Es Krim LGBT ‘Golden Gaytime’: Hoax


Klaim: LGBT secara masif mengembangkan sayapnya di Indonesia dengan memproduksi es krim Golden Gaytime.

 

HOAX

ANALISIS

Rumor tentang es krim Golden Gaytime yang diproduksi untuk kampanye LGBT menjadi viral melalui pesan berantai via WhatsApp dan jejaring sosial lainnya. Cerita tentang es krim ini merebak di Indonesia terkait kontroversi tentang LGBT yang sedang hangat. Faktanya es krim tersebut bukan produk nyata.

Es krim tersebut tidak diproduksi untuk umum, namun hanya bagian dari kampanye atas nama kesetaraan LGBT di Australia. Berdasarkan laporan Huffington Post Australia (03/03/2017), es krim tersebut diciptakan oleh seorang warga Australia Jesse McElroy, pegiat pernikahan sejenis di Australia. Produk yang ia ciptakan tidak nyata, untuk kampanye LGBT di Australia, ia berharap perusahaan es krim Streets mau memproduksinya secara massal.

“This is the first thing I’ve done campaigning-wise. I also think it’s a bit of fun and it’s also to connect with Mardi Gras,” Jesse McElroy, the creator of the Rainbow Golden Gaytime, told The Huffington Post Australia.

Gambar es krim Gaytime disebarkan di media sosial sebagai kampanye komunitas LGBT. Halaman Facebook Unofficial: Golden Gaytime (17/08/2017) menggunakan gambar yang mirip dalam postingannya, es krim Rainbow Gaytime.

Pada pertengahan Oktober lalu Unofficial: Golden Gaytime memposting iklan  produk es krim Golden Gaytime Sanga yang akan segera hadir. Iklan tersebut hanya tipuan dan telah dibantah oleh pihak Streets. Pedestrian.tv menghubungi perusahaan Streets untuk meminta konfirmasi tentang iklan tersebut. Streets mengatakan bahwa setiap peluncuran produk resmi akan diumumkan di Halaman Facebook dan situs web mereka.

PEDESTRIAN.TV called Streets to comment on the veracity of the image; they confirmed they were aware of the fan-made ad, but said any official product launch would be made on their actual Facebook page and website. Which is logical, really.

Halaman Facebook Unofficial: Golden Gaytime berorientasi dengan LGBT, tidak terafiliasi dengan Streets, produsen es krim Australia yang tidak lain pemilik produk es krim Golden Gaytime asli. Mereka selalu mengkampanyekan LGBT melalui produk es krim dengan membawa nama Golden Gaytime.


Produk es krim Golden Gaytime telah ada sejak tahun 1959, dibuat dan didistribusikan oleh perusahaan Streets Australia.

For Streets Golden Gaytime, there’s been very little change since it was first introduced in 1959, but now the brand is revisiting the ads that brought the ice cream to Australians attention in the 1980s.

There have been about 25 different flavours of th ice cream since its launch in 1959. The current and most successful one is the ‘Golden’ Gaytime, which was launched in the summer of 1970. Past flavours have included Strawberry Shortcake, Caramel Nut, King Chocolate, Raspberry Rough, Choc Orange, Cassata Roma, Devil’s Food (chocolate) and Turkish Delight.

 

Produk asli Golden Gaytime, Streets

Nama “Gay” dalam brand Gaytime bukan bermakna homoseksual. Gay pada awalnya digunakan untuk mengungkapkan perasaan bahagia dan kegembiraaan. Itu artinya Streets menggunakan brand “Gaytime” yang memiliki kongruen “Happytime”.

Gay is a term that primarily refers to a homosexual person or the trait of being homosexual. The term was originally used to mean “carefree”, “happy”, or “bright and showy”.

Logo perusahaan Streets sama dengan logo Wall’s, itu sebabnya netizen Indonesia banyak yang berpikir es krim Golden Gaytime diproduksi oleh Wall’s. Logo mereka sama karena mereka dimiliki oleh Unilever.

The logo that it uses is the same Heartbrand logo that HB Ice Cream in Ireland use, Wall’s ice cream, Good Humor, GB Glace, Selecta, Kibon and Algida use in the United Kingdom, United States, Philippines, Brazil and Italy respectively; all brands are owned by Unilever.

In 2013, Streets will be included in Fiji and Nauru.

Wall’s Indonesia di Twitter menyatakan bahwa produk tersebut bukan merupakan produk Wall’s Indonesia.

Hi @ZoneWarPuji, disini kami informasikan poduk tersebut bukan merupakan produk Wall’s Indonesia. Wall’s sangat menghormati nilai, norma keagamaan, dan budaya yang berlaku di Indonesia. Jadi jangan ragu-ragu mengonsumsumsi Ice Cream Wall’s ya ?

— Wall’s Indonesia (@wallsidn) December 28, 2017

Kesimpulan: Rumor yang beredar melalui pesan berantai yang mengatakan bahwa es krim Golden Gaytime merupakan produk resmi sebagai dukungan LGBT adalah hoax. Produk itu tidak nyata, buatan seorang warga Australia pegiat pernikahan sejenis di Australia. Makna Gay dalam brand tidak ada hubungannya dengan homoseksual, melainkan kongruen dari “happy”.

Salam Icokes. Sekoci Hoaxes!


Like it? Share with your friends!

0

What's Your Reaction?

hate hate
0
hate
Angry Angry
0
Angry
confused confused
0
confused
fail fail
0
fail
fun fun
0
fun
geeky geeky
0
geeky
love love
0
love
lol lol
0
lol
omg omg
0
omg
win win
0
win

0 Comments

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Lainnya

Kategori: Foto

Artikel Terbaru

Es Krim LGBT 'Golden Gaytime': Hoax

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format