Benarkah Kim Jong-un Mengeksekusi Mati Jenderal Korut Menggunakan Piranha?


Klaim: Dituduh rencanakan kudeta, jenderal Korut dieksekusi mati dengan piranha.

Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-Un dilaporkan mengeksekusi mati salah satu jenderal Korut yang dituduh merencanakan kudeta. Eksekusi mati itu disebut dilakukan secara keji dengan memasukkan sang jenderal ke dalam tangki berisi ikan piranha.

Seperti dilaporkan media Inggris, Daily Star dan dikutip Metro.co.uk, Selasa (11/6/2019), perintah eksekusi mati itu dijatuhkan oleh Kim Jong-Un terhadap sang jenderal yang tidak disebut namanya. Tidak diketahui pasti kapan eksekusi mati itu dilakukan.

Menurut sumber yang dikutip Daily Star, sebuah tangki raksasa sengaja dibangun di Ryongsong Residence, salah satu kediaman resmi Kim Jong-Un, setelah pemimpin Korut itu memerintahkan para penasihatnya mengembangkan metode baru untuk eksekusi mati.

Sumber tersebut menyatakan tidak tahu pasti apakah sang jenderal Korut tewas luka-luka akibat gigitan ikan piranha, atau tewas dimakan hidup-hidup oleh piranha atau karena tenggelam. Namun disebutkan bahwa tangki raksasa itu diisi ratusan ekor piranha dari Brasil.

Selengkapnya: detik.com


DIRAGUKAN


Analisis

Baru-baru ini beredar sebuah laporan dari Korea Utara bagaimana Kim Jong-un memperlihatkan kediktatorannya kepada dunia. Dalam laporan menyebutkan Kim Jong-Un mengeksekusi mati salah satu jenderalnya dengan menggunakan ikan piranha yang dituduh merencanakan kudeta.

Cerita tersebut menjadi viral banyak dilaporkan oleh media Inggris, kemudian menyebar ke berbagai negara termasuk pers Indonesia. Dari semua laporan, sumber utama mengarah kepada media Inggris Daily Star. Darimana mereka mendapatkan cerita itu?

Mari kita analisis laporannya. Dimulai dari sumbernya, Daily Star menulis sumber anonim, jikapun sumber tidak mau disebutkan identitasnya seharusnya keterangan itu dicantumkan, tetapi mereka hanya menulis “sumber”.

Sources said it was unclear whether the general was killed by the fish, died from his wounds or drowned.

Untuk melengkapi cerita itu, ditambahkan asumsi dari para pengamat yang dikaitkan dengan film James Bond 1977 The Spy Who Loved Me.

The researchers are believed to have come up with several execution methods designed to scare potential plotters.

It is believed they got the idea from the 1977 James Bond film The Spy Who Loved Me, in which the villain Karl Stromberg executes opponents by dropping them into a shark-filled aquarium.

Laporan tersebut hanya sebatas itu, nama Jenderal, waktu eksekusi dan kronologis kejadian semuanya tidak jelas. Itu artinya sumber tidak bisa diandalkan karena ia bukan saksi, kemungkinan sumber hanya mendengar dari cerita orang lain karena nama Jenderal yang dimaksud saja tidak mengetahui.

Dalam laporannya juga tidak bisa menjelaskan apakah orang itu dibunuh oleh Piranha atau sebelumnya sudah tewas. Jika laporan pers mengambil sumber anonim dan cerita hanya seadanya tanpa rincian lengkap, apakah Anda yakin cerita itu benar?

Apakah ikan Piranha bisa membunuh manusia hidup?

Masih diperdebatkan apakah piranha benar-benar bisa membunuh dan memakan hewan sebesar manusia. Terlepas dari reputasi menakutkan mereka, piranha secara alami adalah pemakan bangkai.

Piranha terkenal dengan giginya yang tajam dan nafsu makan daging yang tinggi. Reputasi kekejaman Piranha sebagai pembunuh dimulai pertama kali dari mantan presiden AS Theodore Roosevelt saat kunjungan bersejarah ke Brasil pada tahun 1913. Kisahnya ia tulis dalam sebuah buku berjudul “Through The Brazilian Wilderness” yang diterbitkan pada 1914.

“Mereka adalah ikan paling kejam di dunia,” tulis Teddy. “Kepala dengan moncongnya yang pendek, mata yang menatap ganas, dan bersenjatakan rahang yang menganga dengan kejam, adalah perwujudan dari jahatnya keganasan. Dan perilaku ikan itu sama persis dengan penampilannya.”

Ia melihat sekelompok piranha merobek-robek bangkai sapi dalam hitungan detik. Kisah dramatisnya lalu menciptakan imajinasi populer selama bertahun-tahun. Padahal apa yang ia lihat sebenarnya telah direkayasa di mana para nelayan sengaja mengumpulkan sekelompok besar Piranha dan sebelumnya mereka dibuat kelaparan selama beberapa hari agar adegan itu terlihat lebih menarik.

Dari situlah imajinasi kekejaman Piranha dimulai. Mereka digambarkan sebagai makhluk buas yang dapat membunuh manusia. Gambaran itu menjadikan ketakutan seperti apa yang dilakukan buaya, di mana setiap manusia yang berada di sungai akan kehilangan nyawanya.

Biasanya serangan Piranha kepada manusia jarang terjadi, kebanyakan kasus manusia dimakan Piranha dalam kondisi sudah meninggal, kembali lagi ke sifat alami Piranha sebagai pemakan bangkai. Piranha memakan manusia banyak dilaporkan, tetapi semuanya tidak jelas apakah korban sebelumnya dalam kondisi hidup atau sudah menjadi mayat.

Pada 27 Januari 2015, seorang anak gadis berusia enam tahun bernama Adrila Muniz ditemukan tewas di Brazil dengan sebagian tubuhnya dimakan oleh piranha, menurut laporan BBC. Tidak jelas apakah anak itu tewas diserang Piranha saat berada di sampan bersama saudaranya atau sudah mati tenggelam ketika Piranha yang ganas menemukannya.

BBC juga melaporkan seorang anak berusia enam tahun dari negara yang sama, Eduardo dos Santos de Sousa, meninggal pada 2012 setelah piranha memakan daging dari salah satu lengannya. Telegraph melaporkan seorang gadis berusia lima tahun tewas dalam serangan piranha pada 2012, juga di Brasil.

Pada 2011, seorang pria berusia 18 tahun dalam kondisi mabuk jatuh ke sungai yang dipenuhi piranha di Bolivia. Dia meninggal karena kehilangan banyak darah, kata situs web Brasil, Terra.

Memang tidak mustahil Piranha membunuh manusia, tetapi dalam kondisi tidak ada pilihan lain, seperti dalam kondisi kelaparan dan di mana makanan sangat langka hingga membuat mereka menjadi gila dan keluar dari sifat alaminya karena kelaparan. Beberapa manusia juga bisa memakan manusia lain ketika mereka kelaparan dan tidak ada lagi yang bisa dimakan.

Kepercayaan tentang Piranha bisa membunuh manusia sebenarnya berasal dari tayangan film-film. Seperti film Piranha 3D (2010), ribuan ikan prasejarah pemakan manusia meneror para remaja. Dalam film tersebut menggambarkan betapa mengerikannya ikan Piranha membunuh, memutilasi dan memakan manusia.

Jeremy Wade, bintang acara TV River Monsters, mencoba membuktikan apakah Piranha dapat menyerang manusia dalam kondisi hidup. Ia melakukan eksperimen berenang bersama sekelompok Piranha. Apa yang dilakukannya telah mematahkan mitos yang selama ini dipercaya bahwa Piranha bisa membunuh manusia.

Anda dapat melihat video di bawah ini bagaimana Jeremy dengan tenang berenang bersama sekelompok Piranha, bahkan ia menuangkan secangkir darah dan sepotong daging sapi mentah untuk membuat mereka menjadi riuh.

Kesimpulan

Laporan tentang jenderal Korut dieksekusi mati menggunakan ikan Piranha diragukan kebenarannya, secara sumber cerita tidak bisa diandalkan. Selain itu, kenyataannya piranha hampir sama dengan semut. Mereka tidak menyerang manusia hidup, mereka hanya membersihkan binatang yang mati, menjaga air tetap bersih dan bebas dari mayat.

Sekoci Hoaxes. Filter Ekosistem Informasi!

What's Your Reaction?

hate hate
0
hate
Angry Angry
0
Angry
confused confused
0
confused
fail fail
0
fail
fun fun
0
fun
geeky geeky
0
geeky
love love
0
love
lol lol
0
lol
omg omg
0
omg
win win
0
win

0 Comments

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Lainnya

kategori: International

Artikel Terbaru

Benarkah Kim Jong-un Mengeksekusi Mati Jenderal Korut Menggunakan Piranha?