7 Hoax Sastra


Derivasi dari tipuan kata, konsep hoax sastra menggambarkan sebuah tipuan kontraksi kemungkinan yang spektakuler dari rumus tipuan. Hoax sastra sejatinya sebuah perbuatan dengan menekankan batas-batas semu antara metafora, fakta dan fiksi, ketidaksengajaan dan niat, penulis, narator, dan kesempatan, dalam kata-kata maupun hal lainnya.

Hoax sastra dijalankan melalui wilayah abu-abu dari seni satir melalui pembacanya, penipuan langsung, atau objek tulisan yang disalahgunakan dengan cara terselubung. Hoax sastra pada umumnya ditulis dengan bentuk novel atau cerita sejarah yang negatif hingga membuat banyak orang tertipu. Tipuan sastra memparodikan frasa cerita hingga menjadi mitos yang banyak dipercaya masyarakat.

Hoax dianggap seperti kutukan dalam batas pencapaian mitos doktrinasi atas kepercayaan, semua kebohongan terus menerus berkembang dan menginfeksi fakta-fakta yang terjadi. Berikut beberapa contoh hoax sastra yang pernah tercatat dalam sejarah.

1. Unknown – The Travels of Sir John Mandeville (1371)

Potret John Mandeville dibuat pada 1459 (Wikipedia)
Buku The Travels of Sir John Mandeville menceritakan tentang perjalanan seorang ksatria Inggris yang meninggalkan Inggris sekitar tahun 1322 dan melakukan perjalanan ke Mesir, Ethiopia, India, Persia, dan Turki. Cerita tentang perjalanan Mandeville disajikan dengan sangat fantastis dan dipercaya sebagai kisah nyata.

Dalam buku menceritakan sebuah pulau yang penghuninya memiliki tubuh manusia dengan kepala anjing, sumber makanan mereka dengan cara mencium aroma buah apel. Penghuni pulau juga ada manusia dengan mulutnya yang sangat kecil, mereka harus menyedot semua makanan melalui buluh, dan ada ras manusia raksasa bermata satu yang hanya memakan ikan mentah dan daging mentah.

Penulis Sir Thomas Browne menyatakan bahwa Sir John Mandeville adalah “pembohong terbesar sepanjang masa.” Buku Mandeville pertama kali muncul antara tahun 1357 dan 1371, buku ini salah satu buku paling populer dari akhir abad pertengahan. Tapi penilaian Browne tentang karakter Mandeville ternyata salah karena Sir John Mandeville adalah karakter fiksi yang tidak pernah ada.

Pengarang The Travels of Sir John Mandeville tidak pernah diketahui secara pasti, sejarawan tidak dapat memastikan siapa pengarangnya, namun kemungkinan besar pengarang berasal dari Perancis atau Inggris. Nama  Mandeville kemungkinan diadaptasi dari sebuah cerita roman Perancis berjudul “Mandevie” yang juga menceritakan tentang seorang ksatria yang melakukan perjalanan imajiner.


Like it? Share with your friends!

What's Your Reaction?

hate hate
0
hate
Angry Angry
0
Angry
confused confused
0
confused
fail fail
0
fail
fun fun
0
fun
geeky geeky
0
geeky
love love
0
love
lol lol
0
lol
omg omg
0
omg
win win
0
win

0 Comments

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

kategori: HOAX

Artikel Terbaru

7 Hoax Sastra