Kebocoran Data Facebook Yang Diekspos Cambridge Analytica, Ternyata Sudah Terdeteksi Sejak Tahun 2015


cambride analytica

Kasus kebocoran data pengguna Facebook yang disalahgunakan oleh perusahaan konsultan politik Cambridge Analytica menjadi skandal besar yang mencoreng wajah Mark Zuckerberg. Salah satu poin penting mengapa data pengguna bisa bocor, Facebook memberikan nomor telepon Anda ke dalam pencarian akun.

Jika Anda memberikan nomor telepon ke Facebook dengan pengaturan untuk semua orang, itu artinya ada potensi kerentanan dimana nama Anda dan informasi lainnya diambil oleh pihak lain. Secara default, Facebook memberikan pilihan pengaturan “Siapa yang dapat mencari saya menggunakan nomor telepon saya?”

Jika Anda memilih pengaturan nomor telepon untuk Publik, itu menjadi keputusan terburuk. Untuk menghentikannya, pengguna Facebook harus secara aktif masuk ke pengaturan Privasi mereka dan mengatur opsi untuk Teman, atau yang lebih baik memilih Hanya Saya.

Di tahun 2015, Facebook telah diperingatkan tentang masalah ini, sebuah pengembang perangkat lunak mencoba membuat program kecil yang dapat menggilir setiap nomor telepon di Inggris, Kanada, dan AS, mereka menyimpan setiap nama akun dan profil yang terkait dengan nomor telepon (pengguna yang memberikan nomor telepon ke Facebook dengan pengaturan Publik).

Pengembang perangkat lunak memanfaatkan celah untuk mendapatkan ribuan nama, foto profil, dan lokasi pengguna yang menautkan nomor ponsel ke akun mereka. Saat itu Facebook didesak untuk memperketat pengaturan privasinya, setelah seorang ahli perangkat lunak, Reza Moaiandin, dapat memanen data tentang ribuan pengguna Facebook – hanya dengan menggunakan nomor ponsel mereka.

Dengan menggunakan algoritma sederhana, Moaiandin dapat menghasilkan puluhan ribu nomor ponsel dalam satu detik dan kemudian mengirim angka-angka ini ke antarmuka pemrograman aplikasi Facebook (API), alat yang memungkinkan pengembang untuk membuat aplikasi yang terhubung ke jejaring sosial. Dalam beberapa menit, Facebook mengirimkan sejumlah profil pengguna kepada Moaiandin.

Semua informasi yang diterima Moaiandin tersedia untuk umum, tetapi dengan kemampuan untuk menghubungkan profil ke nomor ponsel dalam skala besar, membuat sistem berpotensi sangat besar untuk penyalahgunaan. Seorang analis keamanan komputer, Graham Cluley, mengatakan “jika Facebook peduli dengan komunitasnya, mereka harus berusaha mengarahkan penggunanya ke arah yang benar.”

Situs scam busting dan hoax busting thatsnonsense.com, melaporkan bagaimana nomor telepon di Facebook yang dilihat secara publik merupakan bagian dari salah satu kesalahan privasi umum yang dibuat oleh pengguna Facebook. Namun, itu sepenuhnya bukan kesalahan pengguna.

Facebook adalah pihak yang paling bertanggung jawab, mereka seharusnya tidak memprioritaskan pengaturan default ke publik di tempat pertama. Selain itu, Facebook juga kerap memberikan pemberitahuan kepada penggunanya untuk memasukan nomor telepon agar pengguna lain dapat dengan mudah menemukan profil mereka.

Yang lebih buruk, Facebook secara rutin mengatur ulang pengaturan khusus ini. Jadi, jika Anda telah mengatur privasi dan mengubah pengaturan agar lebih privasi lagi, Facebook bisa mengatur ulang kembali, bahkan Anda akan mendapat pemberitahuan berulang kali.

Dengan mengizinkan pengguna Facebook lain untuk mencari akun Anda dengan menggunakan nomor telepon, memungkinkan semua informasi publik lainnya pada profil Anda untuk diambil oleh orang jahat. Informasi Anda yang telah diketahui selanjutnya bisa digunakan dengan pelbagai kepentingan, seperti aksi scam (penipuan).

Facebook

Scammers akan menelepon Anda berpura-pura dari sebuah bank, operator seluler, atau perusahaan besar lainnya. Karena scammer sudah mengantongi informasi Anda dari profil Facebook, Anda akan mudah diperdaya karena sangat meyakinkan. Modus lainnya, informasi pribadi Anda yang bocor bisa disalahgunakan untuk kepentingan politik, seperti kasus Cambridge Analytica.

Meskipun Facebook telah diberi peringatan kerentanan ini sejak tahun 2015 (pengembang perangkat lunak juga sudah melaporkan temuannya kepada Facebook), Facebook menolak untuk menghapus fitur pencarian nomor telepon. Setelah kasus Cambridge Analytica terungkap dan menggegerkan dunia, minggu lalu CTO Facebook Mike Schroepfer mengumumkan bahwa fitur tersebut telah dipensiunkan.

Search and Account Recovery: Until today, people could enter another person’s phone number or email address into Facebook search to help find them. This has been especially useful for finding your friends in languages which take more effort to type out a full name, or where many people have the same name. In Bangladesh, for example, this feature makes up 7% of all searches. However, malicious actors have also abused these features to scrape public profile information by submitting phone numbers or email addresses they already have through search and account recovery. Given the scale and sophistication of the activity we’ve seen, we believe most people on Facebook could have had their public profile scraped in this way. So we have now disabled this feature. We’re also making changes to account recovery to reduce the risk of scraping as well.

Selain itu, ada delapan perubahan lainnya yang telah mereka lakukan untuk mengatasi kebocoran data. Untuk informasi semua perubahan yang dilakukan Facebook dapat Anda lihat di sini. Link

Fitur menautkan nomor ponsel pada akun pengguna menjadi cukup vital dimana kebocoran data sangat mungkin terjadi. Moaiandin menganalogikannya seperti “pergi ke bank, meminta informasi pribadi ribuan nasabahnya berdasarkan nomor ponsel mereka, dan pihak bank memberikan semua informasi yang Anda minta, itu adalah pelanggaran.”

Tahun 2015, Facebook telah diperingatkan akan kerentanan privasi. Pengembang perangkat lunak telah membeberkan kerentanan privasi dan melaporkan kepada Facebook, tetapi Facebook menolak menghapus kerentanan. Tahun 2018, terjadi skandal Cambridge Analytica, kemudian Facebook baru menghapus kerentanan yang sudah diperingatkan sejak tahun 2015.

Salam Icokes. Sekoci Hoaxes!


Like it? Share with your friends!

What's Your Reaction?

hate hate
0
hate
Angry Angry
0
Angry
confused confused
0
confused
fail fail
0
fail
fun fun
0
fun
geeky geeky
0
geeky
love love
0
love
lol lol
0
lol
omg omg
0
omg
win win
0
win

0 Comments

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Lainnya

kategori: Facebook

Artikel Terbaru

Kebocoran Data Facebook Yang Diekspos Cambridge Analytica, Ternyata Sudah Terdeteksi Sejak Tahun 2015