Benarkah Pasukan Israel Menggunakan Anjing Untuk Menyerang Warga Palestina?


Tentara Israel menggunakan anjing serang warga Palestina (Foto: JAAFAR ASHTIYEH/AFP/Getty Images)

Klaim:
1. Warga Palestina diserang pemukim Yahudi didampingi tentara Israel.
2. Pasukan Israel gunakan anjing serang warga Palestina.

Pemukim Yahudi menyerang warga Palestina Tepi Barat Sungai Jordan, Sabtu (12/1/2019). Bukan hanya menggunakan senjata, mereka memanfaatkan anjing untuk menggigit warga Palestina.

Koordinator Komite Anti-Permukiman di Al-Khalil (Hebron), Rateb Jabour, kepada kantor berita Palestina Wafa, mengatakan, pemukim Yahudi berasal dari Oteniel, Ma’on, dan Sussia, menyerang warga dan penggembala ternak di Dewa Tuwaneh, Sousia, dan Um Al Amad.

Dia mengatakan, para pemukim Yahudi menggunakan anjing dalam serangan itu untuk melukai warga Palestina. Ironisnya, para pelaku menyerang didampingi tentara Israel.

Nasser Nawaj, seorang pegiat anti-permukiman lokal, merupakan salah satu korbannya. Para pemukim Yahudi melepas anjing ke arahnya lalu menggigit tangan serta kaki. Dia langsung dilarikan ke ke rumah sakit untuk menjalani perawatan.

Selengkapnya: inews.id


DISINFORMASI & FAKTA


Analisis

Baru-baru ini beredar informasi bahwa tentara Israel gunakan anjing untuk menyerang warga Palestina, kabar itu disebarkan oleh netizen, merujuk pada sumber berita inews.id. Warta iNews sebagian besar adalah fakta, tetapi ada poin penting yang tidak sesuai dengan fakta kejadian.

Berikut kronoligis sebenarnya dari pembela Hak Asasi Manusia Front Line Defenders:

Pada 12 Januari 2019, Nasser Nawaj’ah, pembela hak asasi manusia Palestina di wilayah pendudukan Israel, yang dikenal sebagai B’Tselem, diserang oleh seorang pemukim Israel.

Pada pagi hari tanggal 12 Januari 2019, seorang petani Palestina menelepon Nasser untuk meminta menemaninya saat ia membajak tanahnya di Khirbet Umm al-‘Amed, utara a-Samu dan dekat dengan pemukiman Otniel. Petani itu secara khusus meminta pembela HAM datang untuk mendokumentasikan setiap kemungkinan serangan oleh pemukim Israel di Otniel.

Ketika Nasser datang, ia melihat sekitar dua puluh anggota pasukan keamanan dan beberapa aktivis, termasuk Guy Batavia dari Ta’ayush (gerakan akar rumput Arab dan Yahudi yang bertujuan menciptakan Arab-Yahudi yang damai). Pasukan keamanan lalu pergi sekitar 30 menit kemudian.

Sekitar tengah hari, perhatian Nasser tertuju kepada seorang pria yang mendekatinya yang berasal dari arah pemukiman Otniel. Pria itu membawa tiga ekor anjing. Ketika dia (Nasser) mendekat, pria itu memegang moncong salah satu anjingnya. Guy Batavia dan Nasser mulai merekam pria itu ketika dia mendekat. Ketika lelaki itu hanya berjarak beberapa meter, dia berteriak, “Jangan memotret saya!” Pria itu berbicara dalam bahasa Ibrani sebelum merebut tas milik Guy Batavia dan memukulnya. Dia mengancam akan merusak kamera Nasser jika dia tidak berhenti memotretnya.

Kemudian dua anjingnya menyerang Nasser Nawaj’ah. Salah satu anjing menggigitnya di bagian tangan kanan hingga berdarah. Anjing lain menggigitnya di kaki kirinya. Pria itu kemudian memanggil kedua anjingnya dan langsung meninggalkan tempat kejadian. Guy Batavia kemudian memanggil polisi yang tiba satu jam kemudian. Kedua polisi mengatakan kepada Nasser Nawaj’ah untuk pergi ke rumah sakit agar mendapatkan perawatan sebelum mengajukan pengaduan ke kantor polisi.

Berdasarkan kronologi kejadian di atas, tidak benar pelaku pembawa anjing didampingi tentara Israel. Pelaku tunggal adalah pemukim Israel dari permukiman Otniel yang tidak senang dirinya dipotret oleh Nasser Nawaj’ah

Apakah tentara Israel gunakan anjing serang warga Palestina?

Kabar pasukan Israel gunakan anjing untuk menyerang warga sipil Palestina tidak bersenjata, termasuk anak-anak, telah banyak dilaporkan. Tindakan itu merupakan kekerasan yang dikutuk oleh banyak pembela HAM dari seluruh dunia. Bahkan kelompok hak asasi manusia Palestina Al-Haq dan anggota parlemen Belanda menyerukan kepada pemerintah Belanda untuk segera menghentikan ekspor tahunan puluhan anjing polisi dan militer ke Israel.

Four Winds K9, sebuah perusahaan di Belanda yang memasok anjing terlatih kepada militer Israel, telah dituduh melakukan pelanggaran hak asasi manusia di wilayah Palestina yang diduduki Israel.

Anjing-anjing itu “sengaja digunakan oleh pasukan penjajah Israel untuk meneror dan menggigit warga sipil Palestina, terutama selama protes dan penggerebegan rumah pada malam hari,” tulis direktur Al-Haq Shawan Jabarin kepada menteri luar negeri Belanda Bert Koenders dan menteri perdagangan Lilianne Ploumen.

Setelah sebuah rekaman video serangan di Shteiwi muncul pada 2012, menyebabkan wajah Israel tercoreng, pemimpin militer mengumumkan akan berhenti menggunakan anjing untuk sementara waktu saat demonstrasi.

Tetapi penggunaan binatang oleh Israel terhadap Palestina tidak berhenti. Pada Desember 2014, sebuah video muncul merekam tentara Israel menyodorkan anjing untuk menggigit seorang anak Palestina di Beit Ommar.

Military Court Watch, sebuah organisasi yang memantau perlakuan terhadap anak-anak dalam penahanan militer Israel, mengumpulkan bukti lebih lanjut tentang penggunaan anjing oleh Israel terhadap warga Palestina.

Anjing-anjing yang digunakan oleh pasukan Israel diketahui dipasok dari Belanda oleh perusahaan Four Winds K9. Direktur perusahaan Tonny Boeijen mengonfirmasi bahwa anjing-anjing tersebut memang benar dipasok oleh Four Winds K9.

Seorang pemuda berusia 19 tahun menuntut ganti rugi 11 ribu euro kepada Four Winds K9 yang memasok anjing ke tentara Israel. Sebelumnya pemuda itu digigit anjing Israel pada Desember 2014 saat mengikuti demonstrasi menentang pemukiman Yahudi, pemuda itu bernama Hamzes Abu Hashem.

Setelah dirawat di rumah sakit karena gigitan anjing, Hashem dijatuhi hukuman tiga bulan penjara karena melempari tentara Israel dengan batu. Dia tidak mempercayai bahwa fakta itu mengurangi tuduhannya terhadap Four Winds K9. “Pendudukan Tepi Barat adalah ilegal dan perusahaan Belanda telah ikut berkontribusi,” katanya.

Bukan hanya Hamzes Abu Hashem, bahkan seorang warga Palestina dari Tepi Barat yang diduduki Israel juga menuntut perusahaan Belanda itu yang memasok anjing-anjing yang digunakan tentara Israel untuk menyerangnya ketika ia masih kecil. Selama lebih dari 20 tahun, Four Winds K9, perusahaan yang berbasis di dekat kota Nijmegen, setiap tahunnya telah memasok puluhan anjing kepada tentara Israel untuk menyerang warga sipil Palestina.

Kasus serangan anjing milik pasukan Israel banyak beredar melalui video dari kelompok pembela HAM B’Tselem, setidaknya mereka telah mendokumentasikan delapan kasus serangan anjing Israel kepada warga sipil Palestina.

Kesimpulan

Kabar bahwa Nasser Nawaj’ah diserang oleh anjing milik seorang pemukim Israel sebagian besar adalah benar, tetapi pada poin penting terjadi disinformasi – Pemilik anjing sendirian tidak ditemani pasukan Israel. Insiden itu terjadi karena pelaku merasa tidak senang dirinya direkam oleh Nasser, peringatannya tidak diindahkan hingga membuat kedua anjingnya menyerang Nasser.

Sedangkan klaim bahwa pasukan Israel menggunakan anjing untuk menyerang warga sipil Palestina adalah fakta, bahkan perusahaan Belanda yang memasok anjing untuk pasukan Israel ikut digugat oleh korban. Selain itu, perusahaan Four Winds K9 juga mendapat perhatian khusus dari parlemen Belanda terkait kebijakan eksport binatang untuk kepolisian dan militer.

Sekoci Hoaxes. Filter Ekosistem Informasi!

What's Your Reaction?

hate hate
0
hate
Angry Angry
0
Angry
confused confused
0
confused
fail fail
0
fail
fun fun
0
fun
geeky geeky
0
geeky
love love
0
love
lol lol
0
lol
omg omg
0
omg
win win
0
win

0 Comments

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Lainnya

kategori: Disinformasi

Artikel Terbaru

Benarkah Pasukan Israel Menggunakan Anjing Untuk Menyerang Warga Palestina?