Sepasang Monyet Hasil Kloning Lahir di China?


Klaim: Ilmuwan China berhasil mengkloning sepasang monyet.

 

Ilmuwan China berhasil mengkloning monyet yang sama identik. Teknik kloning tersebut menjadi yang pertama kali di dunia dilakukan kepada hewan primata non-manusia.

Untuk melakukan kloning ini, tim ilmuwan dari Institute of Neuroscience di Chinese Academy of Sciences mengikuti proses yang disebut transfer sel somatik (SCNT), di mana memindahkan inti sel dengan DNA ke dalam sel telur yang intinya sudah diambil.

FAKTA (Beberapa informasi tambahan)

ANALISIS

Keberhasilan para ilmuwan mengkloning sepasang monyet dengan metode yang secara teori bisa mengkloning manusia, tetapi prestasi ini menjadi kontroversi. Kloning monyet yang dilakukan para ilmuwan di Cina mungkin pertama kalinya di dunia yang berhasil secara utuh, tetapi teknik kloning hewan secara teknis bukan pertama kali dilakukan.

Sepasang monyet hasil kloning ini diberi nama Zhong Zhong dan Hua Hua, hasil kloning dengan teknik yang sama dengan kloning yang menghasilkan seekor domba kloning bernama Dolly. Domba Dolly merupakan mamalia pertama di dunia yang lahir dari hasil kloning. Dolly lahir pada 5 Juli 1996 di Roslin Institute, Skotlandia. Dolly adalah domba salinan genetik dari seekor domba betina, Finn Dorset, berusia enam tahun. Kelahiran Dolly dirahasiakan sampai tanggal 27 Februari 1997.

Dolly, domba hasil kloning

Informasi tentang kloning Zhong Zhong dan Hua Hua pertama kali secara resmi diterbitkan di Cell pada 24 Januari 2018. Proses kloning itu dilakukan selama bertahun-tahun, dilakukan para peneliti di Chinese Academy of Sciences dipimpin oleh Zhen Liu.

Nama Zhong Zhong dan Hua Hua diambil dari kata “Zhonghua, kata sifat dalam bahasa China. Kedua monyet tersebut identik secara genetik, keduanya merupakan kloning yang diambil dari sel organisme induknya. Keduanya lahir dalam waktu berbeda, saat ini usianya delapan minggu dan monyet muda berusia enam minggu.

Pencapaian ini berpotensi menjadi kontroversi

Prestasi dari para ilmuwan China ini berpotensi menjadi kontroversi dan bisa memicu perdebatan mengenai kloning spesies primata lainnya – manusia. Upaya kloning kera sebelumnya pernah dilakukan pada tahun 1999, para ilmuwan mengkloning seekor monyet rhesus dengan memisahkan embrionya menjadi beberapa bagian – menciptakan kembar identik buatan. Kloning itu menggunakan teknik yang dikenal sebagai transfer sel somatik (SCNT) – sebuah metode yang digunakan untuk memproduksi domba Dolly.

Kloning monyet itu bertujuan membuat jalur sel induk dan terbatas, bukan monyet yang dikembangkan sepenuhnya. “Ini masalah waktu, karena saya pikir itu tidak akan pernah terjadi,” kata Shoukhrat Mitalipov, kepala Pusat Terapi Embryonic Cell dan Terapi Gen dari Oregon Health dan Science University. Dia tidak terlibat dalam penelitian di Cina, tetapi dia ikut berkontribusi dalam kloning monyet sebelumnya. Mitalipov adalah seorang ilmuwan yang hampir satu dekade berusaha menciptakan kloning reproduksi pada primata. Ia bersama timnya akhirnya beralih dari kloning reproduksi untuk mencoba kloning dari lini sel induk embrio.

Mitalipov mengatakan bahwa masih terlalu dini untuk berharap kesuksesan dalam kloning reproduksi pada monyet, apalagi manusia. Apalagi masyarakat umumnya menentang kloning reproduksi pada manusia. Metode kloning bisa dilakukan dengan dua cara, menggunakan reproduksi atau sel embrio, percobaan kloning yang pernah dilakukan pada umumnya menggunakan embrio.

Zhong Zhong dan Hua Hua, sepasang monyet hasil kloning di China

Sejak kloning hewan pertama kali dilakukan pada Dolly, para ilmuwan telah mengkloning lebih dari 20 spesies – mulai dari sapi sampai kelinci hingga anjing – menggunakan teknik yang sama, tetapi usaha China menjadi tonggak sejarah pertama kalinya primata non-manusia telah berhasil dikloning secara menyeluruh dengan cara yang sama. Ini jelas masalah besar, karena teknik kloning dalam penelitian ini mungkin berlaku untuk primata lain seperti manusia. Namun, penulis penelitian tersebut menekankan bahwa mereka tidak berniat mengkloning manusia.

Walaupun para peneliti tidak berniat mengkloning manusia, keberhasilan kloning Zhong Zhong dan Hua Hua tetap akan menjadi perdebatan karena kemungkinan suatu hari nanti kloning manusia bisa saja terjadi.

Bagaimana proses kloning kedua monyet di China dilakukan?

Pada hewan seperti domba dan monyet, setiap individu memiliki ikatan di dalam setiap sel yang disebut nukleus, yang berisi salinan kode genetik mereka yang berbeda. Transfer sel somatik melibatkan pemindahan nukleus dari satu sel hewan ke dalam telur hewan lain. Para ilmuwan China melakukan proses kloning yang disebut dengan transfer nuklir sel somatik (tubuh). Dalam proses ini, para peneliti mengambil sel telur monyet dan mengeluarkan nukleus (inti sel/pembentuk DNA).

Selanjutnya, mereka mengambil sel tubuh atau somatik dari janin monyet dan melepaskan nukleusnya, mentransfer inti sel tersebut ke dalam telur kosong yang telah diambil nukleusnya tadi. Sel telur yang direkonstruksi ini kemudian dibiarkan tumbuh, terbelah, dan akhirnya menjadi embrio awal.

Mereka kemudian secara kimia mendorong telur untuk berkembang, seolah-olah telah dibuahi secara alami. Jika embrio ini mencapai tahap perkembangan tertentu, ilmuwan kemudian dapat menanamnya ke dalam pengganti. Jika prosedurnya berhasil, pengganti akan hamil dan melahirkan hewan yang secara genetik identik dengan donor nukleus.

Zhong Zhong dan Hua Hua, sepasang monyet hasil kloning di China

Apa tujuan utama kloning monyet di China?

Para peneliti mengatakan bahwa mereka ingin menggunakan teknik ini untuk membudidayakan monyet sebagai penelitian biomedis. Salinan genetik yang tepat dari hewan yang sama akan mengurangi hasil yang bervariasi saat menguji obat baru atau terapi lainnya. Salah satu penulis studi, Mu-Ming Poo, mengatakan bahwa kloning ini bertujuan untuk menghasilkan model hewan yang berguna untuk pengobatan manusia.

Dr. Koen Van Rompay, seorang ahli virologi di Pusat Penelitian Primata Nasional California, berpendapat bahwa kloning tersebut akan berguna dalam jangka panjang: “Jika ada cara yang efisien untuk mengkloning monyet, itu benar-benar dapat mengurangi jumlah monyet yang dibutuhkan untuk menjawab pertanyaan penelitian tertentu,” katanya.

Apa efek negatif dan kekurangannya?

Bagaimanapun, Van Rompay dan Mitalipov mengingatkan bahwa manfaat pengobatan yang dijanjikan mungkin tidak tepat untuk dijadikan pilihan utama. Untuk satu hal, teknik ini tidak membuat mereka menjadi sangat efisien. Dari 21 percobaan kloning yang dilakukan menggunakan sel donor janin, hanya dua yang menghasilkan kelahiran sehat. Terlebih lagi, Zhong Zhong dan Hua Hua baru berumur sekitar dua bulan. Periset belum tahu apa kelemahannya, jika ada, akan dialami di kemudian hari dari hasil kloning.

Sejatinya keberhasilan para ilmuwan China mengkloning sepasang monyet baru langkah awal, mereka belum siap mengkloning monyet berskala besar. Penggunaan primata non-manusia sebagai hewan percobaan telah lama diperdebatkan. Kelompok kesejahteraan hewan menganggap eksperimen pada primata non-manusia sebagai tindakan kejam, karena hewan dengan manusia memiliki sejatinya sama. Mereka juga mengungkapkan keprihatinan atas kloning itu sendiri, menunjukkan matinya moral, dan stresor tidak wajar lainnya.

“Ini memberi kesan bahwa hewan adalah barang sekali pakai dan komoditas untuk kita gunakan,” kata Kathleen Conlee, wakil presiden bidang penelitian hewan di Humane Society of United States. “Apakah itu pantas, memiliki hewan yang bisa Anda gunakan semaunya? … Ini menciptakan dinamika yang buruk tentang bagaimana kita memperlakukan hewan secara keseluruhan.”

Secara khusus, China telah lama mendapatkan sorotan tajam mengenai masalah kesejahteraan hewan karena tidak memiliki undang-undang komprehensif mengenai kekejaman terhadap hewan. Penulis studi mengatakan bahwa fasilitas mereka mengikuti peraturan kesejahteraan hewan yang ditetapkan oleh Institut Kesehatan Nasional AS dan mereka sangat memperhatikan kesejahteraan monyet.

Kesimpulan

Keberhasilan kloning sepasang monyet yang dilakukan oleh para peneliti China adalah nyata. Namun, prestasi itu secara teknis dapat memungkinkan kloning manusia bisa terjadi dalam hitungan bulan atau beberapa tahun ke depan, walaupun para peneliti menyatakan bahwa saat ini mereka tidak berniat mengkloning manusia.

Para peneliti menegaskan bahwa apa yang mereka lakukan demi kepentingan ilmu pengetahuan dan pengobatan manusia. Namun, banyak pihak yang menentang dan mewanti-wanti hal itu akan berakibat buruk. Kloning monyet secara menyeluruh dianggap melanggar norma kehidupan itu sendiri. Para ilmuwan sebelumnya banyak melakukan kloning terbatas pada hewan karena mereka berpikir kloning secara menyeluruh belum waktunya, masih banyak opsi lain jika tujuannya hanya untuk pengobatan manusia.

Sejatinya ilmu pengetahuan tak terbatas, tetapi harus tetap berada pada jalurnya dimana norma-norma kehidupan harus digenggam erat. Zhong Zhong dan Hua Hua adalah karya ilimiah yang sangat luar biasa, keduanya bisa berpotensi positif atau negatif, semua itu biarlah waktu yang menjawabnya.

Salam Icokes. Sekoci Hoaxes!

What's Your Reaction?

hate hate
0
hate
Angry Angry
0
Angry
confused confused
0
confused
fail fail
0
fail
fun fun
0
fun
geeky geeky
0
geeky
love love
0
love
lol lol
0
lol
omg omg
0
omg
win win
0
win

0 Comments

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Lainnya

Kategori: Fakta

Artikel Terbaru

Sepasang Monyet Hasil Kloning Lahir di China?

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format