Kesalahpahaman Vernix Caseosa Pada Bayi Baru Lahir Disangka Kotoran


Saat bayi baru lahir kondisinya basah dan biasanya seluruh area kulit dilapisi semacam krim putih. Lapisan putih inilah yang membuat bayi terlihat kotor dan membuat banyak orang tua ingin segera membersihkannya.

Lapisan putih pada tubuh bayi baru lahir disebut Vernix Caseosa atau biasa disingkat Vernix, zat lilin yang melapisi kulit janin yang muncul pertama kali pada usia 20 minggu kehamilan hingga melahirkan. Vernix terdiri dari 80% air, 10% lemak dan 10% protein.

Lapisan Vernix pada kulit bayi berfungsi melindungi kulit bayi pada minggu pertama pasca kelahiran. Vernix melakukan berbagai peran integral selama transisi janin dari kehidupan dalam rahim ke kehidupan di luar rahim. Area vernix pada permukaan kulit janin menunjukkan korelasi dalam beberapa fungsi yang diperlukan saat lahir, seperti pencegah kehilangan air, pengaturan suhu, dan kekebalan alami.

Vernix melindungi janin dari efek berbahaya mekonium (kotoran atau feses yang dihasilkan bayi selama di dalam rahim) dan cairan ketuban. Kehadiran protein sebagai antibakteri berfungsi dalam perlindungan terhadap infeksi setelah lahir.

Vernix caseosa adalah zat yang terbentuk secara alami, kompleks, dan kaya lipid yang diproduksi oleh kelenjar minyak janin. Istilah ‘Vernix caseosa‘ pertama kali muncul pada tahun 1846 dalam kamus Ilmu Kedokteran Dunglison. Sejak saat itu, telah menjadi topik penelitian yang menarik dalam dunia kedokteran.

Menurut pengetahuan saat ini, produksi vernix unik untuk manusia dengan pemahaman mendasar tentang pembentukan perisai epidermis dalam rahim. Saat lahir, vernix dapat menutupi seluruh permukaan kulit atau hanya terbatas pada lipatan kulit. Vernix dengan variasi 19 warna berbeda dapat mencerminkan masalah pada bagian dalam rahim seperti penyakit hemolitik pada bayi baru lahir.

Sebuah penelitian telah menunjukkan bahwa vernix memiliki polipeptida antimikroba. Sebanyak 41 protein dalam vernix, 25 di antaranya baru terdeteksi. Secara efektif, 39% protein vernix yang teridentifikasi adalah komponen kekebalan alami dan 29% memiliki sifat antimikroba.

Studi tersebut menunjukkan bahwa vernix, seperti epidermis, mengandung peptida antimikroba (sistem imun) dan memiliki peran langsung dalam pertahanan terhadap bakteri. Karena kandungan airnya yang tinggi, vernix bertindak sebagai agen untuk melembabkan stratum korneum (lapisan kulit terluar).

Bayi mengalami adaptasi progresif setelah lahir, termasuk penurunan dalam hidrasi permukaan secara lambat, penurunan PH kulit, dan dehidrasi dengan ditandai pembentukan permukaan kulit kering. Vernix memiliki peran dalam memodulasi proses ini sebagaimana dibuktikan oleh beberapa penelitian.

Vernix juga berkhasiat penyembuh luka bagi ibu pasca melahirkan, telah terbukti dapat meningkatkan metabolisme kulit secara in vitro dengan meningkatkan konsumsi glukosa dan produksi laktat. Regulasi gradien transepidermal air diketahui penting dalam pembentukan dan regenerasi perisai epidermis pasca luka.

Berikut fungsi vernix pada bayi baru lahir:

Perlindungan kulit
Bayi baru lahir dengan vernix pada lapisan kulit dapat membantu melindungi kulit yang masih sangat sensitif dan membantu mencegah infeksi bakteri.

Pelembab alami
Vernix adalah produk kesehatan dan kecantikan alami bagi bayi Anda.Tanpa vernix, kulit bayi akan mengering dan berkerut.

Pelumas
Vernix dengan lendir licin berperan sebagai pelumas saat melahirkan, membantu bayi Anda terdorong keluar lebih mudah.

Selimut
Vernix dengan lapisan seperti keju membantu bayi Anda menjadi lebih hangat, mengisolasi tubuhnya dan mempertahankan suhu nyaman dalam rahim.

Meredam suara
Bayi di dalam rahim mulai mendengar suara pada usia sekitar 25 minggu. Vernix yang menutupi area telinga dapat meredam suara bising dari luar sehingga bayi dapat nyaman berada dalam rahim tanpa gangguan.

Untuk ibu, membantu penyembuh luka
Vernix mengandung senyawa yang dapat mendorong penyembuhan luka perineum, sehingga dapat membantu pemulihan kelahiran vagina pasca melahirkan.

Tidak jarang bayi baru lahir sedikit hingga tidak memiliki lapisan vernix, itu karena sudah diserap oleh cairan ketuban, biasanya terjadi pada bayi lahir terlambat. Bayi yang lahir lebih awal cenderung memiliki vernix lebih banyak dan tebal.

Karena ketidaktahuan tentang vernix, biasanya orangtua akan segera membersihkannya karena dianggap sebagai kotoran. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyarankan menunda mandi pertama bayi selama 24 jam pasca kelahiran.

Sekoci Hoaxes. Filter Ekosistem Informasi!

What's Your Reaction?

hate hate
0
hate
Angry Angry
0
Angry
confused confused
0
confused
fail fail
0
fail
fun fun
0
fun
geeky geeky
0
geeky
love love
0
love
lol lol
0
lol
omg omg
0
omg
win win
0
win

0 Comments

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Lainnya

kategori: Informasi

Artikel Terbaru

Kesalahpahaman Vernix Caseosa Pada Bayi Baru Lahir Disangka Kotoran