Masturbasi 62 kali Saat Valentine, Pria Afsel Ditemukan Tewas: Hoax


Klaim : Pria Afsel tewas usai masturbasi 62 kali berturut-turut pada hari Valentine.

Sumber klaim : Okezone.com

 

Seorang pria bernama David Mabuza ditemukan tewas di dalam rumahnya di Blomfontein, Afrika Selatan (Afsel). Pria berusia 33 tahun itu diduga mengalami serangan jantung akibat masturbasi selama 62 kali berturut-turut pada Hari Valentine atau 14 Februari.

Mabuza, yang masih tinggal bersama orangtuanya, ditemukan meninggal di dalam kamar. Ia diyakini melakukan masturbasi sebanyak 62 kali berturut-turut itu akibat mengalami depresi karena masih sendiri tanpa pasangan di hari kasih sayang.

Berita Palsu

ANALISIS

Cerita tentang pria Afsel bernama David Mabuza tewas diduga mengalami serangan jantung akibat masturbasi 62 kali berturut-turut pada hari Valentine menjadi viral karena sensasional. Namun, sangat disayangkan outlet berita mengabarkannya tanpa verifikasi kebenarannya, hanya mengambil sumber di situs internet yang tidak jelas kredibilitasnya.

Berita tersebut pertama kali dirilis oleh situs nusa.site pada 14 Februari 2018. Seperti pada umumnya, salah satu cara mengidentifikasi situs berita palsu, mereka tidak mencantumkan Tentang Kami/About Us di laman mereka, sebagai identitas diri. Laman situs nusa.site dengan jargon “BERITA UPDATE AFRIKA SELATAN” di bagian atas laman, tetapi tidak tidak ada keterangan identitas apapun dan tidak mencantumkan nama penulis.

Bukti lain bahwa situs nusa.site adalah situs berita palsu, situs ini baru berusia kurang dari 2 bulan, domain dibuat pada 29 Desember 2017, dan baru merilis artikel pertama pada 31 Desember 2017.

Selain itu, gambar yang digunakan tidak ada korelasina dengan isi berita. Faktanya, gambar tersebut merupakan berita penemuan mayat seorang pria bernama Livhuwani Sivhaga (19), ditemukan tewas mengambang di Sungai Tshidumbi. Diterbitkan secara online oleh Limpopo Mirror pada 15 Februari 2016.

Kematian Sivhaga diduga dibunuh untuk ritual, beberapa anggota tubuhnya hilang, seperti mata, lidah, telinga kanan, dan alat vital. Juru bicara kepolisian Thohoyandou Const Avhafarei Tshiovhe mengabaikan kemungkinan pembunuhan ritual, ia lebih mempercayai hasil post-mortem dilakukan oleh dokter untuk memastikan penyebab kematian.

Almarhum Livhuwani Sivhaga

Sepertinya jurnalis online Indonesia harus mempelajari proses verifikasi berita agar tidak sembarangan mengambil sumber berita di internet. Outlet berita mainstream dengan pengikutnya yang sangat besar pastinya mendapat jumlah pembaca yang tidak sedikit. Alih-alih mencerdaskan pembacanya dengan informasi akurat, mereka malah menyebarkan pembodohan dengan berita palsu.

Salam Icokes. Sekoci Hoaxes!

What's Your Reaction?

hate hate
0
hate
Angry Angry
0
Angry
confused confused
0
confused
fail fail
0
fail
fun fun
0
fun
geeky geeky
0
geeky
love love
0
love
lol lol
0
lol
omg omg
0
omg
win win
0
win

0 Comments

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Lainnya

kategori: Berita palsu

Artikel Terbaru

Masturbasi 62 kali Saat Valentine, Pria Afsel Ditemukan Tewas: Hoax