Benarkah Smartphone Docomo Produk Tiruan Alias Palsu?


Mungkin Anda sudah tidak asing dengan produk ponsel pintar bertuliskan Docomo. Ponsel Docomo sudah menjamur di Indonesia dengan harga yang ditawarkan jauh lebih murah. Ponsel ini biasanya mengusung merek terkenal seperti Sony, Samsung, LG.

Produk Docomo sebenarnya membundling hampir semua merek ponsel terkenal, bahkan iPhone dan Google Pixel. Docomo juga bukan hanya bermain smartphone, mereka juga memasarkan iPad, Tablet dan Apple Watch.

Yang perlu dicatat, Docomo bukanlah merek smartphone melainkan perusahaan operator seluler Jepang, contohnya di Indonesia seperti Telkomsel, Indosat dan XL.

Docomo singkatan dari “Do Communication over the Mobile Network“, memberikan bundling dengan sejumlah merek smartphone terkenal dan dijual dengan layanan jaringan selulernya.

Docomo

Itu artinya ponsel ini adalah smartphone yang sudah digabung dengan operator seluler Docomo. Contohnya seperti ponsel Samsung bekerjasama dengan Docomo, ponsel yang dijual mencantumkan label Docomo.

Kepercayaan yang merebak di masyarakat mengatakan bahwa ponsel Docomo adalah produk palsu. Paradigma ini salah besar. Sejatinya produk ini original berasal dari produsen resmi. Misalnya Anda membeli Docomo Samsung, kualitas body dan mesinnya dibuat oleh Samsung.

Singkatnya, ponsel Docomo adalah produk original dari produsen ponsel yang diusung. Mengapa ponsel ini lebih murah? Harga ponsel ini lebih murah karena disubsidi oleh Docomo.

Di negara asalnya, ponsel Docomo dijual sepaket dengan kartu Docomo yang dilock atau dikunci hingga tidak bisa menggunakan operator lain. Contoh di Indonesia seperti Esia dan Smartfren yang bekerjasama dengan Huawei.

Ponsel Docomo di Indonesia dipandang ringkih karena produk ini tidak resmi alias ilegal atau biasa disebut black market. Mengapa ponsel ini bisa ada di Indonesia? Ponsel Docomo yang beredar di Indonesia sudah diunlock (kunci terbuka) hingga bisa menggunakan kartu seluler lokal.

Seperti ponsel black market lainnya, ponsel ini masuk Indonesia dengan kondisi tidak baru alias bekas. Karena tidak bisa lagi dipasarkan di negara asalnya, ponsel Jepang ini akhirnya dijual secara bebas ke negara luar, tidak terkecuali Indonesia.

Ponsel Docomo walaupun produk original tetapi pastinya memiliki perbedaan dengan versi global. Ponsel ini kerap dibilang palsu karena tampilannya tidak sama dengan versi global. Ponsel Docomo tidak menutup kemungkinan melakukan beberapa perubahan desain hingga terlihat berbeda dengan versi global.

Ponsel ini memiliki kelebihan dan kekurangan dibanding dengan versi global. Di negara asalnya, ponsel ini mengusung fitur menarik yang dikhususkan untuk pengguna di Jepang, seperti waterproof dan wireless charging. Tetapi semua fitur itu tidak bisa digunakan di Indonesia.

Perbedaan lainnya, ponsel ini tidak bisa disilent saat memotret, biasanya produk iPhone. Mode suara tidak bisa dimatikan pasalnya di negara asalnya terkait dengan privasi dan norma. Ketika seseorang memotret di tempat umum maka akan ketahuan dari suara kameranya yang cukup nyaring, mencegah hal yang tidak senonoh.

Harga ponsel ini memang jauh lebih murah dibanding versi global, itulah mengapa ponsel ini laris manis di Indonesia. Sebelum Anda membelinya, saya sarankan untuk mempertimbangkan sisi negatifnya.

Seperti ponsel black market lainnya, ponsel Docomo bermasalah dengan klaim garansi. Jika ponsel Anda mengalami masalah atau rusak maka jangan harap mendapatkan garansi, beberapa penjual mungkin memberikan garansi distributor, tetapi biasanya terbatas dan waktunya sangat singkat.

Karena ponsel ini sering dianggap tiruan atau palsu, itu akan menyebabkan Anda tidak percaya diri saat menggunakannya di tempat umum, kecuali Anda menutup label Docomo.

Selain itu, keamanan ponsel ini sangat rentan. Proses unlock provider sebelum diedarkan di Indonesia, penjual terlebih dahulu memodifikasi perangkat lunaknya agar bisa menggunakan provider seluler lokal. Itulah mengapa ponsel ini yang beredar di Indonesia rentan terinfeksi virus berbahaya karena sistem operasinya sudah tidak original.

Seperti ponsel bekas lainnya, ponsel eks Jepang ini cukup disangsikan kondisinya. Jika Anda membelinya seperti berjudi, jika beruntung Anda akan mendapatkan kualitas baik dan memuaskan. Jika Anda tetap berminat membelinya, disarankan membeli dari penjual terpercaya yang memberikan garansi jika barang yang dijual tidak sesuai seperti yang diiklankan.

Ponsel ini juga sistem operasinya tidak bisa diupdate. Dengan mengusung sistem operasi OS, Anda akan sulit mengupdate OS ke versi terbaru karena update OS harus melalui operator asalnya yang bekerjasama dengan pihak pabrikan, kecuali Anda bersedia terbang ke Jepang.

Kerugian lainnya Anda akan kesulitan mendapatkan sparepart jika ponsel Anda rusak. Sparepart ponsel brand Jepang kemungkinannya sangat kecil ditemukan di Indonesia. Jalan yang lebih mudah dengan cara kanibal dari ponsel yang sama.

Kesimpulan

Ponsel Docomo yang sering dianggap sebagai ponsel tiruan atau palsu adalah keliru. Ponsel ini sebenarnya original dari pabrikan merek yang diusung dengan dibundling oleh perusahaan provider seluler Docomo. Harga ponsel ini jauh lebih murah dibanding versi global karena sudah disubsidi oleh Docomo. Di negara asalnya ponsel ini hanya bisa menggunakan kartu seluler NTT docomo.

Sekoci Hoaxes. Filter Ekosistem Informasi!

What's Your Reaction?

hate hate
0
hate
Angry Angry
0
Angry
confused confused
0
confused
fail fail
0
fail
fun fun
0
fun
geeky geeky
0
geeky
love love
1
love
lol lol
0
lol
omg omg
1
omg
win win
0
win

0 Comments

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

kategori: Informasi

Artikel Terbaru

Benarkah Smartphone Docomo Produk Tiruan Alias Palsu?