Kejanggalan Status Gelar Juara Dunia Siswa Kalimantan Penemu Obat Kanker


Kompas TV

Baru-baru ini masyarakat Indonesia dihebohkan kabar 2 siswi SMA Negeri palangkaraya yakni Anggina Rafitri dan Aysa Aurealya Maharani yang meraih medali emas di World Invention Creativity Olympic (WICO), Seoul, Korea Selatan pada 25 Juli 2019.

World Invention Creativity Olympic (WICO) memang diselenggarakan di Korea Selatan pada 25–27 July 2019. Ada di Website resminya, innopa.org. Tetapi yang aneh, di Latest News yang ditulis dalam bahasa Indonesia, tidak ada satupun kemenangan Indonesia setelah 20 Mei 2019.

Jika memang para siswa itu menang di event WICO, kenapa situs resminya tidak memberitakan? Kecuali, jika sebenarnya mereka tidak menang dan penghargaan tingkat dunia yang mereka terima itu rekayasa.

Anda bisa mengecek Lates News Innopa: https://innopa.org/category/latest-news/

Ketika saya melakukan pencarian di Google tentang berita “World Invention Creativity Olympic Indonesia cancer win 2019”, berita yang muncul hanya ditulis oleh penulis Indonesia seperti thejakartapost.com, coconuts.co (yang ditulis oleh Coconuts Jakarta), dan longliveindonesia.com. Semua ditulis dalam bahasa Inggris oleh penulis Indonesia.

Jika memang mereka memenangkan event itu, kenapa dunia (terutama Korea Selatan) tidak menulis berita itu. Jika memang mereka menemukan obat “ajaib”, mengapa dunia diam saja? Kenapa PBB (termasuk di dalamnya WHO) diam saja?

Bagaimana mungkin para siswa yang hanya “menemukan” obat yang katanya efektif ketika diuji pada tikus dan tanpa diuji klinis pada manusia bisa menang tingkat dunia? Bagi orang yang mengetahui standar uji klinis obat kanker baru, semua jawaban pada pertanyaan itu tidak masuk akal. Apalagi jika mereka menang tingkat dunia tanpa ada ilmuwan yang memeriksanya.

Baca juga: Apakah Akar Bajakah Karya 3 Siswa Kalimantan Layak Disebut “Obat Kanker”?

Setelah menyelidiki lagi, saya menemukan banyak sekali kejanggalan. Domain Innopa.org adalah milik orang Indonesia, Anda bisa mengeceknya di sini. Innopa.org sering kali menulis berita setelah event itu terjadi, tidak ada berita selama perlombaan. Bisa dilihat pada artikel-artikel Latest News.

Domain innopa.org terdaftar dengan IP Indonesia.

Jika memang penghargaan itu sangat bergengsi dan tingkat dunia, mengapa innopa (dalam hal ini sebagai penyelenggara tingkat nasional) tidak merasa bangga? Seharusnya mereka segera mengabarkan pencapaian yang didapatkan para peserta dari Indonesia (2 siswi Kalimantan penemu obat kanker).

Terlebih lagi ketika saya mencari WICO South Korea pada pencarian google, tidak ada satupun situs dari Korea Selatan yang memberitakannya dalam bahasa Inggris. Jika event ini adalah event tingkat dunia, kenapa Korea Selatan yang sangat terkenal di seluruh dunia tidak juga memberitakan event yang sangat bergengsi ini?

Dan yang sangat aneh adalah situs wiipa.org.tw yang berisikan detail WICO 2019 di Korsel. Situs ini dibuat oleh orang Taiwan. Situs ini hanya berisi events dan galeri, hanya itu. Galeri berisi foto-foto orang-orang yang menerima penghargaan dan tidak ada satupun berita tentang siapa yang pernah memenangkan penghargaan itu.

Saat saya klik Gallery Korea Wico, hanya terdapat 10 foto pada situs itu. Di bagian bawah ada tombol “More Photo”. Dan ketika diklik, ternyata menuju ke situs flickr.com. Dalam keterangan gambar di Flickr, tertulis 2017 Korea WICC (bukan 2019 Korea WICO).

Jika wiipa.org.tw mampu menyelenggarakan event tingkat dunia, kenapa mereka tidak mampu untuk membeli hosting yang cukup kapabel untuk bisa menyimpan sendiri foto-foto event-event yang mereka adakan sendiri pada situsnya?

Situs wiipa.org.tw inipun dibuat ala kadarnya dan jauh dari kesan situs tingkat dunia. Anehnya lagi, wiipa.org.tw sudah mengagendakan WICO 2020 di Korea Selatan pada tanggal yang sama yaitu 25 – 27 Juli 2020. Yang lebih aneh lagi, di situs ini, tidak ada keterangan tempat pendaftaran resmi di innopa.org atau tempat lainnya di seluruh dunia.

Bagaimana mungkin situs internasional yang mengadakan event tingkat dunia tidak menyertakan di mana sajakah para peserta bisa mendaftar, hanya mencantumkan informasi event saja. Informasi yang ada hanya info alamat wiipa, no. tlp., FAX dan e-mail. Wow, situs yang sangat mencurigakan.

Pada About Us situs Wiipa, di sana disebutkan kalau Wiipa adalah sebuah organisasi sosial non profit. Hal ini pun tidak bisa digunakan sebagai alasan kalau mereka tidak menyediakan satupun informasi pada situsnya tentang bagaimana seseorang bisa mendaftar secara online ataupun syarat-syarat untuk mengikuti event-event tersebut.

Biaya hosting website bisa sangat murah yaitu $47,5 pada tahun pertama, dan $95,88 pada tahun selanjutnya (shared hosting di bluehost.com). Sebuah organisasi yang mampu untuk menyelenggarakan event tingkat dunia yang bisa menghabiskan uang ratusan US dollar tapi tak mampu untuk membiayai biaya hosting murah kurang dari $100/tahun?

Mari kembali ke innopa.org. Situs ini menerima event-event akan datang yang pendaftarannya tertera di bawah event yang akan diikuti. Yang aneh, Registration Form (formulir registrasi) dibuat dengan sangat malas untuk menampung semua pendaftaran event-event yang akan datang.

Ketika saya melihat page source, halaman ini dibuat dengan menggunakan plugin-plugin WordPress seperti Elementor dan WP Contact Form 7. Jika innopa.org adalah sebuat situs nasional yang kredibel, kenapa sangat malas sekali untuk membuat form pendaftaran dan hanya menggunakan template yang digunakan secara berulang-ulang pada semua event-eventnya?

Banyak sekali kekonyolan yang terdapat pada semua penyelenggara event-event tingkat dunia yang ada pada situsnya masing-masing (di innopa.org dan wiipa.org.tw). Kembali ke masalah awal, ternyata mereka yang membantu para siswa Kalimantan itu sampai di Korea adalah Indonesian Young Scientist Association (IYSA).

Sumber gambar: Suara.com

Di Google Maps, tidak ada markas pusat IYSA. Ini lembaga kenapa tidak ada di Google Maps? Bahkan di website resminya Tentang IYSA tidak ada alamat kantornya. Sangat penting mencantumkan alamat kantor bagi organisasi besar agar dapat dipercaya masyarakat.

Saya coba mencari Innopa di Google Maps. Mereka ternyata ada tempatnya, tapi foto yang disediakan hanya 2 yaitu foto konsep bangunan apartemen dan logonya.

Saya coba juga cari di Google tentang “register wico korea 2019”. Di sini saya menemukan dua kejanggalan, dua berita dengan judul sama tetapi menggunakan dua URL berbeda (satu URL menggunakan website lain)

Pertama, ada artikel berjudul “World Invention Creativity Olympic (WICO) 2019” dari situs citizeninnovation.org. Kedua, ada artikel berjudul “World Invention Creativity Olympic (WICO) 2019” di URL http://merlicon.net/forums/forum/innovation-related-events/world-invention-creativity-olympic-wico-2019/.

Jika artikel kedua diklik (merlicon.net), akan menuju ke artikel pertama milik situs citizeninnovation.org. Padahal artikel kedua ada di situs merlicon.net. Saya coba mencari tahu tentang domain tersebut, hasilnya menunjukan bahwa merlicon.net dibuat 6 bulan lalu atau tepatnya 19 Februari 2019.

Banyak sekali kejanggalan dari ajang World Invention Creativity Olympic (WICO) di Korsel. Berikut saya rangkum semua kejanggalannya:

  • Kabar 2 siswi Kalimantan memenangkan medali emas penemu obat kanker hanya diberitakan oleh media online Indonesia, sedangkan itu adalah event dunia. Mengapa media internasional tidak ada yang memberitakannya?
  • Website resmi WICO, innopa.org bahkan tidak memberitakannya. Padahal website ini berada di Indonesia dan dikelola oleh orang Indonesia. Apakah mereka tidak senang dengan prestasi anak bangsa di ajang internasional?
  • Jika benar kedua siswi Indonesia mendapatkan penghargaan internasional atas temuan obat kanker, kenapa dunia tidak tahu dan bahkan Korsel yang katanya sebagai tuan rumah tidak memberikan apresiasi?
  • Kabar penemuan obat kanker oleh siswa Indonesia hanya ramai di Indonesia, otoritas ilmu pengetahuan internasional atau minimal WHO kenapa diam tidak ada tanggapan?
  • Bagaimana mungkin para siswa yang hanya “menemukan” obat yang katanya efektif ketika diuji pada tikus dan tanpa diuji klinis pada manusia bisa menang tingkat dunia? Apakah semudah itu untuk menjuarai event sains internasional?
  • Situs wiipa.org.tw yang terhubung dengan informasi 2019 Korea WICO, kredibilitasnya sangat diragukan.

Dari semua kejanggalan di atas, apakah menurut Anda prestasi Anggina Rafitri dan Aysa Aurealya Maharani menemukan obat kanker di ajang Internasional yang ramai diberitakan pers Indonesia layak diragukan kebenarannya?

Sekoci Hoaxes. Filter Ekosistem Informasi!

Update: Dikarenakan kurangnya literasi dari beberapa pembaca, kami meluruskan bahwa artikel ini tidak pernah memvonis hoax, hanya skeptis dengan mencari kejanggalan-kejanggalan dari pemberitaan media. Kesimpulan dari artikel ini memunculkan dugaan kuat bahwa dua siswi tersebut menjuarai kompetisi, tetapi event berskala lebih kecil. Media membesar-besarkannya dengan menggunakan kata “internasional/dunia” agar terkesan event tersebut sangat bergengsi dan berskala dunia (diikuti ratusan hingga ribuan peserta dari banyak negara seluruh benua).

Kontributor: Robert
Editor: Irwan Rosmawan

What's Your Reaction?

hate hate
0
hate
Angry Angry
2
Angry
confused confused
3
confused
fail fail
3
fail
fun fun
0
fun
geeky geeky
0
geeky
love love
2
love
lol lol
19
lol
omg omg
13
omg
win win
3
win

2 Comments

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  1. Sebagai mantan peserta kompetisi yang diorganisir oleh Innopa, saya ingin meluruskan beberapa hal:
    1. Saya setuju dengan anda mengenai branding dan labelling yang berlebihan dari berbagai media mengenai prestasi ini. Prestasi memang perlu disebarluaskan dan dibranding dengan bagus untuk memotivasi orang lain. Namun dalam hal ini, branding berlebihan juga tidak bagus karena menggembor-gemborkan karya yang belum teruji secara ilmiah. Apalagi informasi ini ditelan mentah2 oleh masyarakat awam Indonesia hingga menggiring opini bahwa pemerintah tidak mendukung penemuan anak Indonesia dan pro ke pengusaha farmasi.
    2. Event yang diselenggarakan oleh innopa, wiipa, dan iysa adalah kompetisi inovasi dalam bentuk pameran, BUKAN kompetisi penelitian dalam bentuk presentasi ilmiah. Jadi yang jadi penilaian adalah keunikan inovasinya, bukan hasil penelitiannya. Yang dikirimkan untuk mendaftar pun hanya abstrak dan foto produk.
    3. Acara yang diselenggarakan oleh innopa atau wiipa memang mempunyai peserta yang sangat banyak dari puluhan negara sehingga pantas disebut sebagai kompetisi tingkat internasional. Saya pernah jadi pesertanya.
    4. Namun, karena ini kompetisi dalam bentuk pameran, menurut saya medali yang diberikan bukan sebagai penghargaan juara, tapi penghargaan apresiasi. Yang mendapatkan medali itu sangat banyak, minimal setengah dari jumlah peserta mendapatkan medali emas, perak, dan perunggu. Bahkan kalo untuk event WICO, dari yang saya baca di guide booknya, 100% peserta akan mendapatkan medali penghargaan. JADI, medali diberikan bukan karena peserta mendapatkan gelar juara terbaik, tapi hanya sebagai bentuk apresiasi atas karyanya.
    5. Karena bentuk eventnya adalah pameran, tujuan utama panitia menyelenggarakan acara adalah untuk mempromosikan inovasi peserta. Titik beratnya bukan untuk mengadakan kompetisi, ini yang disalahartikan atau disalahgunakan oleh peserta, termasuk saya.
    6. Untuk penulis postingan ini, saran saya untuk melakukan cross check yang lebih mendalam agar tidak ada kesan anda menjudge kompetisi itu kompetisi palsu. Anda tidak bisa menilai dengan hanya melihat apa yang mereka tulis di website. Silahkan anda konfirmasi langsung ke innopa, wiipa, atau iysa karena mereka juga punya cp untuk dihubungi. Saya juga sering berkirim email dengan innopa.
    7. Kesimpulan dari saya, kompetisi ini benar adanya dan memang dalam tingkat yang benar2 internasional karena saya pernah ikut langsung. Namun seringkali banyak yang menyalahartikan dalam segi branding dan labellingnya.

    Sekadar menambahkan saya ingin membantu menjawab beberapa pertanyaan penulis di atas:
    1. Kenapa media internasional tidak memberitakannya? Karena yang mendapatkan medali ada ratusan peserta 🙂 dan bukan itu tujuan utama dari kegiatannya. Ini bukan International Conference.
    2. Penyelenggara WICO bukan Innopa maupun WIIPA. WIIPA adalah agensi internasional untuk mengkoordinir pameran2 internasional, sedangkan Innopa itu agensi dari Indonesia yang mengkoordinir peserta dari Indonesia, perannya sama seperti IYSA. Alasan kenapa tidak mempublikasikan juaranya, alasannya sama seperti no 1.
    3. Hampir sama dengan no 1 alasannya, karena terlalu banyak yang dapat medali. Namun Korsel sudah memberikan apresiasi dalam bentuk medali, umumnya event seperti ini sudah kerjasama dengan kementerian riset di negaranya masing2.
    4. Ya jelas otoritas penelilitan dunia diam, karena ini bukan kompetisi penelitian. Dan memang tidak ada karya tulis ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan, apalagi untuk isu sesensitif kanker.
    5. Jawabannya iya, memang semudah itu untuk memenangkan invention competition tingkat internasional. Karena hampir semua peserta mendapat medali dan penilaiannya hanya pada inovasinya, bukan riset.
    6. WIIPA hanya menyediakan informasi invention competition yang bekerjasama dengannya. Mereka BUKAN penyelenggara. Dalam websitenya pun mereka menjelaskan kalau mereka adalah organisasi non profit.

    Sekian pendapat saya dari sudut pandang peserta. Terimakasih dan salam hormat.

ARTIKEL MENARIK LAINNYA

Kategori: Indonesia

ARTIKEL TERBARU

Kejanggalan Status Gelar Juara Dunia Siswa Kalimantan Penemu Obat Kanker