar asil foto, bagian yang gelap akan hilang menjadi cerah.

Mereka menggunakan teknik manual tanpa bantuan teknologi, layaknya seniman lukis. Seorang fotografer Amerika Richard Avedon (15 Mei 1923 – 1 Oktober 2004) kerap memanipulasi foto untuk kepentingan media dan seni. Gambar di bawah ini adalah contoh catatan untuk diperbaiki di Darkroom (studio manipulasi foto).

Intruksi perbaikan dari Richard Avedon kepada seniman manipulasi. Angka-angka yang ditulis menunjukkan detik di mana area yang berbeda harus diekspos untuk mencapai gambar akhir.

Foto terkenal lainnya yang telah dimanipulasi dengan baik di Darkroom adalah potret James Dean karya James Stock di jalanan New York. Itu adalah praktik yang umum bagi fotografer untuk memberikan instruksi terperinci kepada seniman manipulasi mereka, menguraikan area mana yang harus dicerahkan dan mana yang harus digelapkan.

Potret James Dean oleh Dennis Stock, 1955

Master seni Darkroom dan Burning di masa lalu adalah Ansel Easton Adams (20 Februari 1902 – 22 April 1984). Ia adalah seorang fotografer dan pecinta lingkungan yang sangat berjasa dalam perkembangan seni fotografi.

Ansel Adam berfoto bersama karyanya Moonrise, 1941. Foto asli dan setelah dimanipulasi (atas).

Contoh-contoh foto di atas adalah bukti untuk mematahkan mitos bahwa semua foto di era pra-digital adalah murni hasil jepretan kamera. Manipulasi foto/gambar di masa lalu dan sekarang tujuannya tidak jauh berbeda, satu-satunya perbedaan adalah prosesnya yang manual di masa lalu dan sekarang menggunakan digital.

Sekoci Hoaxes. Filter Ekosistem Informasi!

What's Your Reaction?

hate hate
0
hate
Angry Angry
0
Angry
confused confused
0
confused
fail fail
0
fail
fun fun
0
fun
geeky geeky
0
geeky
love love
0
love
lol lol
0
lol
omg omg
0
omg
win win
0
win

0 Comments

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ARTIKEL MENARIK LAINNYA

Kategori: Gambar

ARTIKEL TERBARU

Bagaimana Cara Manipulasi Foto di Masa Lalu Sebelum Ada Photoshop?