Aplikasi Foto Editor FaceApp Yang Sedang Viral Berbahaya, Benarkah?


Baru-baru ini sebuah aplikasi seluler FaceApp menjadi viral berkat aksi challange beberapa artis dunia memperlihatkan foto wajahnya nampak lebih tua menggunakan aplikasi ini. Aplikasi ini menggunakan teknologi kecerdasan buatan yang dapat memungkinkan penggunanya menambahkan foto pribadi agar terlihat lebih tua.

Sebenarnya aplikasi FaceApp diciptakan tahun 2017 dan saat itu sudah menjadi viral dengan 80 juta pengguna. Saat ini FaceApp kembali menggema karena aksi tantangan yang disebut ‘FaceApp Challange‘ atau ‘Age Challange‘. Banyak selebriti ikut beraksi dalam tantangan ini hingga menjadi viral.

Penyanyi Afgan Syahreza dan Agnes Mo terlihat tua menggunakan FaceApp
Bunga Citra Lestari, FaceApp
Wulan Guritno, FaceApp
Dian Sastrowardoyo, FaceApp
Aura Kasih, FaceApp

Tetapi sebuah tweet membuat panik penggunanya, seorang pengembang memperingatkan bahwa aplikasi tersebut dapat mengambil semua foto dari ponsel Anda dan mengunggahnya ke servernya tanpa izin dari pengguna. Cuitan itu berasal dari Joshua Nozzi, ia juga mengatakan semua foto yang diunggah di FaceApp akan disimpan ke server milik Rusia untuk digunakan beberapa proyek jahat.

FaceApp dikembangkan oleh perusahaan yang dikenal sebagai Wireless Labs, yang berbasis di St. Petersburg, Rusia. Aplikasi ini telah ada sejak 2017, dan telah menghadapi beberapa kritik tajam (tidak terkait privasi) seperti “filter menarik” yang dituduh memperhalus warna kulit (kemudian dihapus) dan filter yang dapat mengubah etnis Anda (juga kemudian dihapus).

Lalu benarkah aplikasi penuaan wajah milik Rusia ini berbahaya bagi privasi Anda? Tidak, setidaknya untuk saat ini. Ketakutan tersebut sebenarnya bagian dari phobia terhadap Rusia, terutama warga Amerika. Seorang peneliti keamanan dan pakar dunia maya asal Perancis menggunakan nama samaran Elliot Alderson (nama asli Baptiste Robert) mengunduh aplikasi ini dan memeriksa ke mana ia mengirimkan foto wajah pengguna.

Ia menemukan FaceApp hanya mengambil foto yang dikirimkan (yang ingin Anda edit) dan kembali ke server perusahaan. Pertanyaannya di mana server itu berbasis, apakah di Rusia? Bukan Rusia, ternyata Amerika. Saya mencoba mencari tahu dari data hosting server untuk FaceApp.io, dapat dikonfirmasi bahwa benar alamat server ip berada di California, Amerika Serikat.

Domain FaceApp.com menggunakan server hosting Amazon, Amerika.

Mengingat perusahaan pengembang berbasis di St. Petersburg, tentunya semua foto yang masuk akan dilihat dan diproses di Rusia. Tetapi aplikasi ini tidak berbeda dengan aplikasi edit foto lainnya, hanya memproses gambar di perangkat ponsel Anda, tidak mengambil foto-foto di ponsel Anda.

Pendiri FaceApp Yaroslav Goncahrov, memberikan penjelasan kepada Forbes bahwa data pengguna tidak ditransfer ke Rusia dan “sebagian besar pemrosesan foto di cloud.”

“Kami hanya mengunggah foto yang dipilih oleh pengguna untuk diedit. Kami tidak pernah mentransfer gambar lain dari telepon ke cloud,” tambah Goncharov.

“Kami mungkin menyimpan foto yang diunggah di cloud. Alasan utama untuk itu adalah kinerja dan lalu lintas: kami ingin memastikan bahwa pengguna tidak mengunggah foto berulang kali untuk setiap operasi pengeditan. Sebagian besar gambar dihapus dari server kami dalam 48 jam dari awal pengunggahan.”

Dia mengatakan bahwa pengguna juga dapat meminta agar semua data pengguna dihapus. Dan pengguna dapat melakukan ini dengan pergi ke pengaturan, lalu memilih melaporkan bug, menggunakan kata “privasi” di pesan baris subjek. Goncahrov menjelaskan cara ini akan membantu mempercepat proses.

Dan dia menambahkan: “Kami tidak menjual atau membagikan data pengguna dengan pihak ketiga mana pun.”

Masalah kebijakan privasi kerap terjadi pada aplikasi manapun, walaupun mereka memastikan privasi Anda aman tetapi pada prakteknya tidak ada jaminan pasti. Walaupun aplikasi FaceApp aman seperti yang dijelaskan oleh Goncahrov, sangat penting bahwa pengguna harus mengetahui risiko memasang aplikasi dari pengembang yang belum dikenal atau dipercaya secara eksplisit.

Masalah privasi dan keamanan harus berada di garis depan untuk selalu diingat ketika kita menginstal aplikasi pihak ketiga, karena sebagian besar aplikasi semacam ini membutuhkan informasi data kita untuk bekerja, yang kemudian dapat dikirim ke pengembang aplikasi. Ini adalah hal umum pada semua aplikasi pihak ketiga.

Mungkin data kita tidak dijual atau disalahgunakan kepada pihak lain, tetapi tidak menutup kemungkinan digunakan oleh perusahaan pengiklan. Jika Anda mengunduh aplikasi gratis di ponsel Anda, akan muncul iklan secara bertubi-tubi hingga mengganggu. Mungkin bagi Anda itu tidak berbahaya tetapi hanya mengganggu kenyamanan saat menggunakan aplikasi.

Namun, akan menjadi berbahaya jika iklan ditanam virus phishing malware. Yang harus Anda ketahui, sebagian besar malware mobile hadir melalui iklan, cukup masuk akal mengingat aplikasi gratis biasanya tidak memiliki sumber pendapatan yang jelas.

Kesimpulan

Kabar tentang bahaya FaceApp dapat mengambil foto-foto di ponsel Anda untuk disalahgunakan telah dibantah secara resmi oleh pendiri aplikasi ini. Walaupun pengembang aplikasi ini berada di Rusia tetapi mereka menggunakan basis server Amazon, Amerika. Rumor peringatan bahaya dari aplikasi ini tidak terbukti, tetapi itu bukan berarti sepenuhnya Anda aman saat menggunakan aplikasi ini.

Sekoci Hoaxes. Filter Ekosistem Informasi!

What's Your Reaction?

hate hate
0
hate
Angry Angry
1
Angry
confused confused
0
confused
fail fail
0
fail
fun fun
0
fun
geeky geeky
0
geeky
love love
0
love
lol lol
0
lol
omg omg
0
omg
win win
0
win

0 Comments

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Lainnya

kategori: Foto

Artikel Terbaru

Aplikasi Foto Editor FaceApp Yang Sedang Viral Berbahaya, Benarkah?