Siapa Yang Menemukan Amerika, Apakah Benar Columbus?


Untuk waktu yang cukup lama, Christopher Columbus mendapatkan penghargaan sebagai penemu Amerika. Ada beberapa teori tentang siapa sebenarnya yang menemukan Amerika, dengan bukti dokumentasi yang sudah ada sebelumnya. Bangsa Amerindian diakui pernah tiba lebih dulu sebelum Columbus. Sementara teori lain membangkitkan orang Viking, Inuit, Afrika, Polinesia, dan Cina, pertama kali menginjakan kaki di Amerika.

Christopher Columbus menjadi legenda, dia adalah orang pertama yang menemukan Amerika hingga mengantarkan ke zaman modern. Namun, sejarah tidak begitu saja menerimanya, dongeng ini harus mendapatkan akhir cerita. Mari kita telusuri selangkah demi selangkah kisah ini.

Tentang Columbus

Columbus adalah seorang pelaut dari Genoa yang telah menjadi penjelajah bayaran untuk kerajaan Spanyol. Columbus dibayar oleh kerajaan Spanyol menjelajah Bumi untuk membuktikan asumsi mereka bahwa Bumi itu bulat, seperti yang sudah diyakini masyarakat di zamannya. Namun, dalam perjalanannya, Columbus menyalahgunakan tugas utamanya. Perjalanan awal ia berlayar ke Barat selama sebulan mencapai Pantai Cina. Ia berpikir kekaisar Khan yang besar dapat ditaklukan oleh Marco Polo untuk menjadi Katolik.

Selain itu, Columbus memiliki ambisi untuk meraup emas yang berlimpah di sana, mengumpulkan banyak kekayaan untuk membangkitkan perang salib baru yang akan merebut kembali Yerusalem. Columbus telah meyakinkan dirinya sendiri untuk menjadi Elia baru, nabi yang akan mempercepat hari Penghakiman Terakhir. Kerajaan Spanyol sendiri tidak memberikan banyak uang untuk ekspedisi Columbus.

Ekspedisi Columbus

Pada 1492, Columbus berangkat dari kota Spanyol Palos de la Frontera dengan menggunakan tiga kapal. Ironisnya, warga setempat dipaksa untuk berkontribusi dalam ekspedisi. Lebih cepat beberapa minggu, salah satu kapal melihat daratan. Kapten kapal (bukan Columbus) mengkonfirmasi penampakan itu dan memberitahu Columbus. Columbus kemudian menyatakan bahwa dia sendiri sebelumnya telah melihatnya, karena orang pertama yang melihat daratan akan mendapatkan pensiun seumur hidup dari mahkota Spanyol. Anda mungkin mulai menilai bahwa Columbus bukan orang yang baik.

Sekoci
Christopher Columbus tiba di Amerika, by L. Prang & Co., Boston.

Pulau apa yang mereka temukan menjadi pertanyaan selama berabad-abad. Columbus menyebutnya San Salvador, penduduk asli menyebutnya Guanahani . Tempat itu sebuah pulau di Bahama, meskipun kita tidak mengetahui yang sebenarnya. Mereka bertemu penduduk asli yang damai menyambut kedatangan mereka. Columbus memperhatikan bahwa penduduk asli memakai gelang dan kalung emas, jadi dia mengambil enam dari mereka sebagai budak. Dia menulis dalam buku hariannya:

Mereka harus menjadi pelayan yang baik dan terampil, karena mereka mengulang dengan sangat cepat apa pun yang kita katakan kepada mereka. Saya pikir mereka dapat dengan mudah menjadi orang Kristen, karena mereka tampaknya tidak memiliki agama. Jika itu menyenangkan Tuhan kita, saya akan membawa enam dari mereka kepada Yang Mulia ketika saya pergi, agar mereka dapat mempelajari bahasa kita.

Apa yang terjadi selanjutnya menjadi sejarah yang terkenal. Bagi penduduk setempat, itu adalah genosida. Bagi orang Eropa, itu adalah cara cepat untuk menjadi sangat kaya, merampas kekayaan dengan cepat. Columbus membuka jalan untuk semua itu, apakah cara itu yang kita inginkan untuk memberikan penghargaan kepada penemu Amerika?

Columbus tersandung dunia baru, baru untuk orang Eropa. Wilayah yang ia temukan sebenarnya sudah dihuni setidaknya selama 15.000 tahun oleh pribumi. Columbus bertahan dengan keyakinannya hingga akhir hayatnya bahwa ia telah tiba di Hindia, ia tidak pernah mengakui sebagai penemu “Dunia Baru”, dan penduduk asli dia anggap sebagai orang India.

Ketika kesalahan menjadi jelas bahwa Columbus mengira ia tiba di India, nyatanya ia berada di Amerika, dinamai Amerika karena oportunis pertama yang menyebutkannya di peta, Vespucci, bernama Amerigo – bukan Asia, Hindia Barat dan Amerindian.

Amerindian

Sekoci
Ilustrasi gadis Amerindian

Amerindian atau Amerika Indian adalah penduduk asli Amerika, dan penduduk asli Alaska. Penerapan istilah Indian berasal dari Columbus yang mengira ia telah tiba di India, Hindia Timur. Hal itu yang menyebabkan istilah penyerapan Hindia-India, hingga penduduk asli Amerika disebuat Indian.

Istilah Amerindian (perpaduan “Amerika dan India”) dan sanak familinya lebih disukai digunakan dalam konteks ilmiah. Warga asli Amerika ini berasal dari Asia, sebagaian besar DNA mereka diketahui masih kerabat dari populasi Mongolia dan Siberia. Wilayah Amerika yang sangat dingin, ketika laut 120 m di bawah level saat ini, airnya membeku hingga permukaannya menjadi es yang menutupi setengah dari tanah di belahan bumi utara.

Kedatangan mereka bertepatan dengan pemanasan iklim, yang memungkinkan mereka mengalami pertumbuhan demografis yang cukup penting. Dalam beberapa ribu tahun, mereka mengeksplorasi semua tanah yang membentang antara Kanada dan Patagonia. Terperangkap di antara iklim yang kacau dan perburuan intensif, akibatnya mereka tidak bisa memelihara ternak besar di Amerika, kecuali Llama.

Sekoci
Hewan Llama: Trubus.id

Pria Kennewick

Pada tahun 1996, di Amerika Serikat ditemukan tengkorak manusia yang masih terpelihara dengan baik. Will Thomas yang saat itu berusia 21 tahun membungkuk di tepi Sungai Kolombia, Washington, untuk mengambil sesuatu yang dia pikir adalah batu. Apa yang ia temukan ternyata tengkorak kepala dan beberapa tulang lainnya. Temuan itu dikirim ke antropolog forensik setempat, James Chatters, hingga seseorang yang menggunakan analisis karbon dan menyadari bahwa jenazahnya berumur sekitar 9.000 tahun, menjadikannya salah satu peninggalan tertua di Amerika Utara.

Temuan itu memicu perang media antara empat kubu. Supremasi kulit putih, dunia harus percaya bahwa orang Eropa telah lebih dahulu mendiami Amerika sebelum Amerindian. Orang-orang Amerindian, mengklaim bahwa pria Kennewick adalah leluhur mereka dan harus dikuburkan kembali. Para ahli paleoantropologi, ingin terus memeriksa fosil yang luar biasa ini dan lebih mengembangkan penemuan. Dan negara federal, menempatkan diri sebagai kurator, dengan sistem yang rumit yang melibatkan pembagian kunci antara bagian-bagian yang berbeda dari tengkorak. Baru pada tahun 2015 untuk analisis DNA, secara resmi telah dikonfirmasi bahwa tengkorak individu tersebut adalah orang Amerika.

Gadis Luzia

Selain pria Kennewick, kerangka lain yang ditemukan menjadi berita utama. Kerangka ini diklaim milik orang Brazil, ditemukan pada tahun 1975, dianalisis dari tahun 1995. Seorang wanita muda, yang meninggal 11.000 tahun yang lalu, bernama Luzia. Beberapa ahli paleoantropologi yang memeriksanya menemukan bahwa Luzia adalah keturunan Afrika, bahkan mereka berpikir bahwa lukisan-lukisan batu yang ditemukan di dekatnya menunjukkan kapal-kapal prasejarah yang mampu melintasi laut lepas. Klaim lain mengatakan bahwa kerangka yang begitu ramping harusnya berasal dari Eropa, dan yang lain menganggapnya masih kerabat dengan Aborigin Australia.

Brazil, negara multi ras dan multi parsial, sangat bersemangat dengan Luzia, masing-masing saling mengklaim keturunan yang dia inginkan. Tetapi penggalian yang dilakukan di situs temuan dan tempat lainnya di Amerika Selatan, secara bertahap mengungkapkan fakta yang membuat tidak nyaman. Teori yang beredar menyebut bahwa orang-orang Mongoloid berasal dari Asia melalui Selat Bering dan kemudian melewati sebuah koridor, secara ajaib muncul di tengah-tengah es yang kemudian menutupi Kanada, dalam migrasi yang terjadi antara 25.000 dan 14.000 tahun yang lalu.

Jika teori ini benar, situs-situs tertua seharusnya berada di Amerika Serikat, dan kronologinya berkembang ketika seseorang turun ke selatan. Tetapi situs-situs Amerika Latin hingga hari ini masih jauh lebih tua daripada Amerika Utara. Faktanya sudah lama dikaburkan dalam literatur ilmiah, jurnal referensi dikendalikan oleh ahli paleoanthropologi Amerika, sulit untuk menerbitkan artikel apa pun yang akan bertentangan dengan pola dominan. Saat ini, merekonstruksi berbagai tahap pemukiman Amerika masih membutuhkan keajaiban spekulasi.

Inuit

Dalam pemeriksaan waktu yang lebih dekat, ada orang lain yang telah lama menemukan Amerika. Bangsa Inuit (bagian dari keluarga Eskimo-Aleut) muncul di Alaska barat sekitar tahun 1000 masehi. Mereka berpisah dari kelompok Aleut sekitar 4000 tahun lalu dari migrasi timur laut Siberia, mereka menyebar ke arah timur melintasi Kutub Utara. Di Kanada dan Amerika Serikat, istilah “Eskimo” umumnya digunakan oleh etnis Eropa untuk menggambarkan orang Inuit dan Siberia, tetapi masyarakat adat di Kanada menganggap “Eskimo” adalah istilah yang merendahkan Inuit.

Mereka mengikuti jejak orang Amerindian pertama, bermigrasi ke Amerika dalam gelombang beruntun dari Siberia selama beberapa ribu tahun. Budaya-budaya ini telah menghuni Kanada, Greenland, beradaptasi dengan kondisi cuaca ekstrem secara bertahap dan mengembangkan peralatan yang disesuaikan dengan cuaca dingin. Mereka bertahan hidup dengan berburu, termasuk mamalia laut besar seperti paus. Mereka mampu bertahan hidup dari kedinginan ekstrem dengan cara membalut tubuh mereka menggunakan kulit binatang dan mengolesi tubuh dengan lemak hewan.

Viking

Viking dikenal sebagai bajak laut dan perompak, mereka juga berdagang. Selama akhir abad ke-8 hingga akhir abad ke-11, mereka menyerbu dan berdagang dari tanah air mereka di Eropa Utara hingga seluruh wilayah Eropa yang luas, dan menjelajah ke barat ke Islandia, Greenland, dan Vinland. Periode ekspansi mereka menyebabkan penyebaran budaya Norse secara luas hingga ke Amerika Utara.

Koloni Norse Amerika Utara dimulai pada abad ke-1o masehi, ketika Viking mengeksplorasi wilayah timur laut Amerika Utara. Pemukiman Norse di pulau Greenland Amerika Utara berlangsung selama hampir 500 tahun. Menurut Sagas of Icelanders, orang-orang Norse dari Islandia pertama kali menetap di Greenland pada tahun 980-an. Erik the Red (Norse tua: Erik si Merah) diusir dari Islandia karena kasus pembunuhan. Dia menjelajahi pantai barat daya Greenland yang tidak berpenghuni selama tiga tahun pengusirannya.

Erik mendirikan pemukiman Norse pertama di Greenland. Penemuan dan ekspansi mengalir melalui darah mereka, ketika Leif Erikson (putra Erik Merah) pergi lebih jauh ke Amerika. Situs arkeologi Viking pertama di Dunia Baru adalah L’Anse aux Meadows (bukti kehadiran orang Eropa pertama di Amerika Utara), sebuah pemukiman Viking berusia ribuan tahun yang ditemukan pada tahun 1960 di ujung utara Newfoundland. Fitur itu adalah indikasi yang jelas bahwa Viking telah mengunjungi Amerika Utara berabad-abad sebelum Columbus.

 

Sekoci
Plakat Leif Erikson di Cambridge, MA.

Polinesia

Populasi lain yang memungkinkan pernah mengunjungi Amerika jauh sebelum Columbus adalah bangsa Polinesia. Bukti petunjuk utama orang Polinesia di Amerika adalah ubi jalar, mereka melintasi Pasifik menuju Ekuador sekitar tahun 1000 masehi. Hal itu dibuktikan dengan ditemukannya tulang-tulang ayam, burung-burung, yang berasal dari Asia yang dibesarkan di abad Andes sebelum kedatangan orang-orang Spanyol.

Saat perjalanan pulang, orang-orang Polinesia menyebarkan ubi jalar di Pasifik. Bukti ubi jalar karbonisasi tertua di Pasifik berasal dari sekitar 1.000 Masehi (500 tahun sebelum Columbus berlayar ke Amerika). Tapi itu bukan bukti yang cukup meyakinkan, tetapi setidaknya itu sebagai indikasi kuat lebih dari yang lainnya. Namun, para ilmuwan Perancis menemukan sampel yang lebih baik dari herbarium yang dikumpulkan oleh penjelajah Eropa awal. Melalui analisis genetik, mereka dapat menunjukkan bahwa orang Polinesia mengambil kentang manis dari Amerika dan menyebarkannya ke seluruh Asia Tenggara dan Pasifik, sekarang kentang dapat ditemukan di mana-mana.

Mastodon

Pada 2017, penemuan baru semakin memperumit skenario penemu Amerika. Tulang-tulang Mastodon (kerabat gajah) pernah disentuh oleh tangan manusia 130.000 tahun lalu di California, spesies manusia tidak dikenal diduga menghancurkan tulang mastodon segar dengan palu batu, mungkin untuk mengambil ekstrak sumsum atau mengambil kerangka untuk bahan baku. Penemuan yang sangat unik hingga sekarang masih dipertanyakan, spesies manusia apa yang berada di sana? Kita, spesies Homo, bahkan tidak seharusnya keluar dari Afrika pada waktu yang sama.

Penemuan bukti manusia 130.000 tahun lalu di California seperti menjatuhkan bom pada dunia arkeologi. Para peneliti mengatakan bahwa mereka telah menemukan tanda-tanda manusia purba di California antara 120.000 dan 140.000 tahun yang lalu, lebih dari seratus ribu tahun sebelum manusia dianggap ada di mana pun di Amerika. Jika para peneliti itu benar, situs Mastodon Cerutti dapat memaksa penulisan ulang kisah sejarah umat manusia.

Namun, banyak ahli terkemuka dunia dalam arkeologi Amerika telah menyatakan beberapa bentuk skeptisisme terhadap klaim tersebut. Bahkan beberapa orang langsung menolaknya. Salah satu alasan mereka yang skeptis, situs ditemukan pada 1992 dan mulai digali pada 1993, mengapa baru diumumkan pada 2017? Selain itu, bukti hanya pada tulang yang patah dan batu yang tidak biasa (alat yang digunakan untuk mematahkan tulang mastodon). Kedua bukti itu masih berpotensi memiliki banyak kemungkinan lain, alam tidak menutup kemungkinan untuk mematahkan tulang itu dan membentuk batu-batu hingga terlihat seperti dipahat manusia.

Walaupun banyak ahli tidak sepakat, klaim keberadaan manusia 130.000 tahun lalu di Amerika bukan berasal dari orang sembarangan, dilakukan oleh tim penelitian yang dipimpin oleh Tom Demere, ahli paleontologi di San Diego Natural History Museum, timnya menguraikan analisis mereka di Nature. Para peneliti lain menyatakan mereka tertarik untuk menggali kembali situs tersebut. Bahkan Damere secara terbuka mempersilakan ahli lainnya ikut meneliti, “ini adalah hipotesis yang membutuhkan penelitian secara cermat, saya terbuka untuk itu,” kata Damere. “Begitulah seharusnya sains bekerja, kan? ayo.”

Siapa sebenarnya orang Amerika pertama?

Pertanyaan itu hingga saat ini belum mendapatkan jawaban resmi dari komunitas ilmiah. Berdasarkan pemaparan di atas, kami menyimpulkan bahwa sejarah Christhoper Columbus penemu Amerika harus ditulis ulang. Walaupun tidak dapat dipastikan siapa manusia yang pertama kali menginjakan kaki di tanah Amerika, bukti-bukti manusia di Amerika jauh sudah ada sebelum kedatangan Columbus.

Hingga saat ini badai kontroversi penemu Amerika masih dalam siklus perdebatan panas dalam komunitas ilmiah. Namun, penelitian terbaru menempatkan tingkat migrasi paling awal antara 25.000 dan 15.000 tahun yang lalu. Secara teknis, kita bisa mengatakan merekalah yang pertama kali menemukan Amerika.

Salam Icokes. Sekoci Hoaxes!

What's Your Reaction?

hate hate
0
hate
Angry Angry
0
Angry
confused confused
0
confused
fail fail
0
fail
fun fun
0
fun
geeky geeky
0
geeky
love love
0
love
lol lol
0
lol
omg omg
0
omg
win win
0
win

0 Comments

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Lainnya

kategori: Informasi

Artikel Terbaru

Siapa Yang Menemukan Amerika, Apakah Benar Columbus?