Apakah Manusia Hanya Memiliki Lima Alat Indera?


panca indera
Kredit gambar: SCA News

Selama ini kita diberitahu bahwa manusia memiliki lima alat indera (panca indera) – Penglihatan (mata), penciuman (hidung), pengecap (lidah), pendengaran (telinga), dan peraba (kulit). Konsep panca indera berasal dari seorang filsuf Yunani Aristoteles, murid dari Plato dan guru Alexander Agung.

Aristoteles mengatakan bahwa manusia memiliki lima indera: Penglihatan, penciuman, pengecap, pendengaran, dan peraba. Apakah manusia hanya memiliki lima alat indera? Para ilmuwan menolak konsep panca indera yang diajukan Aristoteles, ada lebih banyak alat indera yang dimiliki manusia.

Para ilmuwan sepakat bahwa indera manusia lebih dari lima, tetapi tidak ada korelasi dengan sisi paranormal yang biasa dikenal sebagai ‘indera keenam’. Teori yang sudah dikenal selama 2300 tahun, definisi panca indera dari Aristoteles memiliki makna kemampuan untuk mendeteksi informasi tentang lingkungan kita.

Teori Aristoteles tentang panca indera merupakan asumsi filsafat yang sebenarnya hanya sebuah teori persepsi tentang kehidupan, tidak berdasarkan ilmu pengetahuan. Barry C Smith, Kepala Pusat Studi Sense di Universitas London, mengatakan bahwa jumlah alat indera manusia belum dipastikan, para filsuf dan ilmuwan masih belum ada konsensus.

Salah satu contohnya bagaimana sentuhan, penglihatan, penciuman dan indera lainnya berinteraksi dengan cara yang kompleks untuk menghasilkan pengalaman hidup kita. Para filsuf terkadang memiliki pandangan yang sedikit naif tentang teori ilmiah, mereka memiliki argumen sendiri dari satu sudut pandang.

“Kebanyakan sains modern memiliki banyak masalah pada sumber bukti dan melakukan interpretasi terhadap hasil tersebut. Interpretasi, statistik dan pemodelan di belakangnya sangat rumit dan diperebutkan, dan ada sesuatu yang cukup aktif dan kreatif dalam memutuskan apa pandangan yang benar,” kata Smith.

“Jadi dengan cara metode ilmiah, menggunakan banyak target yang berbeda dan juga banyak hubungan yang berbeda ke dalam subjek yang sama, dan kemudian mencoba untuk melakukan triangulasi, apa yang dilakukan oleh sistem perseptual kita. Itulah yang dilakukan indera: mereka mengambil banyak sumber informasi dan kemudian menyimpulkan apa yang terjadi di luar sana.”

Sejatinya indera terbagi menjadi dua, eksternal dan internal. Aristoteles mengatakan jiwa memiliki fungsi vital bagi kehidupan manusia, para ilmuwan meyakini itu bukan indera eksternal melainkan indera internal. Salah satu contohnya ketika ada seseorang memperhatikan kita dari jarak jauh, indera internal akan merespon tanpa melihat dapat merasakan.

Panca indera
Gambar: Keylebean.co.uk

Pada awal 1906, ahli fisiologi Inggris Charles Sherrington mengusulkan istilah Proprioception (kinestetik rasa). Proprioception adalah kemampuan yang kita miliki saat otak mendeteksi posisi tubuh tanpa melihatnya. Misalnya, ketika Anda ingin mendorong pintu, Anda harus melebarkan semua jari tangan dengan cara tertentu, menggunakan kekuatan tertentu, deteksi informasi proprioseptif ini jarang sekali disadari.

Selain itu, Equilibrioception berperan penting dalam menjaga keseimbangan tubuh. Kemampuan ini adalah fungsi dari kanalis semisirkularis telinga, dalam kondisi sehat memungkinkan seseorang untuk mempertahankan rasa keseimbangan. Ketika saluran semisirkularis terinfeksi atau rusak, akan menyebabkan hilangnya keseimbangan. Dengan cara yang sama seperti proprioception, indera penglihatan tidak diperlukan untuk mengontrol tubuh kita.

Indera lainnya adalah Thermoception: kemampuan tubuh untuk merasakan perubahan suhu. Reseptor termal pada kulit memberikan informasi suhu panas dan dingin, dan perubahan suhu sebelum mengirimkan informasi itu ke otak melalui saraf sensorik. Hal ini diperlukan untuk membedakan reseptor kulit dari termoreptor homeostatik, yang memungkinkan mengontrol suhu internal tubuh.

Nociception juga merupakan indera yang berfungsi merasakan rasa sakit. Nociception adalah respon sistem saraf sensorik terhadap rangsangan hal yang berbahaya atau berpotensi berbahaya. Nociception memicu berbagai respon fisiologis dan perilaku yang biasanya menghasilkan pengalaman subyektif dari rasa sakit. Fungsi pertahanan ini memungkinkan sistem saraf untuk mengintegrasikan stimulus rasa sakit melalui nocireptors (sensorik yang mengirimkan sinyal bahaya).

Secara umum, indera adalah fungsi sebagai alat sensor bagian dari sistem saraf yang mengirimkan informasi kepada otak. Sedangkan dalam bidang neurofisiologi, definisi indera masih dalam perdebatan. Dokter dari Universitas Pierre dan Marie Curie, François Le Corre, mengatakan bahwa untuk alasan operasional, kita tidak perlu tahu persis apa artinya itu. Para ilmuwan memiliki konsep yang sangat kompleks tentang indera, mereka mendefinisikan makna (kapasitas sensorik) menurut organ sensorik yang melekat secara kausal.

Aristoteles merupakan filsuf kontroversi, ia banyak mengeluarkan kesalahan argumen yang bertentangan dengan sains. Aristoteles diketahui bermasalah dengan wanita, ia pernah mengatakan bahwa wanita memiliki gigi lebih sedikit daripada pria. Tidak jelas mengapa ia berpikir seperti itu, mungkin dia menghitung gigi istri mudanya. Itu adalah contoh kecil masalah dari Aristoteles dengan wanita.

Dia juga pernah berkata bahwa pria memiliki darah lebih panas daripada wanita, memiliki peran yang lebih penting dalam reproduksi, dan umumnya lebih sempurna. Aristoteles memberikan gambaran jika Anda memotong penis pria, maka dia akan menjadi feminin. Dapat disimpulkan bahwa wanita adalah pria yang dimutilasi penisnya secara alami. Pandangan Aristoteles tentang biologis perempuan setidaknya dikondisikan berdasarkan adat istiadat patriarkal pada zamannya.

Kembali ke teori panca indera. Gagasan bahwa manusia hanya memiliki lima alat indera bertentangan dengan sains yang diketahui lebih dari panca. Lima indera yang disebutkan oleh Aristoteles tidak ada yang salah, merupakan indera tradisional, masih ada indera lainnya. Teori itu menjadi salah ketika diklaim bahwa indera manusia “hanya” ada lima, faktanya lebih dari itu. Indera lainnya seperti Proprioception, Equilibrioception, Thermoception, dan Nociception.

Rasa lapar dan haus juga merupakan bagian dari indera. Kedua indera terkait konsep rasa dari waktu tersebut masih diperdebatkan, tetapi para peneliti telah menemukan bahwa manusia memiliki rasa waktu yang akurat, terutama saat usia muda.

Indera lainnya adalah ketegangan otot, gatal, dan tekanan. Banyak pihak berpendapat bahwa intuisi juga masuk akal, tetapi belum ada cukup bukti untuk menambahkan dalam daftar indera kita. Para ilmuwan telah mempelajari intuisi manusia dalam kemampuan memahami sesuatu tanpa melalui penalaran rasional dan intelektualitas. Hal ini sangat nyata yang dapat diidentifikasi dalam eksperimen laboratorium dan divisualisasikan pada pemindaian otak.

Terkadang kemampuan rasa yang dimiliki manusia tidak rasional. Contohnya, ada dorongan di luar kesadaran untuk pergi ke suatu tempat, ternyata saat didatangi kita bertemu dengan seseorang yang bisa mengubah hidup kita. Namun tidak semua intuisi berasal dari kekuatan psikis. Sebagian intuisi bisa dijelaskan sebab musababnya.

Saat ini, tidak ada definisi konkret tentang rasa dari indera, tetapi menurut sebagian besar ahli, rasa adalah perasaan atau persepsi yang dihasilkan melalui organ-organ sentuhan, perasa, dan lainnya, atau yang dihasilkan dalam kondisi tertentu dari beberapa bagian tubuh. Agar kita memiliki rasa, perlu ada sensor. Setiap sensor disetel untuk satu sensasi tertentu. Yang pasti adalah manusia memiliki indera lebih dari lima, tentunya tidak terkait dengan paranormal.

 

Salam Icokes. Sekoci Hoaxes!

What's Your Reaction?

hate hate
0
hate
Angry Angry
0
Angry
confused confused
1
confused
fail fail
0
fail
fun fun
0
fun
geeky geeky
0
geeky
love love
0
love
lol lol
0
lol
omg omg
0
omg
win win
0
win

0 Comments

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

kategori: Informasi

Artikel Terbaru

Apakah Manusia Hanya Memiliki Lima Alat Indera?