Kebohongan Pers Memberikan Harapan Palsu Tentang Pengobatan Kanker


Kanker adalah penyakit yang selalu dijadikan momok paling menakutkan oleh manusia hingga banyak beredar ide menyesatkan tentang mengobati kanker dengan cara sederhana. Yang perlu dicatat, kanker adalah penyakit kompleks yang tidak bisa diobati dengan cara tunggal.

Pers berperan besar menyampaikan informasi kesehatan kepada masyarakat, alih-alih bermanfaat malah menjerumuskan. Ruang internet banyak menyajikan informasi pengobatan kanker dengan cara tunggal dan bahkan nyeleneh, seperti makan buah saat perut kosong, menghisap payudara, menghirup kentut, ganja, rumput gandum, buah berry, tanaman dewa petir, sirsak, lemon, singkong.

Ide menyesatkan mengobati kanker berasal dari ketidakmampuan memahami isi jurnal ilmiah dari hasil penelitian yang dilakukan para ilmuwan. Kebanyakan kasus, penulis tidak memahami keterangan “zat anti kanker” yang diasumsikan sebagai zat yang dapat membunuh kanker, nyatanya zat itu sebagian besar berfungsi sebagai pencegah bukan mengobati.

Bahkan ketika para peneliti menyimpulkan hasil positif, pers secara sembarangan berasumsi bahwa hasil penelitian sudah final dan terbukti mampu mengobati kanker pada manusia. Semua uji klinis yang pernah dilakukan hanya terbatas pada hewan percobaan (tikus), hingga saat ini belum ada penelitian menggunakan objek manusia.

Kasus lainnya ketika pers tidak memiliki pengetahuan tentang tahapan uji klinis. Ketika studi baru sebatas praklinis langsung dianggap sudah final. Yang paling miris, kebanyakan informasi kesehatan yang ditulis oleh pers berasal dari media lain tanpa pernah mencoba membaca jurnal aslinya, bahkan tidak sedikit berasal dari jurnal palsu atau jurnal imajiner.

Tentang kanker

Mungkin Anda berpikir jika manusia bisa mengirimkan seseorang ke Bulan seharusnya dunia medis sudah bisa menemukan cara mengobati kanker. Menemukan obat untuk kanker lebih rumit daripada menguasai teknik dan fisika untuk pergi ke luar angkasa.

Kanker sebenarnya termasuk sekelompok besar penyakit. Masing-masing memiliki banyak penyebab berbeda-beda. Meskipun ada kemajuan dalam diagnosis dan pengobatan, dokter masih harus banyak mempelajari tentang apa yang memicu sel menjadi kanker dan mengapa beberapa orang dengan kanker hasilnya lebih baik daripada yang lain.

Kanker mulai muncul ketika sel-sel pada bagian tubuh mulai berkembang di luar kendali, dalam setiap organ dalam tubuh. Ada banyak jenis kanker, tetapi semuanya diawali oleh pertumbuhan di luar kontrol sel abnormal.

Selain itu, kanker adalah target yang bergerak. Sel-sel kanker dapat terus bermutasi dan berubah selama perjalanan penyakit. Hal ini dapat menyebabkan sel kanker tidak lagi merespon obat kemoterapi atau perawatan radiasi yang diberikan.

Sel-sel di dalam tubuh kita memiliki fungsinya sendiri dalam melakukan aktivitasnya, sel-sel yang normal akan membelah dalam cara yang teratur. Sel akan mati ketika mereka rusak atau kehilangan daya, lalu sel baru akan muncul untuk menggantikan perannya.

Dalam hal ini sel-sel yang terus menerus melakukan pergantian akan memunculkan sel baru di luar kendali hingga menyebabkan munculnya sel kanker, mereka mendesak sel-sel normal.

Kanker adalah penyakit yang 90-95% kasusnya disebabkan faktor lingkungan dan 5-10% karena faktor genetik. Faktor lingkungan yang biasanya mengarahkan kepada kematian akibat kanker adalah tembakau (25-30%), diet dan obesitas (30-35 %), infeksi (15-20%), radiasi, stres, kurangnya aktivitas fisik, polutan lingkungan.

Yang perlu diketahui kanker bukanlah penyakit modern, penyakit ini sudah ada sejak zaman prasejarah. Para arkeolog telah banyak menemukan sekitar 200 kemungkinan di mana kanker pernah menghinggapi manusia prasejarah, untuk memastikan berapa jumlahnya sangat sulit menimbang tulang-tulang zaman purba yang sangat tua.

Tuduhan yang paling populer adalah perusahaan farmasi dan kedokteran menyembunyikan obat kanker untuk kepentingan bisnis. Tuduhan itu sangat tidak masuk akal. Jika benar perusahaan farmasi sudah menemukan obat kanker pastinya itu bisnis yang sangat menguntungkan. Apakah menurut Anda mereka terlalu bodoh tidak melihat peluang mendapatkan keuntungan lebih besar hingga menyembunyikan obat yang dapat menekan angka kematian?

Selain itu, apakah kanker hanya diderita orang biasa saja, sedangkan dokter, keluarganya, kerabatnya dan teman-temannya tidak akan terserang kanker? Dokter juga sama tertariknya untuk menemukan obat kanker seperti orang lain, untuk alasan yang sama, itu mempengaruhi mereka secara pribadi.

Dokter juga merasa sedih melihat orang-orang yang dicintai menderita karena kanker dan tidak ingin kehilangan mereka. Atau menurut Anda apakah semua dokter adalah iblis yang sangat kejam tidak peduli dengan orang-orang yang dicintainya hanya demi keuntungan finansial hingga menyembunyikan obat kanker?

Semua tuduhan itu berasal dari teori konspirasi yang mencoba membangun asumsi mereka. Bagi orang yang malas berpikir pastinya setiap teori mereka dianggap kebenaran, rasionalitas tidak lagi berharga. Obat kanker tidak pernah disembunyikan oleh perusahaan farmasi dan dokter karena hingga saat ini mereka belum mendapatkannya.

Setiap informasi tentang obat kanker yang dihembuskan oleh pers jangan mudah dipercaya sebelum otoritas resmi secara sah dan selesai diumumkan kepada dunia telah menemukan obatnya. Kanker sebenarnya masih bisa disembuhkan, itulah mengapa para ahli tetap berusaha keras melakukan penelitian menemukan obatnya, setidaknya mereka tidak ingin kehilangan orang-orang yang dicintai.

Sekoci Hoaxes. Filter Ekosistem Informasi!

What's Your Reaction?

hate hate
0
hate
Angry Angry
0
Angry
confused confused
0
confused
fail fail
0
fail
fun fun
0
fun
geeky geeky
0
geeky
love love
0
love
lol lol
0
lol
omg omg
0
omg
win win
0
win

0 Comments

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Lainnya

kategori: Informasi

Artikel Terbaru

Kebohongan Pers Memberikan Harapan Palsu Tentang Pengobatan Kanker