Mobil Kijang Akronim Dari Kerjasama Indonesia Jepang, Benarkah?


Presiden Soeharto mencoba Kijang Buaya didampingi ajudannya, Try Sutrisno (1977).

Mungkin sudah banyak yang mengetahui bahwa mobil Kijang memiliki kepanjangan “Kerjasama Indonesia Jepang”. Informasi ini bahkan tertulis di Wikipedia Indonesia, tetapi ada keterangan “butuh rujukan“.

Kijang adalah merek mobil Toyota yang pertama kali diperkenalkan di Indonesia pada tahun 1977 sebagai bagian dari ambisi pemerintah menciptakan mobil nasional yang dimanufaktur sendiri di dalam negeri.

Mobil ini pada awal diproduksi adalah kendaran jenis angkutan barang seperti Toyota Hilux. Toyota Kijang meraih kesuksesan besar dalam penjualan sehingga menginspirasi pabrikan lain menggunakan merek nama binatang, seperti Mitusbishi Kuda, Suzuki Panther, dan Daihatsu Zebra.

Selama 42 tahun mengaspal di Indonesia, Toyota Kijang bertranformasi dari kendaraan niaga menjadi kendaraan MPV (multi purpose vehicle). Model pertama mobil Kijang berasal dari  Toyota Tamaraw dari Filipina yang pertama kali diluncurkan pada 2 Desember 1976.

Nama Tamaraw dalam bahasa Filipina yang berarti kerbau. Tahun berikutnya Indonesia menyusul dengan mengusung nama Kijang untuk menggambarkan kelincahan dan gesit.

Kijang generasi pertama dikenal dengan sebutan Kijang Buaya (1977-1981) dengan desain yang sangat sederhana, kapasitas mesin 1200 cc. Mobil ini bentuknya kotak dan kaku serta bagian penutup jendela pintu masih menggunakan terpal atau plastik, bagian kap mesin depan dibuka ke samping.

Generasi kedua lahir pada September 1981 dengan nama Kijang Doyok (1981-1986). Mobil ini memiliki body ramping dan manis serta kubikasi mesin lebih tinggi. Mobil ini yang terlihat kerempeng sering diidentikan dengan tokoh kartun Doyok di Pos Kota yang saat itu sangat populer.

Pada generasi kedua ini juga memperkenalkan Kijang MPV. Dari sisi mesin, Kijang generasi kedua juga mengalami perubahan yaitu menggunakan mesin kapasitas 1.3 L (1,290 cc) I4 4K bensin dan 1.5 L (1,486 cc) I4 5K bensin.

Generasi ketiga dikenal dengan Kijang Super (1986-1997). Berbeda dengan dua generasi pendahulunya, mobil ini memposisikan sebagai generasi baru sebagai mobil penumpang (mobil keluarga), tak ada lagi model pikap. Itu artinya Toyota Kijang mulai beralih dari mobil mobil niaga ke mobil penumpang.

Tentu saja mobil ini mengalami perubahan besar-besaran dari generasi pendahulunya, bagian interior, eksterior dan juga mesin. Kijang generasi ketiga ini memiliki spesifikasi lebih sempurna dengan mesin 5 kecepatan. Toyota menghadirkan dua pilihan mesin yaitu 4 kecepatan dan 5 kecepatan.

Generasi keempat mendapat julukan Kijang Kapsul (1997-2004), transformasi mobil modern yang bentuknya tidak lagi kotak. Pada generasi ini Toyota mulai menggunakan mesin diesel 2.4 L (2,446 cc) I4 2L diesel yang mulai diperkenalkan pada tahun 2000.

Toyota memperkenalkan Innova pada 2004 dengan mengusung DNA Kijang. Toyota Kijang menjelma menjadi mobil MPV kelas menengah atas otomotif Indonesia. Tak hanya di Indonesia, Kijang juga hadir di beberapa negara lain sehingga mobil ini kualitas global.

Ada sebuah kisah menarik menjelang 50 tahun kemerdekaan Indonesia (1995), Toyota Kijang sempat dianggap mengeluarkan seri khusus yang sering disebut “Kijang Soeharto Series”. Ada anggapan bahwa “Kijang Soeharto Series” muncul karena Soeharto memiliki andil dalam kelahiran Toyota Kijang di pasar Indonesia.

Julian Warman, yang sempat menjadi Head of Public Relation Astra International dan bergabung dengan Astra sejak 1993, mengatakan memang ada semacam “edisi khusus” Kijang Toyota dalam memperingati hari Kemerdekaan ke-50 Indonesia pada 1995 – masa-masa akhir Kijang generasi III.

Saat itu ada 50 unit Kijang khusus yang dibuat dalam rangka “Kijang Lintas Nusa”. Kijang dengan balutan warna putih mendapat corak-corak dan garis merah, berpawai berkeliling Indonesia dari kota ke kota. Kegiatan itu juga dalam rangka memperingati kerjasama Indonesia dengan Jepang.

Kembali ke sejarah penamaan Kijang. Toyota sebenarnya berencana menamai merek mobilnya dengan Kancil. Fakta ini tertulis dalam buku “Meniti Tali Generasi” (2007), berisi gambar serta cerita perjalanan Kijang selama 30 tahun.

“Sebenarnya dulu ada dua opsi nama produk ini, yaitu kancil atau kijang. Namun, karena di Indonesia kancil memiliki konotasi negatif, maka akhirnya dipilih nama Kijang,” kata Presdir Toyota Astra Motor, Johnny Dharmawan.

Sumber lain dalam buku karya James Luhulima dengan judul Sejarah Mobil & Kisah Kehadiran Mobil di Negeri Ini, mengatakan bahwa banyak nama binatang yang diusulkan. Namun, Kijang akhirnya resmi dipilih karena dianggap cocok dengan karakternya yang lincah dan berlari kencang.

Pada perayaan 45 tahun Toyota di Indonesia di Ciputra Artpreneur, Wakil Presiden Republik Indonesia Jusuf Kalla hadir menceritakan sedikit peran sertanya dalam perkembangan Toyota, khususnya Kijang.

“Saya gembira saat pertama Kijang diluncurkan dalam konferensi Toyota. Waktu itu dibuat sayembara untuk menentukan nama, saya termasuk dari enam orang yang memilih nama Kijang,” kata Wapres yang akrab disapa JK dalam pidatonya, Sabtu (29/10/2016). “Toyota itu bukan hanya berdiri sendiri. Sampai soal sebuah nama pun digotong-royongkan sehingga punya makna yang besar,” ujar JK.

Kesimpulan

Sejarah nama Toyota Kijang akronim dari Kerjasama Indonesia Jepang tidak jelas sumbernya. Kemungkinan cerita ini berasal dari tahun 1995 dalam peringatan hubungan kerjasama Indonesia dengan Jepang yang menghadirkan 50 mobil Kijang khusus.

Banyak nama binatang yang diusulkan selain kijang, kancil hampir saja terpilih. Toyota akhirnya memilih Kijang untuk merek mobilnya dengan alasan karakternya yang gesit, lincah, dan berlari kencang.

Sekoci Hoaxes. Filter Ekosistem Informasi!

Referensi:
Perjalanan Si Kijang Naik TahtaBisnis.com
Cerita Kancil Yang Gagal Jadi Merek Mobil ToyotaDetikcom
Sejarah Mobil dan Kisah Kehadiran Mobil di Negeri IniKompas.com
Nostalgia Jusuf Kalla dengan Toyota KijangKompas.com
Mengenang Soeharto dari Toyota KijangTirto.id

What's Your Reaction?

hate hate
0
hate
Angry Angry
0
Angry
confused confused
0
confused
fail fail
0
fail
fun fun
0
fun
geeky geeky
0
geeky
love love
0
love
lol lol
0
lol
omg omg
0
omg
win win
0
win

0 Comments

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Lainnya

kategori: Indonesia

Artikel Terbaru

Mobil Kijang Akronim Dari Kerjasama Indonesia Jepang, Benarkah?