Rumor Minions Terinspirasi Dari Anak Yahudi: Hoax


Minion

Telah lama beredar rumor tentang sebuah karakter lucu berwarna kuning yang dikenal “Minions”. Rumor tersebut menyebutkan bahwa Minions terinspirasi dari anak-anak Yahudi korban eksperimen gas beracun Nazi.

Minions adalah anak-anak Yahudi yang diadopsi oleh para ilmuwan Nazi yang kelak akan digunakan untuk kebutuhan eksperimen. Mereka menghabiskan sebagian besar hidup mereka dalam penderitaan karena mereka tidak bisa berbicara dalam bahasa Jerman. Sehingga kata-kata mereka terdengar lucu untuk Jerman.

Sumber klaim: Duniaku, Masakbar


Status: HOAX


ANALISIS

Apakah karakter Minions terinspirasi dari anak-anak Yahudi? Tidak, orang-orang dalam foto itu sebenarnya para penyelam selama latihan penyelamatan pada awal abad ke-20.

Gambar tersebut milik Royal Navy Submarine Museum di Inggris. Alat itu digunakan sebagai penyelamat bila para awak terperangkap di dalam kapal selam, pakaian penyelamat itu dirancang oleh Kapten SS Hall dan Fleet Surgeon O. Rees, di produksi oleh Siebe Gorman.

Royal Navy SubmarineRoyal Navy Submarine

Minion asli
Courtesy of Royal Navy Submarine Museum

Kapal selam pada mulanya memiliki kemungkinan untuk tenggelam (kecelakaan), dan sejumlah kecelakaan sebelum Perang Dunia pertama membuat Angkatan Laut Inggris mencari kemungkinan untuk membangun sebuah alat untuk meloloskan diri yang dapat digunakan awak yang terjebak.

Salah satunya, didesain oleh Kapten S.S. Hall dan Fleet Surgeon O. Rees, dan diproduksi oleh Siebe Gorman, yang kemudian langsung masuk ke dalam proses produksi.

Alat itu memanfaatkan sebuah kaleng kecil berisi ‘Oxylithe’, sebuah zat kimia khusus yang jika dihirup akan memberikan oksigen dan menyerap karbon dioksida. Pada 1903 hingga 1907, Professor Swiss Georges Jaubert, menemukan Oxylithe, merupakan perwujudan sodium peroxide (Na2O2) atau sodium dioxide (NaO2). Selagi zat tersebut menyerap karbon dioksida, zat itu juga menyebarkan oksigen.

Alat penyelamat tersebut terdiri dari sebuah helm keras dan sebuah tunik lengan panjang bersabuk. Dalam tunik tersebut terdapat sebuah kaleng kecil berisi sodium peroksida yang memberikan oksigen ketika menyerap karbon dioksida.

Penggunaan sodium peroksida merupakan pilihan yang menarik karena zat tersebut berpotensi terbakar ketika basah. Alat ini cukup berat dan muncul keraguan mengenai kemampuan pemakainya untuk keluar dari pintu atas kapal selam ketika memakainya.

Meski dengan desain yang dapat diterapkan, alat keselamatan Hall-Rees ini akhirnya ditinggalkan – satu alat untuk setiap awak menghabiskan banyak ruang dalam sebuah kapal selam yang sempit.

Sydney Stuart Hall dan Oswald Rees dari HMS Mercury mematenkan penemuan mereka pada 1908 dengan US 896447.

Professor Georges Francois Jaubert merupakan seorang ahli kimia berkebangsaan Swiss yang menemukan Oxylithe dan memiliki sejumlah paten di bawah namanya. Paten terkait Oxylithe adalah untuk contoh GB 1907 paten 17242.

Royal Navy SubmarineRoyal Navy SubmarineRoyal Navy SubmarineRoyal Navy SubmarineRoyal Navy SubmarineRoyal Navy SubmarineRoyal Navy Submarine

Royal Navy Submarine
Courtesy Royal Navy Submarine Museum

 

Salam Icokes. Sekoci Hoaxes!

 

What's Your Reaction?

hate hate
0
hate
Angry Angry
0
Angry
confused confused
0
confused
fail fail
0
fail
fun fun
0
fun
geeky geeky
0
geeky
love love
0
love
lol lol
0
lol
omg omg
0
omg
win win
0
win

0 Comments

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Lainnya

kategori: Foto

Artikel Terbaru

Rumor Minions Terinspirasi Dari Anak Yahudi: Hoax