Upaya Facebook Melindungi Keamanan Pemilu


Tahun 2018-2019 adalah tahun politik dimana Pilkada serentak (2018) dan Pilpres (2019) akan digelar. Berkaca pada Pilpres AS 2016 dimana berita palsu merajalela, ditambah dengan aktor asing yang mencoba merusak integritas proses pemilu. Serangan berita palsu dengan mengambil keuntungan dari platform online terbuka seperti Facebook, menyebarkan keresahan, ketidakpastian dan keraguan dengan menggunakan manipulasi opini publik.

Pada musim dingin lalu Mark Zuckerberg mengumumkan melakukan langkah-langkah untuk melindungi pemilu dari eksploitasi dan kecurangan. Setiap waktunya Facebook tak hentinya melakukan pembaruan untuk menciptakan keamanan untuk melindungi setiap pemilu yang berlangsung.

Para petinggi Facebook berbicara kepada pers bagaimana mereka bekerja. Guy Rosen, wakil direktur manajemen Facebook, mengatakan bahwa ia membantu mengoordinasikan semua pekerjaan keselamatan dan keamanan di Facebook. Ia mengatakan ada empat bidang keamanan pemilu yang sedang dikerjakan. Pertama, menekan campur tangan asing. Kedua, menghapus akun palsu. Ketiga, meningkatkan transparansi iklan. dan keempat, memberantas penyebaran berita palsu.

Alex Stamos, Chief Security Officer Facebook, mengatakan bahwa Facebook berupaya menekan berbagai jenis kesalahan informasi dari pihak lawan yang menyebarkannya selama pemilu. Selama gelaran pemilu pastinya tidak lepas dari aktor-aktor politik yang mencoba menciptakan berbagai jenis konten buruk untuk mempengaruhi pemilih. Semua itu membutuhkan analisis yang cermat mengetahui tentang apa yang terjadi.

Istilah “berita palsu” digunakan untuk menggambarkan beberapa jenis aktivitas yang berbeda yang akan dicegah. Ketika Facebook mempelajari masalah ini, pertama-tama mereka harus mendefinisikan apa yang sebenarnya disebut “palsu.” Masalah yang paling umum adalah sebagai berikut:

  1. Identitas palsu  – ini adalah ketika seorang aktor menyembunyikan identitas mereka atau mengambil identitas kelompok atau individu lain.
  2. Audiens palsu – Ini sebuah trik untuk meningkatkan pemirsa secara artifisial atau persepsi dukungan untuk menyampaikan pesan tertentu.
  3. Fakta yang salah  – pernyataan informasi palsu.
  4. Narasi palsu  – Ini merupakan berita utama yang disengaja dengan menggunakan bahasa yang mengeksploitasi hingga menimbulkan perselisihan dan menabur konflik. Ini adalah area yang paling sulit bagi Facebook, karena outlet berita dan konsumen yang berbeda dengan hasil yang berbeda pada narasi yang tepat, apalagi jika konsumen setuju pada narasi yang disampaikan.

Dalam menekan informasi salah yang disampaikan para aktor, yang perlu diidentifikasi adalah motivasi mereka. Motivasi yang paling umum bagi kelompok yang terorganisir dan profesional adalah uang. Mayoritas kesalahan informasi yang ditemukan, baik kuantitas maupun jangkauan, telah diciptakan oleh kelompok-kelompok yang memperoleh keuntungan finansial dengan mengarahkan lalu lintas ke situs-situs yang mereka miliki.

Kelas kedua dari aktor yang terorganisir adalah orang-orang yang ingin secara artifisial mempengaruhi opini publik. Ini mencakup spektrum dari kelompok-kelompok dan pribadi yang dimotivasi secara ideologis dan kepentingan. Target mereka mempengaruhi para pemilih dengan menciptakan manipulasi opini publik.

Informasi yang salah juga dapat disebarkan oleh kelompok atau individu yang tidak terorganisir. Mereka menyebabkan kekacauan dan gangguan, yang biasa disebut sebagai “troll” internet. Mereka juga mungkin adalah pengguna yang tidak bersalah, tanpa menyadari telah berbagi berita palsu, mereka pelaku sekaligus korban yang mendorong berita palsu menjadi kian menyebar luas.

Samid  Chakrabarti, Manajer Produk, penanggung jawab semua produk di Facebook terkait dengan keamanan pemilu dan keterlibatan sipil, mengatakan bahwa upaya berkelanjutan diawali dengan memberantas akun palsu. Ia menemukan bahwa akun palsu adalah salah satu cara yang paling sering digunakan oleh pelaku troll internet untuk menyebarkan berita palsu dan konflik.

Sekarang ini Facebook menciptakan alat investigasi baru yang dapat diterapkan menjelang pemilu. Sebelumnya Facebook mengandalkan laporan pengguna dari ruang komunitas, sekarang mereka secara proaktif mencari jenis kegiatan terkait pemilu yang berpotensi berbahaya, seperti Halaman asal luar negeri yang mendistribusikan konten sipil yang tidak autentik. Pendekatan proaktif ini juga memungkinkan Facebook untuk bergerak lebih cepat untuk mencegah informasi menyesatkan agar tidak menjadi viral.

Tessa Lyons, Manajer Produk di News Feed yang terfokus pada berita palsu, mengatakan bahwa Facebook telah bermitra dengan organisasi pemeriksa fakta pihak ketiga. Cara kerjanya dengan menggunakan sinyal, termasuk umpan balik dari semua pengguna di facebook. Ketika pemeriksa fakta menilai sebuah informasi sebagai salah, Facebook secara signifikan akan mengurangi distribusinya di News Feed – menurunkan nilai keterlihatan rata-rata lebih dari 80%.

Facebook juga akan memberitahu semua pengguna yang pernah membagikannya dan memperingatkan pengguna lainnya yang mencoba membagikannya. Bagi pengguna yang masih menemukan informasi salah di News Feed mereka, Facebook akan menampilkan informasi dari pemeriksa fakta dalam unit artikel terkait.

Kemitraan dengan organisasi pemeriksaan fakta di AS dan internasional telah diumumkan, di AS bermitra dengan Asosiasi Press yang melibatkan wartawan di 50 negara bagian. Secara internasional, pengecekan fakta mencakup enam negara dan ke depannya akan diperluas, peluncuran terakhir di Italia dan Meksiko. Mereka juga memeriksa fakta foto dan video dimulai di Perancis dengan AFP, ke depannya akan diperluas ke berbagai negara lainnya.

Rob Leathern, Direktur Manajemen Produk Iklan, mengumumkan akan membangun fitur transparansi baru untuk semua iklan di Facebook dan memberikan transparansi tambahan untuk iklan yang terkait dengan pemilu, untuk saat ini baru sebatas di AS, musim panas ini rencananya akan diterapkan secara global. Dalam hal ini Facebook membatasi pengiklanan yang menempatkan iklan politik, setiap iklan harus memberikan alamat surat fisik untuk verifikasi.

Upaya Facebook dalam menekan kecurangan pemilu tidak lepas dari sifat hoax yang fluktuasi, iklim politik yang memanas akan meningkatkan informasi salah yang disengaja diciptakan oleh kelompok terorganisir ataupun individu yang terikat dengan ideologi politik. Pelbagai macam cara dilakukan untuk memenangkan kandidatnya dalam pemilihan, tidak terkecuali menyebarkan hoax dan manipulasi opini publik.

Salam Icokes. Sekoci Hoaxes!

What's Your Reaction?

hate hate
0
hate
confused confused
0
confused
fail fail
0
fail
fun fun
0
fun
geeky geeky
0
geeky
love love
0
love
lol lol
0
lol
omg omg
0
omg
win win
0
win

0 Comments

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jangan Lewatkan

Artikel Kategori: Facebook

Terbaru

Upaya Facebook Melindungi Keamanan Pemilu

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format