Penelitian: Berita Palsu Dapat Menyebabkan Ingatan Palsu


Gambar: Shutterstock

Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Psychological Science, seseorang dapat menciptakan ingatan palsu setelah terpapar informasi palsu yang ditemukan, terutama jika itu sesuai dengan keyakinan politik mereka.

Penelitian ini dilakukan sebelum referendum 2018 tentang legalisasi aborsi di Irlandia, tetapi para peneliti menyarankan bahwa studi berita palsu ini cenderung memiliki efek yang serupa dalam konteks politik lainnya.

Tidak dipungkiri bahwa berita palsu adalah masalah nyata, cara penanganannya cukup kompleks. Dengan menyebar melalui jejaring sosial, mereka (berita palsu) membantu memperkuat prasangka, memengaruhi banyak orang, dan seringkali sulit dihentikan.

Mereka bahkan akan mengarah pada pemalsuan ingatan, terutama jika informasi palsu ini mengarah pada keyakinan atau fanatisme buta. Hal ini dipaparkan dalam sebuah penelitian yang diterbitkan pada 21 Agustus 2019 di jurnal peer-review Psychological Science.

“Dalam kontes politik, partisan akan yang sangat emosional, pemilih kemungkinan besar akan ‘mengingat’ berita-berita yang sepenuhnya palsu,” kata penulis utama Gillian Murphy dari University College Cork. “Secara khusus, mereka cenderung ‘mengingat’ semua hal buruk tentang informasi kandidat lawan.”

Studi ini melibatkan 3.140 sukarelawan, seminggu sebelum referendum tentang legalisasi aborsi di Irlandia pada tahun 2018. Setiap peserta ditanya tentang pilihan mereka dalam referendum dan alasannya. Selanjutnya, para peneliti memberikan enam laporan berita kepada masing-masing peserta, dua diantaranya merupakan cerita yang dibuat-buat alias omong kosong.

Setelah membaca setiap cerita, para peserta ditanya apakah mereka pernah mendengar tentang peristiwa yang digambarkan dalam cerita sebelumnya. Jika jawabannya “ya”, mereka melaporkan apakah mereka memiliki ingatan spesifik tentang hal itu.

Para peneliti kemudian memberi tahu para peserta yang memenuhi syarat bahwa beberapa cerita yang mereka baca adalah rekayasa alias palsu, dan mengundang para peserta untuk mengidentifikasi laporan mana saja yang mereka yakini palsu. Dan yang terakhir, para peserta menyelesaikan tes kognitif.

Hampir setengah dari peserta mengatakan bahwa mereka mengingat setidaknya satu informasi palsu yang disajikan kepada mereka. Dan banyak yang tidak mempermasalahkan ingatan palsu mereka, bahkan setelah mengetahui bahwa artikel yang mereka baca ternyata salah.

“Ini menunjukkan begitu mudahnya menanamkan memori yang sepenuhnya dibuat-buat, terlepas dari kecurigaan peserta dan bahkan meskipun sudah diperingatkan bahwa mereka terjebak berita palsu,” kata Murphy.

Peserta yang mendapat skor lebih rendah pada tes kognitif tidak lebih rentan untuk membentuk ingatan palsu daripada skor yang lebih tinggi, tetapi skor yang lebih rendah cenderung lebih mengingat cerita palsu yang selaras dengan pemikiran mereka.

Temuan ini menunjukkan bahwa orang dengan kemampuan kognitif yang lebih tinggi mungkin lebih cenderung mempertanyakan bias pribadi mereka dan sumber berita yang mereka baca, kata para peneliti.

Hasil penelitian ini sangat jelas bahwa kemampuan kognitif sangat penting di era internet saat ini. Kognitif adalah kemampuan intelektual yang terdiri dari pengetahuan, pemahaman, penerapan, analisis, sintesa, dan evaluasi.

Fanatisme kronis akan melahirkan cinta buta dan kebencian terhadap lawan. Hal ini menjadi pemicu utama berita palsu akan sangat mudah merasuki pikiran. Mereka akhirnya tidak bisa membedakan antara kebenaran dan pembenaran, yang terpenting hati terpuaskan.

“Orang-orang akan bertindak berdasarkan ingatan palsu mereka, dan seringkali sulit untuk meyakinkan mereka bahwa informasi yang mereka baca itu palsu,” kata Loftus.

“Dengan meningkatnya kemampuan membuat berita yang sangat meyakinkan, bagaimana caranya kita membantu orang-orang agar tidak disesatkan? Ini masalah serius yang harus dipecahkan para ilmuwan psikologi.”

Sekoci Hoaxes. Filter Ekosistem Informasi!

What's Your Reaction?

hate hate
0
hate
Angry Angry
0
Angry
confused confused
0
confused
fail fail
0
fail
fun fun
0
fun
geeky geeky
0
geeky
love love
0
love
lol lol
0
lol
omg omg
0
omg
win win
0
win

0 Comments

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Lainnya

kategori: Informasi

Artikel Terbaru

Penelitian: Berita Palsu Dapat Menyebabkan Ingatan Palsu