Mombongkar Mitos Tentang Manfaat Kesehatan Garam Pink Himalaya


Banyak orang mempercayai bahwa garam pink Himalaya sebagai garam paling murni hingga sangat bermanfaat bagi kesehatan manusia. Bentuk garam Himalaya memang berbeda dengan garam yang biasa kita temui di dapur sebagai bumbu masakan. Garam ini biasanya berbentuk butiran lebih besar dan berwarna pink atau merah muda.

Garam Himalaya berasal dari lapisan garam endapan dari lautan purba 250 juta tahun yang lalu dan kemudian lapisan laut terangkat ketika Himalaya terbentuk. Garam ini didapatkan dari hasil tambang di daerah sekitar Himalaya, kebanyakan berasal dari Pakistan.

Garam ini mendapatkan warna kemerahan dari jejak mineral di dalam garam, seperti magnesium, kalium dan kalsium. Banyak orang mengklaim garam Himalaya lebih sehat dari garam putih konvensional. Klaim ini didasarkan dari jejak garam Himalaya yang tidak biasa.

Garam ini terlindungi dari pencemaran zaman modern dan diawetkan secara alami di lingkungan yang masih murni. Jadi, kata-kata seperti alami, tidak terpolusi, murni, dan kuno menjadi daya tarik tersendiri bagi mereka yang mudah tertipu.

Warna pink pada garam Himalaya karena kotoran, natrium klorida murni berwarna putih. Sangat ironis ketika para penjual mengiklankan garam Himalaya sebagai “garam paling murni yang tersedia saat ini”. Para pengiklan menawarkan garam ini dengan mengklaim baik bagi kesehatan, lebih bermanfaat bagi kesehatan dibanding garam putih.

Biasanya klaim yang dihembuskan seperti meningkatkan energi dan kualitas tidur, membersihkan udara dari partikel debu, membantu kesehatan vaskular, mendukung fungsi paru-paru untuk pernapasan yang sehat, mengencangkan kulit, meningkatkan libido, mencegah kram otot, memperkuat tulang, menurunkan tekanan darah, mengeluarkan racun dari dalam tubuh dan lainnya.

Tidak ada bukti ilmiah untuk semua klaim itu. Semua itu adalah spekulasi berdasarkan temuan tentang jumlah mineral yang lebih besar pada garam Himalaya. Beberapa sumber mengatakan bahwa garam Himalaya berwarna merah muda mengandung hingga 84 mineral berbeda.

Garam merah muda Himalaya secara kimiawi mirip dengan garam konvensional, mengandung hingga 98 persen natrium klorida. Karena mengandung hingga 98 persen natrium klorida, ini berarti bahwa hanya sekitar 2 persen yang terdiri dari berbagai mineral ini.

Mengingat setiap orang biasanya mengkonsumsi garam dengan jumlah yang relatif terbatas, dan jumlah mineral yang kecil di dalam garam ini, tidak mungkin garam Himalaya dapat memberikan manfaat kesehatan yang terukur atau signifikan.

Garam Himalaya umumnya memiliki kristal yang lebih besar daripada garam konvensional, secara teknis per sendok teh mengandung lebih sedikit natrium. Garam ini juga memiliki rasa lebih asin, itu berarti Anda dapat menggunakan lebih sedikit garam dalam masakan untuk mencapai rasa yang sama dengan garam konvensional.

Namun, garam Himalaya juga tersedia dalam ukuran butiran yang lebih kecil  menyerupai garam biasa. Pertimbangkan ini saat membumbui makanan dan mengukur asupan natrium. American Heart Association (AHA) menyarankan bahwa lebih dari 75 persen asupan natrium sudah ada dalam makanan olahan. Garam meja tidak menambah kandungan natrium dalam makanan.

“Pemasar menggembar-gemborkan kemampuan mereka (garam Himalaya) mampu melepaskan ion negatif yang dapat meningkatkan kesehatan fisik dan emosi,” kata Dr. Andy Weil, pendiri dan direktur program dari Pusat Pengobatan Integratif Universitas Arizona.

Beberapa orang berpendapat bahwa garam ini lebih enak dari garam putih ketika digunakan dalam masakan, mungkin klaim ini benar untuk beberapa orang. “Semua garam agak berbeda sehubungan dengan penelusuran kandungan dan tekstur mineral,” kata Weil.

Dalam iklan banyak yang mencantumkan klaim bahwa garam ini mengandung 84 mineral, para pembeli dengan naifnya berasumsi bahwa lebih banyak berarti lebih baik karena kita membutuhkan lebih banyak nutrisi, sehingga 84 mineral garam Himalaya seharusnya lebih sehat dari garam biasa.

Sebagian besar sumber ilmiah mencatat lebih sedikit mineral dan elemen dalam tubuh manusia,dari 40 hingga 60. Dan kebanyakan dari 60 itu beracun dan radioaktif, tidak hanya tidak berguna bagi fisiologi manusia tetapi juga berbahaya.

Daftar 84 mineral berbeda dalam kandungan garam Himalaya dapat Anda lihat di sini. Hanya 15 mineral diketahui memainkan perang penting dalam proses biologis, dan 7 mineral lainnya dianggap “mungkin penting tetapi belum dikonfirmasi”. Mungkin garam Himalaya memiliki lebih banyak mineral dibanding garam putih, tetapi itu hanya setetes dalam ember, jumlahnya tidak signifikan dan tidak memberikan manfaat kesehatan tambahan

Dalam konteks nutrisi, mineral adalah unsur kimia yang diperlukan sebagai nutrisi penting oleh organisme untuk melakukan fungsi yang diperlukan untuk kehidupan. Namun, empat elemen struktur utama dalam tubuh manusia berdasarkan berat (oksigen, hidrogen, karbon, dan nitrogen), biasanya tidak termasuk dalam daftar mineral nutrisi utama (nitrogen dianggap sebagai mineral untuk tanaman, karena sering dimasukkan dalam pupuk).

Keempat elemen ini menyusun sekitar 96% dari berat tubuh manusia, dan mineral utama (makromineral) dan mineral minor (juga disebut elemen jejak) menyusun sisanya. Sebagian besar mineral dalam makanan manusia berasal dari makan sayuran dan daging atau dari air minum.

Setidaknya ada dua puluh elemen kimia diketahui diperlukan untuk mendukung proses biokimia manusia dengan melayani peran struktural dan fungsional serta elektrolit. Oksigen, hidrogen, karbon, dan nitrogen adalah unsur yang paling melimpah dalam tubuh berdasarkan beratnya dan membentuk sekitar 96% dari berat tubuh manusia.

Sekoci
Unsur nutrisi dalam tabel periodik. A Journal of the Gesellschaft Deutscher Chemiker

Ironisnya, ada 2 mineral dalam daftar 84 mineral garam Himalaya, technetium dan promethium, diketahui tidak alami sebagai isotop radioaktif yang tidak stabil. Apakah Anda berpikir unsur-unsur buatan manusia ini masuk ke dalam garam Himalaya layak diklaim sebagai murni dan alami?

Yang perlu Anda catat, manfaat garam yang penting mengandung yodium, mineral yang dibutuhkan tubuh untuk mempertahankan fungsi tiroid dan metabolisme sel yang tepat. Meskipun garam Himalaya dapat secara alami mengandung beberapa yodium, kemungkinan besar mengandung lebih sedikit yodium.

Jika Anda berisiko atau kekurangan yodium, Anda harus mencari makanan lain yang mengandung yodium jika di rumah Anda menggunakan garam Himalaya. Sumber besar yodium termasuk ikan, rumput laut, susu, telur, sayuran dan buah-buahan.

Kesimpulan

Jika Anda ingin menambahkan garam pink Himalaya ke dalam masakan, itu tidak masalah. Namun, jika Anda berharap garam ini lebih menyehatkan, itu pseudosains (ilmu palsu). Tidak ada bukti ilmiah sebagai pendukung semua klaim manfaat kesehatan pada garam Himalaya. Garam pink Himalaya memiliki kandungan gizi yang hampir sama dengan garam biasa, kelebihan garam ini hanya lebih cantik dan lebih mahal (membuang uang).

Sekoci Hoaxes. Filter Ekosistem Informasi!

What's Your Reaction?

hate hate
0
hate
Angry Angry
0
Angry
confused confused
3
confused
fail fail
2
fail
fun fun
0
fun
geeky geeky
0
geeky
love love
2
love
lol lol
2
lol
omg omg
3
omg
win win
0
win

0 Comments

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Lainnya

kategori: Kesehatan

Artikel Terbaru

Mombongkar Mitos Tentang Manfaat Kesehatan Garam Pink Himalaya