Mana Yang Lebih Dulu: Ayam atau Telur?


Shutterstock

Sebuah teka-teki yang selama berabad-abad dipertanyakan hingga memicu perdebatan sengit. Pertanyaan “lebih dulu mana ayam atau telur” selama ini tidak pernah mendapatkan jawaban pasti, kedua jawaban dianggap benar. Ini adalah pertanyaan yang sangat sulit, ayam membutuhkan telur untuk lahir, keberadaan telur membutuhkan ayam.

Teka-teki tua ini dimulai di Yunani kuno. Terjemahan buku François Fénelon pada tahun 1825 tentang para filsuf kuno yang menggambarkan perspektif Aristoteles: “Tidak mungkin ada telur pertama yang mampu memberi permulaan bagi burung, atau tidak akan ada burung pertama yang memberi permulaan pada telur (karena seekor burung berasal dari telur). Aristoteles dengan jelas memikirkan pertanyaan ini, walaupun tidak ada keharusan untuk menjawabnya.

Adalah Plutarch yang memulai memberikan pertanyaan itu secara jelas hingga menjadi terkenal, “Apakah ayam atau telur datang lebih dulu,” ia menulis pertanyaan kecil yang menarik badai besar dan rumit (apakah dunia memiliki permulaan). Pada abad kelima, seorang sarjana Romawi, Makrobius, menulis bahwa “orang-orang bersenda gurau tentang apa yang Anda anggap remeh, mereka menanyakan apakah ayam datang pertama sebelum telur atau telur dulu sebelum ayam, tetapi intinya pertanyaan itu harus dianggap sebagai hal yang penting.”

Para filsuf Kristen seperti Agustinus dan St. Thomas Aquinas menjawab dengan pandangan keagamaan mereka bahwa ayam lebih dulu ada. Beberapa ratus tahun kemudian, sejarawan alam Italia, Ulysse Aldrovandi, menulis secara singkat tentang masalah ini, mengungkapkan bahwa pertanyaan itu sudah diselesaikan pada tahun 1600: “Dinyatakan dalam buku-buku suci bahwa ayam ada terlebih dahulu. Buku-buku ini mengajarkan bahwa binatang diciptakan pada permulaan dunia, karenanya induk ayam tidak berasal dari telur tetapi dari ketiadaan.”

Namun, pada abad ke-18, segalanya menjadi berubah. Jawaban telur lebih dulu ada datang dari Denis Diderot, seorang pemikir penting dan dijuluki sebagai Bapak Ensiklopedia, tidak melihat pertanyaan itu sesederhana yang dipikirkan. “Jika pertanyaan tentang prioritas telur di atas ayam atau ayam di atas telur membuat Anda malu, itu karena Anda mengira bahwa hewan pada awalnya adalah seperti mereka saat ini,” tulisnya pada 1769. “Masa lalu seekor binatang sama tidak pastinya dengan masa depannya.” Catatan Charles Darwin On the Origin of Species memperumit masalah ini. Teori evolusi Darwin memperjelas bahwa dalam beberapa hal Diderot hampir menuju ke arah yang benar.

Perdebatan klasik ini terjadi karena setiap jawaban menggunakan logika. Selintas saya berpikir itu hanya pertanyaan bodoh yang tidak butuh jawaban, tetapi rasa penasaran membawa saya masuk ke ruang dimensi lain yang dinamakan sains. Mari kita mencari tahu jawabannya dengan menggunakan ilmu pengetahuan (prinsip biologi evolusioner).

Telur

Secara teknis, sebutir telur hanyalah pembuluh yang terikat membran di mana embrio dapat tumbuh dan berkembang hingga dapat bertahan dengan sendirinya. Tetapi mari kita fokus pada jenis telur burung yang kita kenal sekarang. Ini pertama kali muncul dengan evolusi amniota (membran yang mengelilingi janin) pertama jutaan tahun yang lalu. Sebelum kedatangan mereka, sebagian besar hewan mengandalkan air untuk reproduksi, bertelur di kolam dan lingkungan lembab lainnya sehingga telur tidak mengering.

Pada titik tertentu, jenis telur yang berbeda mulai berevolusi, memiliki tiga membran tambahan di dalamnya, korion, amnion, dan allantois. Setiap membran memiliki fungsi yang sedikit berbeda tetapi penambahan semua lapisan tambahan ini menyediakan sistem pendukung seluruh kehidupan yang tertutup, embrio dapat mengambil nutrisi yang tersimpan, menyimpan produk limbah berlebih, dan bernafas tanpa perlu lingkungan akuatik eksternal. Cairan ekstra yang terbungkus dalam amnion, ditambah kulit terluar yang keras, juga memberikan perlindungan ekstra.

Sekoci
Diagram telur ayam di hari ke 9. Gambar: Wikimedia Commons

Telur ketuban adalah masalah besar. Mereka membuka peluang baru bagi hewan untuk bertelur di darat, dan selaput ekstra membuka jalan bagi telur yang lebih besar. Sebelumnya hewan hanya mampu bertelur di lokasi berair, evolusi telur ketuban 312 tahun lalu memungkinkan reptil dan burung dapat bertelur di lahan kering.

Ayam pertama

Ayam pertama yang ada adalah hasil mutasi genetik yang terjadi di zigot hasil produksi oleh dua proto ayam. Ini berarti dua proto ayam kawin, menggabungkan DNA mereka bersama-sama untuk membentuk sel pertama dari ayam pertama. Mutasi genetik terjadi di sel pertama itu, dan mutasi itu menjadi ayam asli pertama yang disebut Gallus gallus.

Ia berasal dari berbagai negara Asia Tenggara termasuk India, Cina selatan, Indonesia, Malaysia, dan Singapura. Gallus gallus dijinakkan oleh penduduk Asia dan kemudian menyebar ke seluruh dunia sebagai lapisan telur yang kurang agresif. Inilah ayam yang kita kenal hari ini dan disebut sebagai Gallus gallus domesticus.

Sekoci
Ayam hutan jantan, leluhur terdekat dari ayam domestik modern. Gambar: Philip Pikart; CC-BY-SA 4.0

Bukti arkeologi menunjukkan kemunculan Gallus gallus dijinakkan pertama kali sekitar 10.000 tahun yang lalu. Meski analisis DNA menunjukkan perkiraan yang jauh lebih awal, yakni 58.000 tahun yang lalu. Kembali ke pertanyaan awal, mengingat telur ketuban muncul sejak sekitar 300 juta tahun lalu dan ayam pertama berevolusi sekitar 58 ribu tahun yang lalu, itu artinya telur jauh lebih dulu ada sebelum ayam. Jadi, apakah teka-teki ini dapat beristirahat dengan tenang?

Tapi tunggu dulu, ada ilmuwan yang mengklaim bahwa ayam ada sebelum telur. Klaim ini datang dari beberapa peneliti yang mempelajari bagaimana kulit telur ayam terbentuk. Cangkang telur sebagian besar terbuat dari kalsium karbonat (CaCO₃). Ayam mendapatkan pasokan kalsium untuk produksi kulit telur dari sumber makanan.

Untuk membentuk cangkang, kalsium harus disimpan dalam bentuk kristal CaCO₃, dan ayam bergantung pada protein yang memungkinkan proses ini. Salah satu protein tersebut, yang disebut ovocleidin-17, hanya dapat ditemukan di ovarium ayam, yang mengarah pada dugaan bahwa ayam harus datang sebelum telur ayam, karena tanpa OC-17, tidak mungkin ada pembentukan telur ayam.

Berdasarkan penjelasan di atas, akhirnya kita terjebak dalam kunci dikotom (dua keterangan yang berlawanan). Jika Anda pro bukti evolusi, berarti Anda ada di tim telur. Jika Anda pro para ilmuwan dengan teori protein pada cangkang telur ayam, Anda harus masuk di tim ayam. Maaf jika kami tidak bisa membantu Anda memenangkan taruhan dengan para filsuf dan ilmuwan!

 

Salam Icokes, Sekoci Hoaxes!

What's Your Reaction?

hate hate
0
hate
Angry Angry
0
Angry
confused confused
0
confused
fail fail
0
fail
fun fun
0
fun
geeky geeky
1
geeky
love love
0
love
lol lol
0
lol
omg omg
0
omg
win win
0
win

0 Comments

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Lainnya

kategori: Kontroversi

Artikel Terbaru

Mana Yang Lebih Dulu: Ayam atau Telur?