Benarkah Sinar Matahari Mengandung Vitamin D?


Cantik

Vitamin D adalah vitamin unik yang tidak semua orang mendapatkannya. Kepercayaan yang selama ini dipercaya adalah sinar matahari mengandung Vitamin D yang baik untuk kesehatan manusia. Yang perlu diluruskan, sinar matahari tidak mengandung vitamin D tetapi membantu memproses vitamin D yang ada di tubuh kita.

Itu artinya sinar matahari membantu dalam membentuk sintesis vitamin D di dalam tubuh kita. Ketika kulit Anda terkena sinar matahari, itu menciptakan vitamin D dari kolesterol di dalam tubuh. Sinar ultraviolet B (UVB) matahari menyentuh kolesterol dalam sel-sel kulit, memberikan energi untuk sintesis hingga menghasilkan vitamin D.

Sumber vitamin D juga bisa didapatkan dari segelintir makanan, seperti minyak ikan cod, salmon, sarden tuna, hati sapi, kuning telur, jamur kancing dan makarel. Jika Anda jarang terkena sinar matahari, Anda harus memakannya setiap hari untuk mendapatkan vitamin D.

Kita membutuhkan vitamin D untuk membantu tubuh menyerap kalsium dan fosfat dari makanan kita. Mineral-mineral ini penting untuk kesehatan tulang, gigi, dan otot. Kekurangan vitamin D dapat menyebabkan tulang menjadi lunak dan lemah, yang dapat menyebabkan kelainan bentuk tulang.

Penting untuk dicatat bahwa sinar UVB matahari tidak dapat menembus jendela. Jadi orang yang bekerja di sebelah jendela cerah masih rentan terhadap kekurangan vitamin D. Ada banyak jenis sinar yang hadir di bawah sinar matahari. Sinar yang paling merusak kulit kita disebut sinar ultraviolet (UV).

Ada dua tipe dasar sinar ultraviolet yang mencapai permukaan bumi, UVB dan UVA. Sinar UVB bertanggung jawab untuk menghasilkan kulit terbakar. Sinar UVB juga memainkan peran terbesar dalam menyebabkan kanker kulit, termasuk bentuk mol kanker kulit yang mematikan (malignant melanoma).

Sinar UVA juga berperan dalam pembentukan kanker kulit. Selain itu, sinar UVA menembus lebih dalam ke dalam kulit dan memainkan peran yang lebih besar dalam perubahan penuaan kulit dini termasuk pembentukan kerutan. Ada sekitar 500 kali lebih banyak sinar UVA di bawah sinar matahari daripada sinar UVB.

Karena itu, selain harus melindungi kulit Anda dari efek sinar UVB, juga sangat penting untuk melindungi dari efek kerusakan dari sinar UVA yang lebih banyak jumlahnya. Produk tabir surya yang banyak beredar lebih berhasil memblokir sinar UVB daripada sinar UVA.

Proses sintesis vitamin D dari sinar matahari menggunakan UVB. Oleh karena itu saat berjemur tidak boleh terlalu lama karena bisa merusak kesehatan. Waktu yang dianjurkan sekitar 10-15 menit.

Tidak diketahui persis berapa banyak waktu yang dibutuhkan di bawah sinar matahari untuk membuat vitamin D yang cukup untuk memenuhi kebutuhan tubuh. Ini karena ada sejumlah faktor yang dapat memengaruhi bagaimana vitamin D tercipta, seperti warna kulit Anda atau seberapa banyak kulit yang telah terpapar.

Orang-orang yang memiliki kulit gelap membutuhkan waktu lebih lama di bawah sinar matahari untuk menghasilkan jumlah vitamin D yang sama dengan mereka yang berkulit yang lebih terang. Warna kulit Anda ditentukan oleh pigmen yang disebut melanin.

Orang dengan kulit gelap biasanya memiliki melanin lebih banyak dari orang berkulit terang. Melanin membantu melindungi kulit dari kerusakan akibat paparan sinar matahari berlebihan. Melanin bertindak sebagai tabir surya alami untuk melindungi dari sinar UV matahari hingga mencegah kanker kulit.

Itulah mengapa orang dengan kulit gelap membutuhkan waktu lebih lama berjemur untuk menghasilkan vitamin D. Ini juga menjadi alasan kenapa orang berkulit gelap cenderung lebih berisiko kekurangan vitamin D. Jika Anda memiliki kulit gelap harus sering berjemur di bawah sinar matahari lebih lama agar tidak kekurangan vitamin D, antara 30 menit hingga 3 jam.

Untuk mendapatkan asupan vitamin D yang lebih optimal dari sinar matahari dan mengurangi risiko terkena kanker kulit, waktu terbaik terkena paparan sinar matahari adalah siang hari. Untuk di Indonesia, waktu dimulai pada jam 10 pagi.

Semua otoritas kesehatan dunia memperingatkan agar jangan berlebihan saat berjemur, alih-alih mendapatkan vitamin D malah menyebabkan sel-sel tubuh menjadi rusak dan menjadi kanker kulit. Paparan sinar matahari harus dihindari selama 3-5 jam pada siang hari.

Hal itu karena UVA memiliki gelombang yang lebih panjang (320-400 nm) dibanding UVB (280-320 nm). Istilah ultraviolet berarti “melebihi ungu”, sedangkan kata “ungu” merupakan warna panjang gelombang paling pendek dari cahaya dari sinar yang terlihat. Unsur UVA yang lebih besar daripada UVB hadir secara langsung dan tidak pecah dari matahari.

Normalnya Anda dapat menghasilkan vitamin D dengan berjemur setiap hari dalam waktu singkat di bawah sinar matahari, di daerah tangan atau kaki dan bagian terbuka dan jangan menggunakan tabir surya.

Berapa lama kulit menjadi merah dan terbakar saat berjemur pada setiap orang bervariasi. Risiko kulit terbakar sinar matahari tergantung pada seberapa sensitif kulit Anda terhadap sinar matahari dan seberapa kuat sinar UV.

Tips sederhana untuk mengetahui seberapa kuat pancaran sinar matahari dengan cara ‘melihat bayangan’. Cukup lihat bayangan Anda, jika bayangan lebih pendek dari tinggi Anda, ini berarti bahwa sinar UV matahari lebih kuat. Jadi saat itulah Anda harus menghindari sinar matahari agar kulit Anda tidak terbakar, terutama jika kulit Anda lebih sensitif.

Kesimpulan

Informasi tentang sinar matahari mengandung vitamin D adalah keliru. Matahari tidak memberikan vitamin D, tetapi sinar matahari akan mengubah pro-vitamin D menjadi vitamin D. Pro-vitaminnya sendiri sudah ada di tubuh kita. Ada regulasi khusus pro-vitamin D menjadi vitamin D.

Sekoci Hoaxes. Filter Ekosistem Informasi!

What's Your Reaction?

hate hate
0
hate
Angry Angry
0
Angry
confused confused
0
confused
fail fail
0
fail
fun fun
0
fun
geeky geeky
0
geeky
love love
0
love
lol lol
0
lol
omg omg
0
omg
win win
0
win

0 Comments

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

kategori: Disinformasi

Artikel Terbaru

Benarkah Sinar Matahari Mengandung Vitamin D?