Mencegah Hoax, Sri Lanka Memblokir Flatform Media Sosial Pasca Serangan Bom


Sekoci
Kondisi Gereja St Anthony setelah ledakan bom di Colombo, Sri Lanka. [Chamila Karunarathne / Anadolu Agency / Getty Images]

Serangkaian serangan bom terkoordinasi mengguncang Gereja dan hotel di Sri Lanka yang menewaskan lebih dari 150 orang pada hari Paskah, Minggu (21/9). Lebih dari 400 orang terluka dalam serangan terburuk sejak perang saudara yang berakhir 10 tahun lalu.

Teror bom itu menargetkan empat hotel, termasuk tiga hotel ternama seperti Shangri-La, Kingsbury dan Cinnamon Grand di Colombo. Untuk sementara belum ada klaim siapa yang bertanggungjawab atas serangan teror bom di Sri Lanka. Negara itu selama beberapa dekade sebelum tahun 2009 di mana ledakan bom sudah biasa terjadi, Sri Lanka berperang melawan separatis Tamil.

 

Jumlah korban tewas hingga saat ini belum dapat dipastikan, masih ada kemungkinan korban tewas lainnya belum teridentifikasi. Pemerintah Sri Lanka mengeluarkan kebijakan memblokir media sosial setelah ledakan, larangan itu sifatnya sementara hingga batas waktu yang belum ditentukan.

 

Jaringan media sosial dan aplikasi chatting, termasuk Facebook dan WhatsApp telah diblokir. Hal itu dilakukan untuk mencegah informasi palsu beredar yang dapat memperkeruh suasana.

“Pemerintah telah memutuskan untuk memblokir semua flatform media sosial untuk mencegah penyebaran informasi keliru dan hoax. Ini hanya tindakan sementara,” kata sekretaris presiden Udaya R. Seneviratne.

Pemerintah Sri Lanka juga akan memberlakukan jam malam nasional setelah teror bom, menurut polisi setempat akan diberlakukan segera mungkin sambil menunggu pemberitahuan lebih lanjut. Kementerian Pertahanan Sri Lanka awalnya mengatakan jam malam akan diberlakukan pada malam ini, tetapi polisi mengatakan akan diberlakukan segera.

Teror bom bukan hanya menyasar Gereja dan hotel. Pelaku bom bunuh diri juga meledakan diri ketika polisi masuk ke sebuah rumah di pinggiran utara ibukota Colombo saat melakukan pencarian para tersangka, ledakan itu menewaskan tiga anggota polisi.

Lantai atas rumah roboh dalam ledakan itu, menewaskan para petugas polisi. Ledakan itu adalah yang terbaru (kedelapan) dalam serangkaian teror bom yang menargetkan tiga Gereja dan empat hotel dalam satu hari.

 

Salam Icokes. Sekoci Hoaxes!

What's Your Reaction?

hate hate
0
hate
Angry Angry
0
Angry
confused confused
0
confused
fail fail
0
fail
fun fun
0
fun
geeky geeky
0
geeky
love love
0
love
lol lol
0
lol
omg omg
0
omg
win win
0
win

0 Comments

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

kategori: Informasi

Artikel Terbaru

Mencegah Hoax, Sri Lanka Memblokir Flatform Media Sosial Pasca Serangan Bom