10 Kesalahan Tentang Kehidupan Mewah di Dubai


Dubai kerap digambarkan seperti surga dunia dengan kehidupan super mewah para sultan dan gemerlap kota metropolitan yang membuat kita iri. Apa yang Anda lihat di televisi dan media tentang kemewahan Dubai hanya dari sisi sempit, menciptakan stereotif ada banyak miliader, emas dan berlian berlimpah, tidak ada kemiskinan, ladang minyak berhamburan, dan binatang buas bebas dipelihara.

Berikut 10 fakta tentang dubai yang ternyata palsu.

10. Dubai adalah sebuah negara

Dubai adalah sebuah emirat dan kota di Uni Emirat Arab (UEA). UEA memiliki 7 kota dengan ibukota Abu Dhabi, Dubai menjadi kota terpadat di UEA. Kotamadya Dubai terkadang disebut kota Dubai untuk membedakannya dari emirat.

Emirat adalah sebuah wilayah yang diperintah seorang Emir (pangeran, gubernur, dll). Contoh wilayah emir adalah Uni Emirat Arab, merupakan sebuah negara yang terdiri dari tujuh emirat federal yang masing-masing diperintah seorang emir yang diwariskan kepada keturunannya.

Ketujuh emirat ini membentuk lembaga pemilihan untuk memilih Presiden dan Perdana Menteri. Tujuh emirat ini adalah: Abu Dhabi, Ajman, Dubai, Fujairah, Ras al-Khaimah, Sharjah dan Umm al-Qaiwain.

9. Dubai adalah kota para miliader

Ada 2470 miliader di dunia, 24 miliader berada di UEA, dengan 18 miliader berada di Dubai, berdasarkan penelitian Hurun Global Rich List 2019 (31 Januari) yang berbasis di Cina. Miliader Dubai tidak lebih banyak dari miliader di Jakarta, ada 21 miliader tinggal di Jakarta, bertambah 5 miliader dari tahun sebelumnya.

Puncak teratas dipegang oleh China dengan 658 miliader, 103 miliader berada di Beijing. Selanjutnya Amerika Serikat di posisi kedua mencoba menyusul dengan 584 miliader. Peringkat tiga ditempati Jerman dengan 117 miliader.

8. Tidak ada kemiskinan di Dubai

Dengan mempertimbangkan para migran, masih banyak kemiskinan di Dubai. Faktor kemiskinan di negara itu dikarenakan biaya hidup yang tinggi. Pekerja dengan penghasilan rendah cukup kesulitan mengimbangi biaya pengeluaran setiap bulannya, mereka harus mengikuti pelatihan pengelolaan keuangan.

Hasil survei rumah tangga 2014-15 menunjukkan pengeluaran rata-rata untuk rumah tangga di Dubai adalah $ 1.477 (21 juta rupiah) perbulan. Walaupun kemiskinan di negara itu tidak dipandang sebagai masalah serius diantara populasi nasional, tetapi tidak dipungkiri masih ada kemiskinan di sana.

7. Tidak ada alkohol di Dubai

Sebagai kota Muslim, siapa pun akan berpikir bahwa minuman beralkohol tidak mungkin ada di Dubai . Namun, alkohol diperbolehkan untuk turis dan nonmuslim. Untuk membelinya, Anda harus mendapatkan lisensi khusus atau visa turis. Sebelum Anda membuka sebotol anggur atau membeli sekaleng bir, ada beberapa aturan yang harus diperhatikan.

Anda tidak bisa membeli minuman alkohol dan meminumnya di mana saja yang Anda inginkan. Jika Anda melanggar aturan yang ditetapkan, ada beberapa konsekuensi yang cukup serius.

6. Tidak ada pengangguran di Dubai

Tidak semua orang di Dubai memiliki pekerjaan, dengan mempertimbangkan beberapa faktor, masih ada kemungkinan orang menganggur. Contohnya ekspatriat tanpa visa kerja, mereka akan dideportasi ke rumah selama 30 hari, pastinya ia akan kehilangan pekerjaannya.

Jika masa tenggang 30 hari berakhir, harus meninggalkan Dubai sebelum berakhir untuk menghindari denda karena tinggal terlalu lama. Faktor lainnya adalah warga lokal dapat dengan mudah mengubah pekerjaan sesuka hati karena memiliki pendidikan tinggi di universitas mana pun di dunia secara gratis (dibiayai oleh negara).

Tingkat pengangguran di UEA pada 2017 tercatat 1,72 persen, faktor perubahan pekerjaan dengan 0,60 persen. Dubai melaporkan tingkat pengangguran terendah di dunia pada tingkat domestik dan internasional dengan tingkat pengangguran tidak melebihi 0,3% untuk tahun 2015. Tingkat pekerjaan untuk warga negara UEA mencapai 2,58%, sementara tingkat pekerjaan untuk orang asing mencapai 0,19%.

5. Polisi Dubai hanya menggunakan mobil mewah

Kepolisian Dubai memiliki banyak supercar dari berbagai jenis, tetapi mereka juga memiliki kendaraan biasa untuk operasional. Kendaraan patroli polisi Dubai bukan hanya Lamborghini, Bentley, dan Ferarri, mereka juga menggunakan BMW biasa, Audi, hingga Toyota.

Polisi Dubai menggunakan supercar berdasarkan kebutuhan, dengan banyaknya warga menggunakan mobil sport di jalan raya, polisi harus menggunakan mobil yang sama jika terjadi pelanggaran di jalan raya. Apa yang akan terjadi jika warga hingga taksi menggunakan supercar hingga hypercar namun polisi menggunakan mobil konvensional?

4. Bebas memelihara binatang buas di Dubai

Memelihara hewan liar atau eksotik di Dubai adalah pelanggaran hukum. Jika Anda pergi dengan cheetah atau singa di Dubai, Anda akan dipenjara selama 6 bulan dan harus membayar denda mulai dari $ 2.700 hingga $ 138.000. Sebagian besar warga Dubai memelihara kucing, mereka tidak terlalu suka anjing.

Bagi warga yang memelihara anjing harus mendapatkan lisensi dan menjaga anjing mereka agar selalu diikat ketika berada di publik. UEA memberlakukan undang-undang baru tentang kepemilikan hewan berbahaya, salah satunya hukuman penjara seumur hidup bagi pemilik jika hewan peliharaannya membunuh orang, jika korban hanya mengalami cidera maka hukumannya tidak lebih dari setahun.

Hanya kebun binatang, taman margasatwa, sirkus, pusat pembibitan dan penelitian yang diperbolehkan memelihara hewan liar atau eksotik. Masyarakat didesak untuk melaporkan jika ada binatang liar yang dipelihara sebagai hewan peliharaan. Peraturan baru ini dimulai pada awal 2017.

3. Dubai adalah kota mewah dengan gedung pencakar langit

Dunia hanya mengenal lapisan mewah Dubai, dengan jajaran gedung pencakar langit dan fasilitas kota nan eksotik. Banyak yang tidak mengetahui bahwa Dubai juga memiliki wilayah ghetto (perkampungan).

Dubai adalah kota imigran. Banyak orang dari negara lain datang ke kota ini, diperkirakan jumlah mereka melebihi populasi penduduk asli Emirates, dengan 8-9 banding 1. Dengan jumlah imigran yang sangat besar, tentunya mereka semua tidak mungkin bisa menikmati kemewahan Dubai.

Para pekerja kasar harus tinggal di pinggiran kota, dengan upah yang tidak sebanding dengan biaya hidup yang tinggi, mereka harus hidup berkumpul di tempat-tempat seadanya, bahkan tidak sedikit mereka harus berdesakan dalam satu kamar. Kondisi ini berbanding terbalik dengan citra kemewahan Dubai.

2. Mayoritas penduduk Dubai adalah orang Arab

Dubai berada di Timur Tengah, kemungkinan Anda berpikir mayoritas penduduknya adalah orang Arab. Populasi Dubai pada tahun 2019 tercatat 2.833.079 jiwa, 85% adalah ekspatriat, sisanya 15% penduduk asli. 71% dari total populasinya berasal dari Asia, India menempati urutan teratas dengan 51%, Pakistan 17%, Bangladesh 9% dan Filipina 3%.

Dengan berlimpahnya ekspatriat untuk bekerja di Dubai, rasio gender menjadi timpang, dengan 75% populasinya adalah laki-laki. Keindahan dan toleransi kota menjadikannya pilihan utama bagi ekspatriat, dan pertumbuhan ekonomi dan ketersediaan pekerjaan menjadikannya tempat yang menarik untuk bermukim.

1. Kekayaan Dubai hanya bersumber dari minyak

Jauh sebelum memproduksi minyak, orang-orang Dubai banyak menyelam untuk mendapatkan mutiara, dan mereka banyak berhasil dari bisnis ini. Perhiasan mutiara dari Teluk Persia selalu dihargai dengan nilai yang sangat tinggi. Ada tempat khusus untuk menyimpan sejarah mutiara di setiap pusat budaya dan museum UEA.

Minyak ditemukan di Dubai sekitar 50 tahun lalu, tetapi hanya menyumbang 1% dari total pendapatannya. Hasil dari produksi minyak digunakan untuk meningkatkan destinasi pariwisata, dan sisanya digunakan untuk membangun kota yang kita kenal saat ini.

Kota ini mendirikan zona bebas pertamanya pada tahun 1985. Ini menjadi daya tarik besar bagi bisnis global, mendapat keuntungan dari 30 zona bebas emirat yang menawarkan keringanan pajak, manfaat bea masuk, dan minimnya pembatasan bagi pemilik asing. Sebagian besar pendapatan kota berasal dari produksi barang dan penyediaan layanan yang terkait dengan minyak bumi, petrokimia, aluminium, dan semen.

 

Salam Icokes. Sekoci Hoaxes!


Like it? Share with your friends!

What's Your Reaction?

hate hate
0
hate
Angry Angry
0
Angry
confused confused
0
confused
fail fail
0
fail
fun fun
0
fun
geeky geeky
0
geeky
love love
0
love
lol lol
0
lol
omg omg
0
omg
win win
0
win

0 Comments

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Lainnya

kategori: Informasi

Artikel Terbaru

10 Kesalahan Tentang Kehidupan Mewah di Dubai