05 January 2018

Peringatan Dr Nick Patterson, Boneka Seks Dapat Diretas Untuk Membunuh Manusia?



Klaim: Dr Nick Patterson: "Robot seks bisa membunuh manusia jika diretas oleh hacker."

Sumber klaim: Kumparan.com, Tribunnews.com,

Ahli keamanan cybersecurity telah memberikan peringatan bahwa robot seks dapat dibajak oleh hacker untuk membahayakan orang bahkan sampai membunuhnya.

Peneliti Artificial Intelligence (AI) secara konsisten juga telah memperingatkan risiko keamanan yang ditimbulkan oleh robot yang terhubung dengan internet.

"Hacker bisa meretas robot atau perangkat robot dan memiliki kontrol penuh atas koneksi, senjata, kaki, dan alat-alat terlampir lainnya seperti beberapa pisau atau alat pengelasan" kata Nicholas Patterson dosen di Deakin University di Melbourne, Australia.

Disinformasi dan Clickbait

ANALISIS

Sebuah berita viral banyak dirilis outlet berita online mengklaim bahwa hacker bisa meretas robot seks dan menanamkan sistem berbahaya yang memungkinkan robot seks membunuh pemiliknya. Di masa depan, robot seks kemungkinan menjadi kebutuhan manusia untuk berhubungan intim sama seperti manusia nyata.

Cerita tentang peringatan robot seks dapat membunuh manusia dimulai oleh media Australia Daily Star pada September 2017, berdasarkan pernyataan dari Dr Nick Patterson, pakar keamanan siber Australia dari Deakin University. Patterson dalam wawancara dengan Daily Star menjelaskan bagaimana kontrol digital dari robot bisa mengakibatkan cedera fisik pada pemiliknya, jika hacker berhasil meretasnya.


Inti dari berita itu mengatakan bahwa seorang peretas yang berhasil menguasai akses secara penuh ke perangkat robot seks bisa memberikan perintah untuk menyakiti siapapun, bahkan bisa membunuh manusia. Kebanyakan robot seks diciptakan dengan desain yang lembut dan fleksibel, sepertinya hacker tidak akan tertarik meretasnya untuk dijadikan terminator atau cyborg.pembunuh.

Pernyataan Patterson kepada Daily Star tidak pernah secara khusus menyebutkan "robot seks", ia menjelaskan tentang robot secara umum. Daily Star menggunakan judul clickbait agar lebih sensasional, judul berbeda dengan pernyataan asli Patterson. Berikut pernyataan Dr Nick Patterson kepada Daily Star:
Hackers can hack into a robot or a robotic device and have full control of the connections, arms, legs and other attached tools like in some cases knives or welding devices.
Often these robots can be upwards of 200 pounds, and very strong. Once a robot is hacked, the hacker has full control and can issue instructions to the robot.
The last thing you want is for a hacker to have control over one of these robots! Once hacked they could absolutely be used to perform physical actions for an advantageous scenario or to cause damage.
Pernyataan Patterson di atas memperingatkan ancaman hacker yang dapat meretas robot, tidak menyebut robot seks. Situs Menshealth.com mencoba meminta konfirmasi kepada Dr Nick Patterson tentang kebenaran berita viral tersebut.


Paterrson mengatakan bahwa wawancara dengan Daily Star ia menjelaskan tentang robot industri, pribadi dan lainnya. Ia juga mengatakan bahwa media mencoba mengaburkannya dan menciptakan umpan klik.

"I led the interview in terms of all kinds of robots, industrial, consumer etc. The media ran with the click bait," Patterson told Men's Health in an email. What he actually told the Star was that “hackers can hack into a robot or a robotic device and have full control of the connections, arms, legs and other attached tools like in some cases knives or welding devices. Often these robots can be upwards of 200 pounds, and very strong. Once a robot is hacked, the hacker has full control and can issue instructions to the robot."

Pakar keamanan dunia maya dan veteran Angkatan Udara yang pernah bekerja di Badan Komunikasi Gedung Putih, Jason McNew, menjelaskan kemungkinan robot seks dapat benar-benar menjadi sebuah ancaman bagi manusia.

Dari sudut pandang teknologi, McNew mengatakan bahwa memang benar bahwa "hacking" robot seks kemungkinan bisa dilakukan, mengingat sebagian besar perangkat yang dirancang untuk keamanan terhubung dengan internet. Namun, karena keterbatasan fisik dan teknologi dari boneka robot seks, pemiliknya masih aman untuk saat ini.

Salah satu boneka robot seks yang paling populer dan berteknologi lebih canggih, boneka robot Samantha, dapat merespon titik tekanan tertentu dengan desahan dan mengeluarkan suara "I like this," atau "nice and gentle" dan "I love what's about to happen," saat pemilik menyentuhnya. Tapi kemampuan teknologinya hanya sebatas itu saja (semi robot).

Boneka robot seks Samantha

Boneka robot seks jarang berbobot lebih dari 50 kilogram, dan kemampuan teknologinya masih terbatas sehingga tidak bisa menggerakan kepala dan bibirnya, apalagi menggenggam pisau dengan erat untuk digunakan melukai pemiliknya. Mayoritas yang banyak beredar di pasaran adalah boneka seks, masih sedikit berupa boneka robot (semi robot), bahkan belum ada jenis robot murni.

Dengan teknologi boneka robot seks yang masih terbatas, hampir mustahil mereka dapat digunakan untuk melukai atau membunuh manusia. Robot seks dengan teknologi kecerdasan buatan harus terhubung dengan internet dimana hacker dapat meretasnya. Meskipun secara teori hal itu memungkinkan, pemilik robot seks tidak memiliki alasan untuk menghubungkan dengan internet.

Yang dibutuhkan pemilik hanyalah kepuasan dari fungsi utamanya, boneka seks berfungsi memuaskan nafsu birahi pemiliknya, mereka tidak diprogram untuk hal lain, seperti memasak, membersihkan rumah, teman mengobrol, atau menjadi terminator. Salah satu robot canggih dengan kecerdasan buatan memiliki kemampuan mirip manusia adalah Sophia, tapi ia bukan robot seks.

Robot humanoid Sophia

Kesimpulan: Dr Nick Patterson tidak pernah secara khusus menyebut robot seks dalam wawancara dengan Daily Star, mereka menggunakan judul clickbait agar lebih sensasional. Boneka robot seks tidak dapat diretas oleh hacker untuk melukai atau membunuh pemiliknya karena masih sebatas semi robot, kecuali robot terminator yang dijadikan robot seks. Robot berteknologi canggih dengan kecerdasan buatan yang dapat diretas dengan kemampuan mematikan bisa saja terjadi, seperti robot industri atau robot canggih lainnya, tapi tidak dengan boneka robot pemuas birahi.

Salam Icokes. Sekoci Hoaxes!