Apakah Spoiler Dilarang?


Sekoci

Spoiler adalah beberan atau rangkuman mengenai jalan cerita komik, film, tayangan televisi dan lainnya. Saat ini, definisi spoiler menjadi lebih melebar, yang sebelumnya hanya membeberkan alur cerita yang belum tayang (rahasia), bocoran cerita yang sudah tayang juga biasa disebut spoiler.

Di era televisi dan media yang kian menjamur, spoiler memiliki nilai tersendiri sebagai kebutuhan hiburan banyak orang. Untuk alasan lain, spoiler dianggap penting agar tidak masuk perangkap ekspektasi. Larangan spoiler film saat ini lebih populer di kalangan penggemar yang tidak ingin merusak kemurnian film yang akan mereka tonton.

Pada tahun 2016, pengguna forum web The Spoiling Dead Fans berjanji akan memposting spoiler serial horor televisi The Walking Dead season 7. Pemilik hak cipta, saluran televisi berbayar AMC Networks, mengeluarkan surat peringatan dan mengancam akan mengkasuskan atas tindakan pelanggaran hak cipta.

Insiden lainnya terjadi ketika seorang penggemar Game of Thrones mengalami masalah hukum yang serupa setelah memposting spoiler milik HBO. Selain mengejar mereka yang memposting acara episode di YouTube dan outlet tidak resmi lainnya, HBO juga mengambil tindakan terhadap YouTuber Spanyol yang memposting spoiler dari alur cerita mendatang dalam video yang tidak benar-benar menampilkan cuplikan dari episode.

Ketabuan terhadap spoiler telah meresap menjadi bagian dari budaya populer. Sejak terungkap bahwa Darth Vader adalah ayah Luke di Star Wars dan bahwa Bruce Willis adalah hantu di The Sixth Sense, masyarakat luas telah terbagi menjadi dua kubu. Kubu anti spoiler ingin hiburan mereka tidak ternoda, sementara yang lain tidak sabar untuk mencari tahu kisah dramatis berikutnya dan berusaha untuk memuaskan keingintahuan mereka lebih awal dengan cara mencari spoiler.

Semua ini menimbulkan pertanyaan menarik terkait dengan batas-batas hukum hak cipta yang berkaitan dengan acara televisi serta industri film. Sejak awal, internet telah menjadi ruang komunal bagi penggemar untuk berdiskusi dan mencari informasi dari acara TV, film atau buku favorit mereka, dan berspekulasi tentang perkembangan cerita selanjutnya. Ada batasan antara yang dilindungi dan pelanggaran hukum.

Mereka yang hanya memprediksi alur cerita selanjutnya bisa dianggap sah. Tetapi akan menjadi masalah ketika individu, situs, atau media menampilkan informasi dalam kategori spoiler. Akhirnya perbedaan konten yang dilindungi dan berisiko tindakan hukum dibedakan dengan “Saya pikir” dan “Saya tahu” dengan rincian yang sebenarnya.

Kasus-kasus di atas merupakan spoiler pra tayang (rahasia), lalu bagaimana dengan spoiler pasca tayang? Saat ini, membeberkan sebuah cerita film yang sedang tayang di bioskop dianggap sebuah kejahatan etika, mereka yang belum menontonnya bisa mengurangi minat untuk datang ke bioskop, seperti Evengers: Endgame yang sedang viral. Sekarang mari kita membahas spoiler pasca tayang.

Spoiler pasca tayang
Sekoci
Warta bocoran Avengers: Endgame

Di beberapa forum internet dan media sosial, larangan spoiler begitu masif, bukan hanya sekedar anjuran tetapi menjadi peringatan keras. Hingga saat ini belum ada aturan hukum yang melarang spoiler pasca tayang, tetapi itu merupakan bagian tidak resmi dari hukum etika. Lalu bagaimana dengan media yang membocorkan spoiler?

Ketika outlet berita cenderung merusak kemurnian film, apakah kampanye larangan spoiler kehilangan manfaatnya atau itu hanya berlaku untuk kalangan khusus saja? Apakah penggemar yang anti spoiler harus pergi ke hutan belantara tanpa jaringan internet? Apakah Anda setuju peringatan spoiler dilarang atau tidak peduli? Apakah Anda akan memvonis mereka yang menyebarkan spoiler sebagai penjahat etika atau tidak harus kuatir karena kesenangan Anda akan baik-baik saja?

Pada 2012, kata “Spoiler Alert” sudah dihapus dari Bahasa Inggris karena penyalahgunaan, penggunaan berlebihan, dan kegunaan umum. Penghapusan peringatan spoiler disebabkan karena peringatan ini sebenarnya sebuah peringatan yang sopan, tetapi kenyataannya digunakan sebagai pernyataan deklaratif.

Pilihan ada di tangan Anda, apakah akan mencari spoiler pasca tayang atau ikut mengkampanyekan anti spoiler (pasca tayang), atau minimal anti spoiler hanya untuk diri sendiri. Yang pasti, Anda tidak boleh menjadi pelaku spoiler pra tayang, kecuali Anda bersedia menerima konsekuensi hukum yang akan dihadapi.

Salam Icokes. Sekoci Hoaxes!


Like it? Share with your friends!

What's Your Reaction?

hate hate
0
hate
Angry Angry
0
Angry
confused confused
0
confused
fail fail
0
fail
fun fun
0
fun
geeky geeky
0
geeky
love love
0
love
lol lol
0
lol
omg omg
0
omg
win win
0
win

0 Comments

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Lainnya

kategori: Informasi

Artikel Terbaru

Apakah Spoiler Dilarang?