29 January 2018

Mikrochip Implan 666 RFID Anti-Kristus: Hoax



Telah lama beredar rumor tentang mikrochip 666 Radio Frequency Identification (RFID) yang ditanamkan pada tubuh manusia (bagian tangan dan dahi). Cerita itu dikaitkan dengan agama dengan mengatakan bahwa angka 666 merupakan simbol dari kejahatan anti-Kristus, diambil dari kitab Wahyu Perjanjian Baru, terutama ayat yang mengatakan:
Barangsiapa yang bijaksana, baiklah ia menghitung bilangan binatang itu, karena bilangan itu adalah bilangan x seorang manusia, dan bilangannya ialah enam ratus enam puluh enam. (Wahyu 13:18)
Di dalam Alkitab, angka tujuh (7) berdiri untuk sebuah keutuhan dan kelengkapan, sehingga angka 666 dianggap sebuah kehinaan yang menyiratkan bahwa ada kekurangan yang nyata, juga sebagai musuh besar (anti-Kristus). Angka enam (6) juga dihubungkan dengan Kaisar Nero, kaisar Romawi yang dikenal represi dan dipersonifikasikan sebagai pemimpin yang buas.

Rumor mikrochip 666 yang ditanamkan pada tubuh manusia dengan tujuan sebagai sensor GPS tanpa menggunakan baterai. Cerita ini mengatakan bahwa chip sengaja ditanamkan pada tubuh bayi yang baru lahir yang nantinya akan terhubung dengan satelit global. Hal ini dihubungkan dengan tanda binatang yang muncul dalam tujuh bagian di Kitab Wahyu. Wahyu 13: 16-17, menceritakan dua kejadian pertama:
Dan ia menyebabkan, sehingga kepada semua orang, kecil atau besar, si  kaya atau miskin, merdeka atau hamba, diberi tanda pada tangan kanannya atau pada dahinya, dan tidak seorangpun yang dapat membeli atau menjual selain dari pada mereka yang memakai tanda itu, yaitu nama binatang itu atau bilangan namanya.
Pada pertengahan tahun 2017, rumor chip 666 RFID beredar di Indonesia melalui pesan berantai. Umat Kristen Indonesia saat itu dihebohkan dengan kabar adanya demo pemasangan chip ini yang digelar di Indonesia Convention Exhibition (ICE), Bumi Serpong Damai (BSD), Tangerang, akhir Juli 2017 lalu.


Pesan berantai yang beredar melalui WhatsApp ini mengatakan bahwa informasi itu berawal dari pemberitaan dalam siaran Seputar Indonesia yang disiarkan oleh RCTI. Penyebar berita bahkan melampirkan foto siaran RCTI yang sedang membahas mengenai microchip implan.



Pihak ICE akhirnya membantah dan menjelaskan bahwa acara di ICE BSD City tidak ada kaitannya dengan chip 666 RFID. Mereka mejelaskan bahwa telah terjadi kesalahpahaman dimana saat tayangan di RCTI yang membahas mickrochip implan, dalam waktu bersamaan muncul tayangan iklan acara IIPE. Dengan itu, yang menyebarkan informasi salah menduga acara IIPE adalah acara demo pemasangan chip RFID 666.

Iklan IIPE muncul saat acara Seputar Indonesia di RCTI

IIPE merupakan singkatan dari Indonesia International Pet Expo atau pameran binatang peliharaan tingkat internasional yang digelar di Indonesia. Berbagai jenis binatang peliharaan ditampilkan dalam pameran ini, seperti anjing, kucing, kelinci, burung, dan sebagainya. Sama sekali tidak ada demo pemasangan microchip dalam acara ini.

Pada tahun 2014, rumor chip RFID pernah ramai diperbincangkan di AS, 1 dari 3 orang Amerika telah tertanam chip RFID dan sebagian besar tidak menyadarinya. Dalam laporan yang beredar mengatakan bahwa kebanyakan chip ditanamkan saat perawatan gigi.

Scientists at the Wyoming Institute of Technology (WIT) have determined that a shocking 1 in 3 Americans has been implanted with an RFID microchip. In an article published this week, they detail a study of nearly 3000 individuals, in which they identified nearly 1000 individuals that had been implanted with an RFID chip. Most were unaware that they had been implanted with such a chip.

Beberapa situs debunked seperti Snopes dan Hoax-Slayer menyatakan bahwa rumor itu adalah omong kosong. Cerita itu tidak lepas dari teori konspirasi yang berteori bahwa pihak pemerintah berupaya menanamkan mikrochip untuk melacak, memantau dan mengendalikan setiap warganya.


Bahkan cerita itu dihembuskan oleh situs satir untuk mengolok-olok teori konspirasi yang menuduh pemerintah mencoba mengendalikan warganya dari jarak jauh dengan menggunakan microchip.

It seems clear that the National Report article is attempting to make fun of long running conspiracy theories that have claimed that various governments are intending to start microchipping citizens in order to control them from afar. Of course, like the satirical article, reports about such dastardly microchipping plans are utter nonsense.

Penggunaan mikrochip yang ditanam di bawah kulit tidak menutup kemungkinan akan dilakukan suatu hari nanti, tetapi fungsinya untuk menyimpan informasi riwayat medis penting yang nantinya akan digunakan oleh dokter untuk tindakan lebih lanjut.

... chips implanted under the skin that would store important medical information to be retrieved by those responsible for delivering medical care and treatment. But microchips were just one of several possible biometric technologies surveyed in the segment, along with fingerprints, iris scans, and facial recognition software.

Kesimpulan: Cerita tentang chip implan 666 RFID yang ditanamkan pada tangan kanan dan dahi tidak terbukti alias hoax, berasal dari teori liar yang dihembuskan oleh para pecinta teori konspirasi, kemudian berkembang dengan menghubungkannya dengan agama (menambahkan angka 666).

Salam Icokes. Sekoci Hoaxes!