Cek Kesehatan Internal Menggunakan Sendok Pada Lidah: Hoax


Klaim : Cek kesehatan internal dengan cara menempelkan sendok pada lidah

 

 

Cek kesehatan dalam satu menit.

1. Ambil satu sendok, usapkan ke seluruh permukaan lidah Anda dengan air liur Anda.
2. Masukkan sendok ke dalam kantong plastik transparan, dan letakkan di bawah cahaya: matahari atau lampu meja.
3. Tunggu 1 menit 4. Periksa sendoknya.

Jika ada bau:

Kuat – masalah dengan paru-paru atau perut;
Manis – ini mungkin diabetes;
Amonia – masalah dengan ginjal.

Jika ada noda:

Putih atau kuning dengan tiang – disfungsi kelenjar tiroid;
Ungu – bronkitis, sirkulasi darah yang buruk, kadar kolesterol tinggi;
Putih – Infeksi pernapasan
Oranye – Penyakit ginjal

Tribunnews.com

HOAX

ANALISIS

Pesan berantai scraping kesehatan dengan cara menempelkan sendok makan pada lidah, lalu memasukan sendok ke dalam kantung plastik. Rumor itu diedarkan di internet dan jejaring sosial yang mengklaim mampu memberikan informasi diagnosis kesehatan organ dalam Anda.

Rumor itu berawal saat seorang kontributor medis NBC News Dr. Natalie Azar mengisi acara segmen kesehatan untuk Today Show, membahas enam cara diagnosis medis yang dapat dilakukan di rumah. Salah satu caranya dengan ‘tes napas buruk’, yang akhirnya menjadi dasar awal dari serangkaian klaim kesehatan tes sendok yang beredar di internet.

Rumor tes sendok awalnya berasal dari tes napas yang dipaparkan oleh Natalie Azar, tergantung pada pengetahuan faktual, yang menunjukkan bahwa bau pada napas seseorang dapat menunjukkan masalah kesehatan sistemik.

Berikut pemaparan asli dari Natalie tentang “Tes Napas Buruk”:

Gosok bagian belakang lidah Anda dengan sendok, masukkan sendok ke dalam kantung plastik dan simpan di bawah sinar lampu selama satu menit. Lalu cium sendok apakah berbau. Lidah yang sehat dapat dilihat dari sendok yang nampak utuh, tapi jika sendok terlihat lapisan berwarna atau berbau tidak sedap, itu bisa menjadi pertanda awal adanya masalah dengan sistem pernapasan, hati, ginjal, hormon atau usus Anda. Sebagian besar kasus bau mulut terkait dengan penyakit gusi atau amandel, tapi bau yang sangat tidak sedap bisa menjadi pertanda masalah kesehatan yang lebih besar.

Natalie mengatakan bahwa bau buah bisa menjadi tanda diabetes, bau amonia bisa dikaitkan dengan masalah ginjal, bau lainnya bisa mengindikasikan masalah lambung atau paru-paru. Dan jika Anda melakukannya, yang perlu diperhatikan adalah bahwa tes ini sebagai indikator terdekat tentang bagaimana napas Anda berbau yang akan tercium oleh orang lain.

 

Bad breath test

Scrape the back of your tongue with a spoon, seal the spoon in a plastic bag and put it under a bright light for one minute. Then, smell it.

A healthy tongue coating should be clear, but if what you find on the spoon is thick, colored or has an unpleasant odor, it could be an early sign of problems with your respiratory system, liver, kidneys, hormones or gut.

Most cases of bad breath will be related to gum disease or tonsils, but really ominous odors could be a sign of a larger health problem. Azar said a fruity smell could be a sign of diabetes; an ammonia smell could be related to kidney problems, other smells could indicate gastric or lung problems.

And while you’re at it, take note that this test is the closest indicator of how your breath smells to other people.

Berdasarkan pernyataan asli di acara Today Show di atas, Natalie menjelaskan tes sendok sebagai indikator napas buruk (mulut berbau tidak sedap), bukan diagnosis kesehatan organ dalam. Sejatinya bau mulut tidak mudah tercium oleh diri sendiri, akan tercium jelas oleh orang lain, biasanya lawan bicara.

Tes sendok berfungsi untuk menguji bau mulut Anda, tidak mungkin mengetes langsung kepada orang lain, kecuali ada orang yang bersedia mencium bau mulut Anda. Metode itu telah dijelaskan dalam makalah yang diterbitkan pada tahun 1996 berasal dari Journal of American Dental Association.

Bad breath typically originates in the mouth, often from the back of the tongue. Nasal problems also can cause bad breath; odor generated in this manner can be easily distinguished from mouth odor by comparing the odor exiting the mouth and nose. In most cases, good professional oral care combined with a daily regimen of oral hygiene–including interdental cleaning, deep tongue cleaning and optional use of an efficacious mouthrinse—will lead to improvement. This article discusses common causes of oral malodor as well as methods to assess the extent of the problem.

Menempatkan sendok di bawah cahaya lampu berfungsi untuk meningkatkan bau mulut yang menempel pada sendok. Pemaparan Natilie soal bau mulut sebagai indikator kesehatan mulut di luar kebersihan gigi tidak menjadi kontroversi. Today Show melampirkan link ke entri situs Medline NIH yang menjelaskan berbagai penyebab bau mulut, termasuk item yang mengacu pada pengujian.

Fakta-fakta itu meskipun tidak kontroversi tetapi tidak serta merta bisa dijadikan acuan paten diagnosis atau skrining kesehatan, karena setiap kondisi seseorang berbeda-beda untuk masalah kesehatan yang lebih serius, bahkan deteksi mulut bisa terlambat dari tanda penyakit yang lebih parah yang seharusnya sudah diketahui sebelumnya.

Kasus bau tidak sedap pada napas, ada kaitan antara gagal ginjal dan amonia-napas, tapi itu akan menjadi manifestasi yang sangat terlambat dari kondisi yang sebenarnya sudah jelas dan serius. Klaim bahwa tes sendok berfungsi sebagai cek kesehatan adalah kesalahan besar dari ketidakmampuan memahami penjelasan dari Natalie yang sebenarnya hanya sebagai “tes bau mulut”.

Informasi tes sendok sebagai cek kesehatan internal sebagian besar mengklaim berasal dari dari dokter tradisional Cina. Informasi itu menyebarluas berupa teks ataupun video yang sebenarnya tidak berguna selain sebagai tes kesehatan mulut dan indikator bau mulut yang dijelaskan oleh Natalie Azar.

Indikasi warna pada sendok dijadikan acuan kesehatan Anda sangat tidak mendasar. Klaim itu menambahkan fitur diagnosis warna pada sendok yang sebelumnya telah digosokkan pada lidah.

Putih atau kuning dengan lapisan tebal – disfungsi kelenjar tiroid;

Ungu – bronkitis, sirkulasi darah yang buruk, kadar kolesterol tinggi;
Putih – infeksi pernapasan;
Oranye – penyakit ginjal.

Literatur medis mendukung gagasan bahwa penumpukan karoten yang disebabkan oleh hipotiroidisme dapat menyebabkan perubahan warna kekuningan pada telapak tangan (permukaan palmar) atau kaki (permukaan plantar).

Informasi itu digunakan secara sembarangan hingga berlaku pada lidah untuk memperkuat informasi tes sendok. Perubahan warna lidah menjadi kuning bisa terjadi, itu adalah gejala umum yang tidak terkait dengan berbagai masalah penyakit tiroid.

Kesimpulan: Klaim bahwa tes sendok sebagai cek kesehatan organ dalam bersumber dari ketidakmampuan dalam memahami penjelasan “tes napas buruk” yang dipaparkan oleh Dr. Natalie Azar, penjelasan aslinya hanya sebagai indikator bau mulut sebagai bagian dari kesehatan mulut. Klaim tambahan tentang warna pada sendok mengambil informasi penumpukan karoten pada tangan atau kaki, lagi-lagi salah ditafsirkan sebagai pendukung klaim.

“Laporan dari orang bodoh tentang apa yang dikatakan orang pintar tidak akan pernah akurat, karena secara tidak sadar dia menerjemahkan apa yang didengarnya menjadi sesuatu yang tidak ia pahami.”
– Bertrand Russel

Salam Icokes. Sekoci Hoaxes!

What's Your Reaction?

hate hate
0
hate
Angry Angry
0
Angry
confused confused
0
confused
fail fail
0
fail
fun fun
0
fun
geeky geeky
0
geeky
love love
0
love
lol lol
0
lol
omg omg
0
omg
win win
0
win

0 Comments

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Lainnya

kategori: HOAX

Artikel Terbaru

Cek Kesehatan Internal Menggunakan Sendok Pada Lidah: Hoax