Sandaran Kepala Pada Kursi Mobil Tidak Dirancang Khusus Untuk Keadaan Darurat


Sandaran kursi mobil

Dalam beberapa minggu terakhir Team Sekoci menerima broadcast, meme dan link video tentang klaim sandaran kepala di kursi mobil dirancang khusus supaya bisa dilepas sehingga dapat digunaka untuk memecahkan kaca jendela mobil apabila dalam keadaan darurat.


StatusCampuran Hoax & Fakta


Pada bulan April 2016, sebuah postingan di Facebook menegaskan bahwa sandaran kepala kursi mobil sengaja dirancang untuk bisa dilepas dan mempunyai besi yang kokoh sehingga bisa digunakan untuk memecahkan kaca jendela mobil dalam keadaan darurat. Pesan ini telah beredar sejak beberapa tahun lalu dan mulai menjadi viral pada tahun 2012 ketika ditampilkan dalam sebuah acara Game Show di Jepang.

Meskipun dimungkinkan untuk memecahkan kaca jendela mobil menggunakan besi sandaran kepala yang bisa dilepas, namun besi sandaran kepala sebetulnya tidak dirancang khusus untuk aplikasi tersebut.

Fungsi dan tujuan utama diciptakan sandaran kepala pada mobil adalah untuk mencegah terjadinya Whiplash (kondisi dimana kepala terayun ke depan dan belakang akibat benturan) jika terjadi kecelakaan.

Ketika Benjamin Katz mengajukan paten untuk sandaran kepala kursi mobil pada tahun 1921, dia mencatat bahwa perangkat ini bisa menstabilkan kepala ketika terjadi goncangan dan gerakan yang tidak teratur atau tidak terduga yang lumrah terjadi ketika sedang mengemudi mobil. Sandaran kepala di kursi mobil sejak saat itu telah melalui banyak perubahan, tetapi tetap berfokus pada keselamatan, kenyamanan dan proses manufakturing, bukan untuk penggunaan darurat.

Peraturan dan Regulasi National Highway Traffic Safety Administration mengenai penahan kepala juga berfokus pada mengurangi atau mencegah whiplash, bukan untuk memecahkan kaca mobil.

NHTSA dan Departemen Transportasi pada tahun 2004 meninjau kembali standar sandaran kepala kursi mobil, khususnya mengenai “Batas Maksimum yang diperbolehkan dan supaya bisa dilepas” :

  • Pabrikan mobil Nissan menegaskan bahwa ada kesulitan produksi yang mungkin timbul dari sandaran kepala untuk kursi penumpang di depan jika tidak dapat dilepas. Nissan menegaskan, akan sulit memasang kursi besar dilengkapi dengan sandaran kepala kedalam mobil berukuran kecil jika sandaran kepala di kursi tidak dapat dilepas.
  • Pabrikan Honda menginginkan semua sandaran kepala supaya bisa dilepaskan hanya menggunakan tangan karena khawatir bahwa sandaran kepala yang tidak dapat dilepas dapat membatasi fleksibilitas desain dari kursi tersebut.
  • DaimlerChrysler sependapat dengan rancangan sandaran kepala pada kursi depan lebih sulit untuk dilepas atas alasan keamanan. DaimlerChrysler juga sepakat bahwa harus ada cara untuk melepas sandaran kepala, sehingga memudahkan saat memasang sarung kursi.

Mayoritas pihak yang bergerak di dunia industri ingin agar NHTSA pada keputusan finalnya mengizinkan sandaran kepala untuk kursi penumpang di bagian belakang agar mudah dilepas juga. Ford percaya bahwa apabila sandaran kepala untuk kursi penumpang di belakang dilepaskan, akan memungkinkan penumpang untuk melipat kursi dan menambah ruangan serta mengurangi kemungkinan ketidakcocokan dengan sandaran kepala untuk anak-anak.

Ford menyatakan bahwa walaupun banyak kendaraan saat ini dirancang dengan sandaran kepala yang mudah dilepas dengan tangan, Ford tidak mengetahui atau mempunyai data mengenai penyalahgunaan atau kesalahan penyetelan sandaran kepala karena dilepas sendiri oleh pengguna.

DaimlerChrysler percaya bahwa NHTSA harus mengizinkan sandaran kepala kursi penumpang belakang agar mudah dilepas untuk memfasilitasi peningkatan fungsionalitas dari kendaraan tersebut dan supaya penumpang kursi depan dapat melihat lebih jelas ke belakang kendaraan.

Setelah mempertimbangkan pendapat-pendapat tersebut, NHTSA memutuskan untuk mengizinkan sandaran kepala yang dapat dilepas hanya dengan menggunakan tangan. Namun, sandaran kepala ini harus dirancang khusus agar tidak mudah terlepas saat berkendara.

Salah satu contoh penerapan tombol khusus atau tuas yang diletakkan di dekat lubang untuk memasukan besi sandaran kepala pada kursi mobil. Selain sebagai kunci pengaman, tombol atau tuas ini juga memudahkan ketika kita ingin mengatur tinggi rendahnya sandaran tersebut.

Dari kebijakan-kebijakan yang diterangkan di atas, tidak ada sama sekali dijelaskan tujuan besi pada sandaran kepala adalah untuk memecahkan kaca jendela mobil pada saat darurat. Federal Motor Vehicle Safety Standard 202 tidak mewajibkan pabrikan mobil untuk memproduksi sandaran kepala agar dapat digunakan untuk memecahkan jendela kaca mobil dalam keadaan darurat.

 

Walaupun besi sandaran kursi mobil bisa saja digunakan memecahkan kaca mobil, tetapi fungsinya bersifat alternatif, bukan fungsi khusus, seperti halnya kaca spion bisa digunakan untuk bercermin atau sabuk pengaman untuk mengikat barang. Yang perlu dicatat adalah, setiap produsen mobil pastinya berbeda dalam menggunakan jenis besi sandaran, dan mereka tidak merancangnya untuk memecahkan kaca mobil.


Kesimpulan:

Fakta: Sandaran kursi mobil diciptakan khusus untuk menstabilkan kepala ketika terjadi goncangan dan gerakan di dalam mobil. Fungsi utamanya sebagai keselamatan, kenyamanan dan proses manufakturing, bukan untuk penggunaan darurat.

Hoax: Sandaran kursi mobil yang bisa dicabut sengaja dibuat untuk memecahkan kaca mobil.


Salam Icokes. Sekoci Hoaxes!

What's Your Reaction?

hate hate
0
hate
Angry Angry
0
Angry
confused confused
0
confused
fail fail
0
fail
fun fun
0
fun
geeky geeky
0
geeky
love love
0
love
lol lol
0
lol
omg omg
0
omg
win win
0
win

0 Comments

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Lainnya

kategori: HOAX

Artikel Terbaru

Sandaran Kepala Pada Kursi Mobil Tidak Dirancang Khusus Untuk Keadaan Darurat