Sarapan Es Krim Bisa Membuat Otak Anda Lebih Cerdas: Hoax


Klaim: Berdasarkan hasil penelitian, makan es krim di pagi hari bisa membuat otak Anda lebih cerdas

Menurut penelitian Profesor Yoshihiko Koga dari Kyorin University di Tokyo, makan es krim di pagi hari akan membuat seseorang jadi lebih melek dan meningkatkan performa mentalnya.Dalam penelitiannya, Prof Koga meminta sekelompok orang untuk langsung makan es krim begitu bangun pagi. Mereka lalu diminta untuk mengerjakan serangkaian tugas di komputer.

Hasil tugas mereka ini lalu dibandingkan dengan kelompok lain yang tidak makan es krim. Hasilnya, mereka yang sarapan es krim menunjukkan waktu bereaksi yang lebih singkat, dan memiliki kemampuan mengakses informasi yang lebih cepat.

Kecepatan reaksi otak yang dicapai dengan sarapan es krim ini tidak bisa dicapai oleh mereka yang langsung minum air es. Walau memang jadi lebih melek, kecepatan reaksi otak peminum air es masih lebih lambat dengan pemakan es krim.

Prof Koga adalah pakar di bidang psikofisiologi. Penelitiannya melingkupi mengecek hubungan antara beberapa tipe makanan dengan penurunan stres.


HOAX


ANALISIS

Kabar ini menjadi angin segar bagi Anda penyuka es krim, mungkin hanya monster yang tidak menyukai es krim. Makan es krim untuk sarapan pagi diklaim memberi Anda dorongan secara signifikan bagi kinerja otak dan kewaspadaan Anda. Kabar gembira ini patut dirayakan, mungkin Anda harus memborong es krim di supermarket dan mengundang kerabat.

Tetapi tunggu dulu, saya harus memberikan kabar buruk untuk Anda, simpan euforia Anda di dalam kulkas bersama es krim. Sarapan es krim mungkin terdengar lebih baik daripada sarapan roti bakar atau nasi goreng yang membosankan. Saya akan mengajak Anda berpetualang ke belantara internet, ternyata ada lebih banyak versi dari klaim ini.

Klaim sarapan es krim dapat membuat otak Anda menjadi cerdas ternyata daur ulang dari berita tahun 2016, diinvestigasi oleh Business Insider. Penulis dengan tegas mengatakan “tolong berhenti menyuruh orang lain makan es krim untuk sarapan.” Klaim itu disebarkan oleh banyak outlet berita online ternama dunia, tetapi semua berita berkiblat tunggal ke situs Excite.co.jp (artikel sudah dihapus).

Informasi ini sangat penting, terutama untuk jurnalis yang menyebarkannya. Jurnalis yang mewartakannya seperti biasa hanya menerjemahkan dari artikel web luar, tanpa pernah mencoba mencari jurnal study yang dimaksud. Jurnalisme modern seperti latah ketika ada kabar sensasional dengan nilai berita tinggi. Ketika banyak berita online besar dunia mewartakannya, langsung mengetuk palu dipastikan itu benar, sungguh miris!

Saya mencoba menjelajah arsip internet untuk mencari tautan study yang dimaksud, tidak ditemukan jurnal apapun terkait dengan es krim, kecerdasan dan Profesor Yoshihiko Koga. Menurut Excite, Koga menemukan bahwa orang yang sarapan es krim memiliki waktu respons lebih cepat dan aktivitas gelombang otak lebih banyak daripada mereka yang tidak sarapan es krim

Excite menyebutkan bahwa penelitian ini dilakukan bekerjasama dengan perusahaan permen yang tidak disebutkan namanya. Apakah Anda mulai curiga? Pemaparan Excite tidak menampilkan tautan hasil study yang dimaksud. Bagaimana bisa saya percaya sebuah berita sains hanya dari warta media, tanpa ada jurnal resminya. Seandainya pun ada jurnal resminya, penelitian tunggal yang bekerjasama dengan sebuah perusahaan komersil, sangat riskan digunakan untuk kepentingan marketing.

Kabar itu menjadi viral ketika media Inggris The Telegraph menerjemahkan artikel Excite ke bahasa English. The Telegraph juga tidak bisa memberikan link ke study asli. Berdasarkan berbagai laporan yang ditulis beberapa tahun sebelumnya dengan nama Profesor Yoshihiko Koga, namanya memang terdaftar sebagai dokter spesialis psikiatri di Kyorin University Hospital.

Eksperimen yang dilakukan Koga tampaknya sangat mengasikan bagi para peserta, mereka diberi perintah makan tiga sendok es krim setelah bangun tidur. Kemudian mereka diminta untuk menyelesaikan sejumlah latihan mengasah otak, dan hasil tugas mereka dibandingkan dengan kelompok lain yang tidak sarapan es krim.

Koga juga memberi air minum yang sangat dingin kepada satu kelompok, untuk mengejutkan mereka agar lebih waspada. Eksperin Koga terdengar masuk akal, tapi itu sangat menggelikan. Kelompok yang sarapan es krim mampu bereaksi lebih cepat dibanding dengan kelompok yang tidak sarapan es krim, mereka yang sarapan tentu saja akan lebih aktif setelah bangun tidur.

Dengan mempertimbangkan tidak ditemukannya study asli, jika pun ada, eksperimen Koga tidak objektif, sumber laporan utama dihapus, ada kemungkinan kepentingan komersial, berita sarapan es krim di pagi hari dapat membuat otak cerdas, saya putuskan ‘tidak sah’. Maaf jika saya mengecewakan Anda, setidaknya saya sudah menyelamatkan isi dompet Anda untuk tidak memborong es krim di supermarket.

Hasil study resmi yang dilakukan oleh sekelompok ilmuwan dan diterbitkan di jurnal ilmiah saja masih bisa digugat oleh ilmuwan lainnya jika tidak ada kesepakatan. Apalagi hanya study tunggal yang tidak jelas hasil laporan jurnal aslinya entah ada atau ditelan bumi. Klaim luar biasa membutuhkan bukti yang sangat luar biasa.

 

Salam Icokes. Sekoci Hoaxes!

What's Your Reaction?

hate hate
0
hate
Angry Angry
0
Angry
confused confused
0
confused
fail fail
0
fail
fun fun
0
fun
geeky geeky
0
geeky
love love
0
love
lol lol
0
lol
omg omg
0
omg
win win
0
win

0 Comments

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Lainnya

kategori: HOAX

Artikel Terbaru

Sarapan Es Krim Bisa Membuat Otak Anda Lebih Cerdas: Hoax