Apakah Media Sosial Membantu Atau Merusak Anda?


Di smartphone, tablet, dan komputer Anda, ada perang yang sedang bergejolak di mana mental, rasionalitas dan harga diri dipertaruhkan. Perang itu mungkin tidak ganas, setidaknya bukan secara harfiah, tetapi merupakan perang moral.

Orang-orang yang menggunakan media sosial secara rutin umumnya cenderung memiliki gejala depresi, terutama jika menyangkut dengan harga diri, komentar negatif dapat memicu emosi yang tidak terkendali. Setiap orang pastinya akan merasa bahagia jika mendapat respon positif, tetapi ketika respon negatif muncul, butuh mental yang sangat kuat untuk menghadapinya.

Beberapa orang mungkin mulai berpikir bahwa media sosial tidak begitu bagus untuk kesehatan mental. Yang lainnya mungkin berpikir bahwa menggunakannya akan memberi mereka dorongan positif, tergantung pada bagaimana Anda menghabiskan waktu di media sosial.

Tanpa disadari sebenarnya semua pengguna media sosial cenderung memiliki kepribadian ganda. Medsos memberikan kebebasan bagi setiap penggunanya untuk memainkan peran, setiap orang ingin berperan lebih superior untuk mencari perhatian, berbanding terbalik dengan kehidupan nyata.

Media sosial pastinya memiliki sisi negatif dan positif bagi penggunanya. Kecanduan media sosial menjadi masalah paling serius di mana otak kita mudah terkontaminasi. Hal ini sangat nyata, mengacu pada senyawa kimia yang diproduksi oleh otak manusia, yaitu dopamin.

Hormon dopamin adalah senyawa kimia di otak yang berperan menyampaikan rangsangan ke seluruh tubuh. Senyawa ini memberikan kesenangan di otak, tetapi terkadang kita tidak tahu apa itu benar-benar nyata atau sekedar pelampiasan. Dopamin menyebabkan kita meminta, menginginkan, dan mencari.

Dopamin dirangsang oleh ketidakpastian, ini meningkatkan gairah dan perilaku yang diarahkan pada tujuan. Oleh karena itu, karena dopamin memberi kita keinginan untuk mencari dan dihargai, masalah akan muncul ketika mendapatkan kepuasan instan.

‘Gratifikasi instan’ adalah pencapaian langsung dari kepuasan dan kebahagiaan. Ini adalah cara mendapatkan kesenangan dan kepuasan tanpa kesabaran karena memberikan lonjakan dopamin tanpa usaha atau disiplin. Hal ini pastinya menjadi masalah serius, kesenangan yang didapatkan secara instan akan hilang dengan segera.

Fenomena ini memberi pengguna kepuasan semu, ironisnya banyak orang menikmatinya. Ketika Anda mendapatkan pemberitahuan bahwa seseorang menyukai postingan Anda, otak Anda akan bereaksi menciptakan kesenangan.

Yang menjadi pertanyaan, apakah mereka benar-benar menyukai atau sekedar basa-basi bahkan mungkin tidak sengaja menekan tombol “Like”, pastinya Anda tidak tahu.

Umpan media sosial adalah tempat bagi teman Anda memberi tahu Anda bahwa mereka menyukai foto Anda, setuju dengan pemikiran Anda, atau membela Anda. Itulah yang dapat membuat Anda kembali lagi. Dan itu mungkin salah satu alasan mengapa Anda merasa seperti seorang selebriti ketika teman Anda banyak memberikan ‘Like’.

Media sosial juga berpotensi menjadikan manusia sebagai makhluk anti sosial. Apakah Anda pernah menjawab pesan teks saat berada di meja makan? Bagaimana dengan mengecek Instagram, Facebook, Twitter, atau WhatsApp saat berkumpul dengan teman-teman atau keluarga?

Ketika berada di tempat umum apakah Anda merasa sendirian? Setiap orang sibuk dengan ponselnya seolah dia hidup sendiri di ruang gelap. Penggunaan smartphone seperti candu yang seakan menjenuhkan kehidupan nyata kita sehari-hari. Sejatinya momen yang paling indah ketika kita benar-benar menikmati hidup dan tidak berpikir sedikitpun untuk membaginya dengan media sosial.

Jika Anda ingin memeriksa apakah Anda berisiko kecanduan media sosial, tanyakan pada diri Anda sendiri dengan menjawab enam pertanyaan sederhana ini:

  • Apakah Anda menghabiskan banyak waktu di media sosial?
  • Apakah Anda menginginkan menggunakan media sosial secara rutin?
  • Apakah Anda menggunakan media sosial untuk melupakan masalah pribadi?
  • Apakah Anda sering mencoba mengurangi penggunaan media sosial tetapi selalu gagal?
  • Apakah Anda menjadi gelisah atau tidak nyaman jika tidak menggunakan media sosial?
  • Apakah Anda menggunakan media sosial begitu sering sehingga berdampak negatif pada pekerjaan atau sekolah Anda?

Jika sebagian besar jawabannya “Ya”, maka Anda mungkin memiliki masalah kecanduan media sosial. Masalah paling serius dari kecanduan media sosial adalah kehilangan rasionalitas.

Fakta nyata di mana saat ini pengguna Facebook seperti kehilangan akal sehatnya, bahasan politik begitu ramai mendapatkan reaksi sedangkan postingan edukasi kurang diminati. Mereka lebih menikmati perselisihan demi memuaskan ego dibanding pengetahuan yang mendamaikan.

Saat ini sangat mudah untuk mendapatkan pengikut di Facebook, jadikan konten politik sebagai topik utama, maka pengguna akan berbondong-bondong hadir walau hanya sekedar mencaci maki. Sedangkan konten edukasi kehilangan pesonanya karena dianggap tidak menarik, sungguh ironi.

Baik dan buruknya menggunakan media sosial kembali lagi kepada diri Anda sendiri. Tanyakan kepada diri sendiri, apa tujuan Anda menggunakan media sosial? Manajemen waktu sangat penting sebagai kontrol. Menghabiskan banyak waktu yang lama di media sosial tanpa tujuan yang jelas itu tidak baik, kehidupan nyata lebih berharga.

Animator Steve Cutts menampilkan kisah tentang potret suram manusia yang terobsesi oleh smartphone dalam sebuah animasi video berjudul “Are You Lost In The World Like Me?” Para pecandu ponsel hidup dalam dunianya sendiri hingga menjadi anti-sosial dan larut dalam euforia ruang maya.

Steve Cutts menjelaskan bahwa video ini menggambarkan bagaimana saat ini kita ketergantungan pada teknologi dan kurangnya interaksi manusia. Ini tentang bagaimana teknologi telah mengubah kita, hingga kita menjadi tidak peka.

Sekoci Hoaxes. Filter Ekosistem Informasi!

What's Your Reaction?

hate hate
0
hate
Angry Angry
0
Angry
confused confused
0
confused
fail fail
0
fail
fun fun
0
fun
geeky geeky
0
geeky
love love
0
love
lol lol
0
lol
omg omg
0
omg
win win
0
win

0 Comments

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

kategori: Facebook

Artikel Terbaru

Apakah Media Sosial Membantu Atau Merusak Anda?