Benarkah Teknologi 5G Berdampak Negatif Pada Kesehatan Manusia?


Pixabay

Klaim: Terknologi nirkabel 5G berpotensi berbahaya bagi kesehatan manusia.

Menurut kritikus 5G yang peduli tentang bahaya kesehatan dari teknologi di sinilah masalahnya. 5G membawa risiko kesehatan dan sejumlah penelitian tampaknya membuktikan hal ini.Hasil awal dari studi Program Toksikologi Nasional senilai 25 juta dolar yang dirilis pada 2016 menemukan hubungan antara radiasi ponsel dan kanker. Ditemukan juga peningkatan risiko paparan radiasi di luar apa yang dianggap aman oleh pemerintah AS.

Menurut sebuah studi 2018 yang diterbitkan dalam jurnal Health Physics, ledakan transfer data yang sangat cepat pada suatu perangkat sebagai akibat dari teknologi 5G dapat menyebabkan pemanasan jaringan kulit. Dampak ini akan dirasakan pada orang yang terpapar di bawah pedoman keselamatan saat ini.

Sumber klaim: Republika.co.id


Tidak Terbukti


Analisis

5G adalah sebutan umum untuk teknologi jaringan seluler generasi kelima setelah 4G. Perbedaan secara signifikan antara 4G dan 5G adalah kecepatannya, koneksi 5G akan menjadi super cepat dibanding koneksi saat ini, diperkirakan kecepatannya 5-10 lebih cepat dari 4G. Selain itu, teknologi 5G akan menggunakan pita frekuensi lebih tinggi dari sebelumnya, itu berarti 5G akan bekerja pada aktivitas area dengan kecepatan tinggi.

Darimana klaim bahaya 5G berasal?

Sebuah kota kecil Mill Valley di utara San Francisco melarang 5G karena masalah kesehatan, dapat memicu kanker. Mereka bergabung dengan beberapa kota Marin County lainnya dalam memblokir penyebaran 5G. Kabar itu menyebar hingga mengklaim bahwa 5G adalah hukuman mati, bahkan CIA dituduh dibalik 5G. Tidak hanya itu, ada petisi di MoveOn.org yang mendesak Presiden Donald Trump untuk melarang 5G.

Kontroversi kian memanas ketika New York Times menuduh pihak Rusia sebagai dalang yang menyebarkan ketakutan yang tidak mendasar itu. Mereka melaporkan bahwa RT America, yang sebelumnya dikenal sebagai Russia Today, menayangkan berita dengan segmen “hubungan sinyal 5G untuk kanker otak, infertilitas, autisme, tumor jantung, dan penyakit Alzheimer.”

Di sisi lain, Presiden Vladimir Putin malah secara terbuka memuji peluncuran 5G di Rusia, menurut Times. Sebuah pertanyaan besar, apakah RT memperingatkan orang Amerika tentang teknologi baru yang berbahaya atau ada rencana lain sebagai upaya melemahkan pesaing? Sudah bukan rahasia umum bahwa Rusia dan AS selalu terlibat dalam persaingan, terutama dalam hal teknologi, seperti persaingan mengirim manusia ke bulan.

Radiasi ponsel dan kanker

Laporan yang mengatakan bahwa teknologi ini akan berdampak buruk bagi kesehatan kita umumnya berpegang pada klaim bahwa radiasi ponsel dapat menyebabkan kanker. Jika benar radiasi ponsel dijadikan alasannya, bukankah jaringan seluler sebelumnya juga mengandung radiasi, mengapa hanya 5G yang dipermasalahkan?

Klaim bahwa radiasi ponsel dapat memicu kanker pada manusia merujuk pada penelitian dari National Toxicology Program (NTP) AS yang dipublikasikan di situs web Bio Rxiv pada 2016.

Namun, penelitian tersebut sangat diragukan dengan banyaknya indikasi kecacatan, seperti para peneliti yang terlibat tidak independen dan berpotensi ada kepentingan di belakangnya karena uang yang digelontorkan untuk studi tidak sedikit ($ 25 juta), dan ilmuwan lainnya banyak yang menentang karena hasil studi dapat diakui secara ilmu pengetahuan bukan atas dasar kepentingan.

Selain itu, studi menggunakan hewan percobaan tikus, hasilnya menyimpulkan hanya tikus jantan yang terkena radiasi sedangkan tikus betina tidak, begitu pula tidak ada penjelasannya mengapa itu bisa terjadi. Yang paling penting adalah studi itu dilakukan pada tikus, belum diuji pada manusia, apakah menurut Anda tikus dan manusia adalah spesies yang sama?

Kesimpulannya, terlalu dini menyimpulkan hubungan radiasi ponsel dan kanker manusia, apalagi hanya berpegang pada penelitian yang diragukan keobjektifannya. Sebelumnya sudah ada puluhan penelitian yang dilakukan dalam kurun waktu 50 tahun terakhir yang gagal untuk menemukan hasil laporan radiasi elektromagnetik non-ionisasi dalam mekanisme karsiogenesis.

Apakah teknologi 5G tidak bermasalah?

Semua teknologi tinggi pastinya bukan tanpa masalah, 5G berpotensi memiliki masalah keamanan, penjahat bisa mencegat komunikasi ini dan mencuri data. Selain itu, karena beroperasi pada frekuensi yang lebih tinggi, jangkauannya lebih terbatas dibanding 4G, sehingga membutuhkan lebih banyak sel pada peralatan agar dapat berfungsi dengan baik. Komisi Komunikasi Federal AS juga telah membatasi area kota untuk mengatur peluncuran infrastruktur 5G.

Ya, keamanan jaringan 5G jelas dipertanyakan, itulah mengapa raksasa telekomunikasi China Huawei dilarang beroperasi pada infrastruktur 5G di beberapa negara, termasuk AS, karena kekhawatiran tentang peretasan. Teknologi ini berpotensi bermasalah pada keamanan dan jangkauannya, tetapi tidak ada hubungannya dengan kanker, pengendalian pikiran, operasi intelijen dan teori lainnya.

Apakah 5G memancarkan radiasi berbahaya?

Sel-sel kecil dalam teknologi nirkabel generasi kelima ini sebenarnya melepaskan lebih sedikit radiasi daripada jaringan antena yang banyak digunakan saat ini. Yang perlu diketahui, jaringan telekomunikasi menggunakan frekuensi radio (FR) radiasi elektromagnetik (EMR) atau transfer energi oleh gelombang radio.

RF EMR diproduksi oleh sumber alami dan buatan. Sumber-sumber alami seperti matahari, bumi dan ionosfer, semuanya memancarkan medan RF tingkat rendah. Sumber buatan RF EMR terutama digunakan untuk keperluan telekomunikasi. Siaran radio dan televisi, ponsel, jaringan nirkabel seperti WiFi, telepon nirkabel, dan komunikasi satelit, semuanya menghasilkan RF EMR. Sumber lain bidang RF termasuk oven microwave , radar, pemanas dan sealer industri, dan berbagai aplikasi medis.

Paparan RF dari fasilitas telekomunikasi umumnya lebih rendah dibanding penyiaran radio atau TV. Tingkat keterpaparan yang relatif tinggi terhadap RF dapat terjadi pada pekerja di industri penyiaran, transportasi dan komunikasi ketika mereka bekerja di dekat antena transmisi RF dan sistem radar. Itu artinya semakin jauh jarak dengan pusat antena transmisi RF maka akan semakin berkurang paparannya.

Apakah penggunaan ponsel berpengaruh bagi kesehatan?

Tidak ada bukti ilmiah yang akurat bahwa penggunaan ponsel menyebabkan efek buruk kesehatan. Namun, kemungkinan bahaya lain tidak boleh dianggap remeh. Paparan radiasi ponsel memang kecil, tetapi hal kecil jika dilakukan sangat sering maka akan berpotensi menjadi besar.

Meskipun penelitian ilmiah yang tersedia mengungkapkan tidak ada hubungannya penggunaan ponsel dengan efek kesehatan berbahaya, tetapi Anda harus mengurangi paparan radiasi ponsel yang setiap hari Anda gunakan. Cara paling efektif untuk mengurangi paparan adalah mengurangi jarak antara ponsel dan pengguna. Cara ini dapat dilakukan dengan menggunakan headset atau loadspeaker. Tempat menyimpan ponsel saat dibawa juga perlu diperhatikan, disarankan disimpan di bagian bawah tubuh seperti saku celana.

Kesimpulan

Tidak ada bukti ilmiah yang akurat bahwa teknologi nirkabel 5G menyebabkan efek buruk kesehatan. Namun, kemungkinan risiko kecil paparan juga tidak boleh diabaikan. Setiap teknologi canggih baru diciptakan biasanya akan memicu teori liar yang dikaitkan dengan konspirasi.

Keberadaan teori konspirasi sudah lama menjadi momok berbahaya bagi perkembangan ilmu pengetahuan. Bagian tak terpisahkan dari sifat manusia adalah rasa takut akan hal yang tidak diketahui, dan teori konspirasi berusaha mengeksploitasi rasa takut dengan menciptakan doktrin bagi mereka yang malas untuk mencari kebenaran.

Sekoci Hoaxes. Filter Ekosistem Informasi!

What's Your Reaction?

hate hate
0
hate
Angry Angry
0
Angry
confused confused
0
confused
fail fail
0
fail
fun fun
0
fun
geeky geeky
0
geeky
love love
0
love
lol lol
0
lol
omg omg
0
omg
win win
0
win

0 Comments

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Lainnya

kategori: HOAX

Artikel Terbaru

Benarkah Teknologi 5G Berdampak Negatif Pada Kesehatan Manusia?