Netizen Amerika Latin Mengisukan Terjadi Tsunami di Sungai Kampar


Baru-baru ini netizen luar negeri ramai memperbincangankan tentang kabar terjadinya tsunami di Indonesia. Sebuah video menjadi viral banyak dibagikan oleh pengguna Facebook dari Amerika Latin.

Dalam video terlihat banyak orang dengan santainya menyaksikan gelombang besar yang menghampiri mereka, video itu diklaim gelombang tsunami di Sungai Kampar yang terjadi pada 4 Januari 2018.

Video yang diupload oleh halaman Facebook El despertar a un nuevo mundo hanya dalam waktu 24 jam telah ditonton sebanyak 464.957 kali dan dibagikan lebih dari 8.500 kali. Video itu menjadi viral karena dalam keterangannnya memberikan deskripsi bahwa video adalah rekaman gelombamg tsunami yang terjadi Indonesia.

Video itu awalnya diupload oleh Rodrigo Contreras Lopez di akun Facebook pribadinya, telah dibagikan sebanyak 1.500 kali. Dalam deskripsinya mengatakan bahwa gelombang besar membanjiri tepi Sungai Kampar di Indonesia (tidak menyebutkan tsunami).


Apa yang sebenarnya terjadi?

Video viral itu menyebar di sosial media oleh netizen sebagian besar dari Amerika, Meksiko, dan Chili. Mereka tidak mengetahui kondisi Sungai Kampar hingga menyebabkan video itu menjadi heboh. Bahkan masih banyak warga Indonesia juga tidak mengetahui keistimewaan ombak besar di Sungai Kampar, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau, Indonesia

Ombak di Sungai Kampar disebut Bono, merupakan suatu fenomena alam akibat adanya pertemuan arus sungai menuju laut dan arus laut yang masuk ke sungai akibat pasang. Ombak Bono bisa mencapai ketinggian hingga 6 meter, maka tidak heran banyak peselancar dunia mencoba untuk menaklukannya karena berselancar di arus sungai merupakan anti-mainstream.

Bono terbesar biasanya terjadi ketika musim penghujan dimana debit air Sungai Kampar cukup besar yaitu sekitar bulan November dan Desember. Bono ada di dua lokasi, di Provinsi Riau yaitu di Muara (Kuala) Sungai Kampar Kabupaten Pelalawan dan di Muara (Kuala) Sungai Rokan di Kabupaten Rokan Hilir. Masyarakat setempat menyebut Bono di Kuala Kampar sebagai BONO JANTAN karena lebih besar, sedangkan Bono di Kuala Rokan sebagai BONO BETINA karena lebih kecil.

Sebelum terjadinya gelombang Bono, biasanya akan diawali dengan bunyi desingan, selanjutnya akan terdengar bunyi gemuruh air. Bunyi gemuruh tersebut semakin lama akan semakin keras dan muncul lah gelombang besar yang disebut dengan Bono Wave tersebut. Kecepatan dari gelombang ombak Bono mencapai 40 km/jam. Ombak ini mampu memasuki ke arah hulu sungai berkilo-kilo meter jauhnya.

Gelombang bono yang ada di Sungai Kampar tersebut biasanya akan terjadi pada saat pasang naik terjadi di laut. Air pasang tersebut kemudian menuju ke Sungai Kampar. Selanjutnya kecepatan dari arus di Sungai Kampar akan berbenturan dengan air pasang naik dari laut sehingga terjadilah gelombang yang dinamakan Bono Wave tersebut.

Bono hanya akan terjadi apabila air laut pasang, semakin besar air pasang yang terjadi di laut, maka kemungkinan Bono Wave yang terjadi akan semakin besar pula. Faktor hujan yang akan meningkatkan debit air sungai juga akan mempengaruhi besarnya gelombang Bono yang terbentuk.

Tiga peselancar Australia menjajal ombak Bono di Sungai Kampar, Riau

Tiga peselancar Australia, James Cotton, Roger Gamble dan Zig Van Sluys, berhasil berselancar di atas ombak Bono lebih dari 17 kilometer. Mereka memecahkan rekor dunia dalam tim dengan berselancar di atas gelombang terpanjang Bono terhitung mencapai jarak 37 kilometer, mereka juga mencatat rekor individu gelombang terpanjang mencapai 17,2 kilometer.

Berdasarkan penjelasan di atas, video viral itu tidak ada yang aneh – fenomena alam biasa – dan bukan tsunami. Kejadian dalam video tidak terjadi pada 4 Januari 2018 seperti yang diklaim, video sudah diupload di Youtube setidaknya sejak 2 Januari 2018.

Kesimpulan: Video viral yang banyak dibagikan oleh pengguna Facebook Amerika Latin yang terjadi di Sungai Kampar bukan gelombang tsunami seperti yang dihebohkan. Ombak besar Bono di Sungai Kampar merupakan fenomena alam cukup langka dan jarang terjadi yang dapat dijelaskan secara ilmiah, terjadi karena pertemuan arus pasang air laut dengan arus sungai dari hulu menuju muara (hilir).

Salam Icokes. Sekoci Hoaxes!

What's Your Reaction?

hate hate
0
hate
Angry Angry
0
Angry
confused confused
0
confused
fail fail
0
fail
fun fun
0
fun
geeky geeky
0
geeky
love love
0
love
lol lol
0
lol
omg omg
0
omg
win win
0
win

0 Comments

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Lainnya

kategori: Indonesia

Artikel Terbaru

Netizen Amerika Latin Mengisukan Terjadi Tsunami di Sungai Kampar