Kota di Filipina Melarang Warganya Bergosip Untuk Mencegah Hoax


Kegiatan bergosip ria saat berkumpul bersama teman-teman memang sangat mengasikan hingga lupa waktu, mungkin tidak sedikit yang tidak menyukai bergosip karena menganggap tidak bermanfaat. Bahkan tayangan televisi menjadikan gosip sebagai konten utama dengan pemirsa yang cukup banyak.

Apakah gosip bagian dari hak asasi manusia? Mengapa gosip dilarang, sedangkan tidak ada hukum negara yang melarangnya? Baru-baru ini sebuah kota kecil di Filipina, Binalon, merencanakan undang-undang yang melarang warganya bergosip karena menganggap itu perbuatan sia-sia. Gosip juga bisa menyebabkan ketegangan antar warga, tetapi alasan utamanya karena peredaran ‘berita palsu’ berawal dari gosip.

Warga yang diketahui melanggar undang-undang anti-gosip baru ini akan dihukum membayar sejumlah denda atau melakukan kerja sosial selama berjam-jam, termasuk memunguti sampah dari jalan, hukuman yang mengandung makna gosip sebagai sampah yang harus dibersihkan.

Tingkat hukuman tergantung pelanggarannya, orang yang diketahui bergosip pertama kalinya akan dijerat denda sebesar 200 peso, atau sekitar 55.000 rupiah, ditambah hukuman mengambil sampah di jalan selama tiga jam. Jika dia kembali tertangkap sedang bergosip maka denda akan dinaikan menjadi 285.000 rupiah, serta kerja sosial selama delapan jam.

Hukum anti-gosip baru itu tidak jelas apa saja yang masuk dalam kategori gosip, interpretasi itu mengandung keambiguan. Tetapi walikota Binalon, Ramon Guico, menyatakan bahwa menyebarkan rumor tentang hubungan atau masalah finansial orang bisa dihukum, menurut sebuah wawancara dengan Wall Street Journal.

Walikota Binalon, Ramon Guico

Menurut Guico, penyebaran desas-desus palsu dan desas-desus lokal menjadi jauh lebih buruk selama musim panas ketika warga berkumpul di tempat teduh di bawah pohon menggunjingkan seperti siapa yang berselingkuh atau terlibat utang.

“Kami tidak harus menghukum siapa pun karena pelanggaran kedua,” kata Jovelyn Manaois, pemimpin dewan setempat. “Tidak ada yang mau dicap sebagai biang gosip.”

Tentu saja, membantu mengekang penyebaran berita palsu adalah hal yang baik, tetapi apakah aturan baru itu dibenarkan dengan mengambil tindakan yang berpotensi melanggar kebebasan hak sipil? Apakah semua hal tentang membicarakan orang lain bisa dikategorikan gosip? Lalu bagaimana jika membicarakan orang lain itu mempertanyakan kebenaran untuk verifikasi?

Aturan itu menjadi kontroversi, menyensor dan menghukum warga untuk sesuatu yang sepele seperti gosip pinggir jalan mungkin tampak seperti langkah yang agak kejam, para pemimpin lokal bersikeras bahwa undang-undang tersebut tidak melanggar kebebasan berbicara.

Undang-undang tersebut sedang digulirkan menjelang pemilihan lokal, yang akan membuat banyak orang mencalonkan diri bulan depan. Guico juga memberlakukan larangan tempat karaoke setelah pukul 22:00 sebagai bagian dari upayanya untuk meningkatkan kualitas hidup di Binalonan.

Sekoci Hoaxes. Filter Ekosistem Informasi!

What's Your Reaction?

hate hate
0
hate
Angry Angry
0
Angry
confused confused
0
confused
fail fail
0
fail
fun fun
0
fun
geeky geeky
0
geeky
love love
0
love
lol lol
0
lol
omg omg
0
omg
win win
0
win

0 Comments

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

kategori: Informasi

Artikel Terbaru

Kota di Filipina Melarang Warganya Bergosip Untuk Mencegah Hoax