Benarkah Ikan Candiru Bisa Memakan Penis Manusia?


Klaim: Ikan Candiru menjadi ikan paling berbahaya bagi manusia karena bisa memakan penis.


Belum Terbukti (Kontroversi)


Analisis

Sebuah warta viral diedarkan banyak media online mengatakan bahwa ikan paling berbahaya di dunia bukan hiu atau piranha, melainkan Candiru. Ikan yang ukurannya kecil ini diklaim bisa masuk ke dalam kelamin manusia dan memakan dagingnya dari dalam.

Sebelum membahas kebenaran berita tersebut, mari kita mencari tahu tentang ikan ini. Candiru, disebut juga ikan tusuk gigi, ikan parasit, atau ikan vampire, adalah spesies ikan lele air tawar dengan ukuran yang sangat kecil.

Ikan ini memiliki badan ramping seperti tusuk gigi dengan panjang sekitar 5-20 cm, beberapa spesies bisa tumbuh hingga mencapai panjang 40 cm. Spesies yang lebih kecil paling dikenal karena banyaknya cerita mengatakan bahwa mereka kerap menyerang alat kemaluan manusia melalui uretra (saluran yang menghubungkan kantung kemih ke lingkungan luar tubuh).

Candiru hidup di wilayah sungai Amazon. Di antara banyak legenda makhluk aneh dan berbahaya yang menghantui Amazon, kisah tentang ikan Candiru cukup menonjol. Alasan kenapa ikan ini menjadi terkenal karena legenda yang telah lama dipercaya bahwa Candiru mendeteksi urine manusia lalu berenang hingga masuk ke dalam lubang kelamin.

Orang-orang yang buang air kecil di sungai Amazon dan berenang atau mandi di sana akan bernasib sial. Lantas benarkah kabar tersebut? Klaim bahwa Candiru mampu mendeteksi urine manusia dengan indera penciumannya telah lama dibantah oleh para ilmuwan.

Para peneliti pernah melakukan studi pembuktian dengan memasukan urine manusia ke dalam tangki air berisi ikan Candiru. Hasilnya Candiru tidak bereaksi. Peneliti juga menyimpulkan bahwa mustahil Candiru berenang mengikuti jejak urine di air dengan menggunakan penciumannya, mereka lebih dominan menggunakan indera penglihatan.

Yang harus dicatat, kepercayaan populer bahwa Candiru dapat menyerang manusia melalui alat kelamin wanita dan pria (kebanyakan kasus terjadi pada pria) berasal dari literatur sejarah dari mulut ke mulut. Faktanya hingga saat ini belum ada catatan resmi tentang laporan serangan ikan Candiru pada manusia.

Jika benar ikan ini bisa masuk ke dalam uretra manusia, pastinya ia akan terjebak di dalam dan tidak bisa keluar karena duri di kepalanya akan menyumbat. Satu-satunya jalan mengeluarkannya dengan cara dioperasi atau amputasi. Tidak ada catatan dari literatur medis tentang kejadian tersebut.

Laporan paling awal yang dipublikasikan tentang Candiru menyerang inang manusia berasal dari ahli biologi Jerman CFP von Martius pada tahun 1829, tetapi bukan berasal dari hasil pengamatannya. Laporannya berasal dari cerita penduduk asli daerah tersebut. Penduduk lokal biasanya mengikat penis mereka menggunakan penutup saat pergi ke sungai untuk menghindari serangan Candiru.

Klaim yang mengatakan bahwa ikan ini tertarik pada urine manusia berasal dari spekulasi Martius. Bukti hasil eksperimen para peneliti menunjukkan bahwa klaim itu salah, karena ikan ini berburu mengandalakan penglihatan dan sama sekali tidak tertarik dengan urine manusia.

Cerita itu semakin berkembang luas, pada tahun 1885, ahli sejarah alam Prancis bernama Francis de Castelnau diberitahu oleh seorang nelayan Araguay untuk tidak buang air kecil di sungai, karena mendorong ikan untuk berenang di uretra Anda. Teror ikan Candiru sebenarnya berasal dari legenda orang-orang Amazon.

Kepercayaan orang Amazon bahwa ikan Candiru bisa masuk ke dalam alat kelamin manusia karena ikan ini ukurannya sangat kecil dan ramping. Meskipun ada sejumlah orang yang mengaku pernah menyaksikan secara langsung, semua cerita mereka pada akhirnya hanya sekedar testimoni tanpa mampu memberikan bukti bahwa ikan ini benar-benar berenang di uretra (tidak ada video, tidak ada gambar, dan tidak ada korban, hanya mengklaim bahwa mereka ada di tempat kejadian).

Legenda ini kian terkenal diwartakan oleh media dunia, mereka menampilkan judul dan narasi yang sangat meyakinkan bahwa ikan ini benar-benar berbahaya karena dapat memakan penis manusia. Akhirnya banyak masyarakat mempercayainya. Alibi untuk membenarkan kisah ini hanya berasal dari cerita orang-orang yang mengklaim pernah menyaksikan, dan pastinya sumber utamanya dari cerita orang-orang Amazon.

Namun, ada sedikit bukti yang dapat dipercaya bahwa ikan Candiru pernah menginvasi uretra manusia. Kasus yang dilaporkan terjadi pada tahun 1997. Dalam sebuah laporan yang dibuat dalam bahasa Portugis, seorang ahli urologi Brasil mengklaim telah mengeluarkan Candiru dari uretra seseorang. Tetapi laporan tersebut masih diragukan, seperti tidak konsistennya ukuran ikan yang disebut dan keterangan pasien yang diserang Candiru masih diragukan kebenarannya.

Kita sekarang hidup di mana ilmu pengetahuan dan otoritas resmi menjadi rujukan sah. Walaupun tidak ada bukti dan catatan resmi tentang serangan Candiru pada manusia, bukan berarti membuktikan sebaliknya. Seperti halnya orang-orang di masa lalu yang tidak bisa membuktikan bahwa bumi itu bulat, bukan berarti otomatis membuktikan bumi itu datar. Manusia di masa lalu belum memiliki kemampuan membuktikannya, tetapi sekarang bukti-bukti bumi bulat sudah banyak beredar.

Contoh kasus nyata tentang klaim ular memakan manusia. Para ahli tidak percaya ular dapat memakan manusia, dan setiap laporan lagi-lagi tidak menyertakan bukti. Banyak laporan tentang serangan ular Piton hingga membunuh manusia, tetapi tidak ada yang memangsa manusia. Fakta membuktikan bahwa klaim ular memangsa manusia tidak mungkin terjadi.

Namun pada Juni 2018, dunia digemparkan oleh kabar seorang wanita di Sulawesi ditemukan tewas berada di dalam perut ular piton. Para ahli pun dibuat bingung. Mereka tidak percaya berita itu, tetapi mereka juga tidak bisa membantah bukti foto yang disajikan. Bahkan situs pengecekan fakta snopes.com memberi label ‘fakta’, tetapi ada sedikit keraguan jika melihat fakta sebelumnya tidak mungkin ular bisa memakan manusia.

Kesimpulan

Klaim bahwa ikan Candiru bisa memakan penis manusia melalui uretra dengan cara mencium urine dan berenang mengikuti jejak urine hingga ke sumbernya, tidak ada bukti, bahkan tidak ditemukan catatan resminya. Hal ini bukan berarti klaim tersebut hoax, lebih tepatnya masih ‘kontroversi’ karena para ahli pun belum mendapatkan kesepakatan.

Yang pasti, klaim bahwa Candiru mampu mendeteksi urine manusia dengan indera penciumannya tidak benar. Para ahli telah membantahnya dan membuktikan ikan ini mengandalkan penglihatannya dalam berburu.

Sekoci Hoaxes. Filter Ekosistem Informasi!

Referensi:
Candiru Fish – About the Candiru Fish –> Peru Nature
Candiru – A Little Fish With Bad Habits: Need Travel Health Professionals Worry? A Review –> Oxford Academic
Is There Really a ‘Penis Fish’ That Swims up the Urethra? –> Healthline
Meet The Candiru – The Penis Probing Fish Of Your Nightmares –> All That’s Interesting
Vandellia cirrhosa Valenciennes, 1846 – Candiru –> Fish Base
Experiments on the Feeding Behavior of the Hematophagous Candiru, Vandellia cf. Plazaii –> Springer Link
A lenda do Candiru. Será que é lenda mesmo? –> Instituto De Urologia Dr Anoar Samad

What's Your Reaction?

hate hate
0
hate
Angry Angry
0
Angry
confused confused
0
confused
fail fail
1
fail
fun fun
0
fun
geeky geeky
0
geeky
love love
1
love
lol lol
0
lol
omg omg
0
omg
win win
0
win

One Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ARTIKEL MENARIK LAINNYA

Kategori: International

ARTIKEL TERBARU

Benarkah Ikan Candiru Bisa Memakan Penis Manusia?